alexametrics

Kaya Vocabulary Bahasa Inggris dengan Metode T2 Clips

Oleh : Abdurozi S.Pd M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PROBLEM paling sulit dituntaskan dalam mencapai ketuntasan belajar bahasa Inggris di tingkat pelajar SMP adalah kemampuan dan kemauan guru juga siswa mengimplementasikan bahasa Inggris sebagai bahasa tutur. Kemampuan dan kemauan tersebut khususnya bagi para siswa sangat ditentukan oleh penguasaan kosakata mereka.

Menurut Setyoningsih (STAIN Kudus, 2016) yang mengambil judul penelitian Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris melalui Metode Total Physical Response (TPR) pada Anak Usia Dini, ada empat keterampilan yang harus dikuasai ketika mempelajari bahasa baru yaitu keterampilan membaca (reading), mendengarkan (listening), berbicara (speaking) dan menulis (writing). Namun, selain keterampilan tersebut, ada salah satu aspek dasar penting yang harus dikuasai dalam pembelajaran bahasa, terutama bahasa asing yaitu vocabulary (kosakata).

Kosakata merupakan komponen penting dalam menunjang empat keterampilan berbahasa. Karena semakin kaya penguasaan kosakata seseorang, maka komunikasi yang dilakukan, baik secara lisan maupun tulisan menjadi mudah. Kosa kata (vocabulary) merupakan pusat bahasa dan penting untuk pembelajaran bahasa.

Baca juga:  Gaya Pembelajaran Inklusi Tingkatkan Kompetensi Gerak Spesifik Smash Bola Voli

Namun demikian, permasalahan keterbatasan penguasaan kosakata tersebut tidaklah mudah untuk dicari jalan keluarnya. Keterbatasan struktur kurikulum yang tidak dapat secara mandiri mengajarkan kosakata, secara psikologis berdampak pada siswa yang menganggap bahwa kosakata tidaklah penting.

Ketersediaan sarana pembelajaran yang semakin lengkap dan kompleks dengan berbasis pada IT sehingga sangat memanjakan siswa dalam membantu menerjemahkan suatu teks berbahasa Inggris tanpa harus belajar kosakata secara mendalam. Karena siswa dapat mengandalkan google translate atau aplikasi lainnya.

Hal-hal tersebut diperparah dengan hantaman pandemi Covid-19 yang melanda lebih dari 1 tahun, menyebabkan guru kesulitan dalam memperkaya kosakata siswa. Dewasa ini siswa cenderung lebih tertarik mempraktikkan kemampuan komunikasi mereka melalui media sosial. Salah satunya dengan menggunakan platform tik tok, video clips, dan platform lainnya.

Solusi untuk memecahkan permasalahan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas IX SMPN 1 Boja, Kabupaten Kendal, tahun pelajaran 2021/2022 yang kurang adalah dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut, guru merancang pembelajaran memahami kosakata dan makna suatu teks melalui media yang menarik bagi para siswa dengan berdasar pada media sosial. Salah satu media sosial yang dapat digunakan adalah platform tik tok dan video clips (T2 Clips).

Baca juga:  Permainan Enam Topi Berpikir untuk Ciptakan Solusi

Dengan menggunakan T2 Clips siswa dapat mengekspresikan kemampuan komunikasi mereka melalui bermain peran sekaligus dapat secara langsung dan aktif belajar kosakata dalam bahasa Inggris. Siswa diminta untuk menyiapkan sebuah rekaman yang berisi narasi, dialog, maupun monolog, kemudian siswa dapat mengunggahnya dengan fitur media lagu latar yang ada pada aplikasi Tik Tok. Setelah diunggah, siswa diminta untuk suam mulut (dubbing) suara yang terunggah tersebut dengan menggunakan ekspresi yang tepat. Kemudian dikomunaksikan di dalam jejaring kelas. Pada bagian akhir, siswa diminta membuat daftar kosakata yang telah dipraktikkan.

Dengan T2 Clips, siswa mendapatkan dua pengalaman belajar sekaligus, pertama, pengalaman mengucapkan kosa kata melalui kegiatan dubbing, kedua, pengalaman menuliskan kosakata tersebut. Guru juga mendapatkan dua umpan balik berupa video T2 Clips sekaligus daftar kosakata dalam melakukan evaluasi. Siswa juga dapat memanfaatkan fitur duet atau kolaborasi untuk membuat sebuah percakapan/dialog.

Baca juga:  Media Memory Games dalam Pembelajaran Signs and Symbols

Melalui gambaran tersebut maka metode T2 Clips dapat dilaksanakan sebagai salah satu cara merangsang siswa lebih aktif dan langsung belajar kosakata bahasa Inggris menggunakan media yang dewasa ini dekat dengan mereka. Sehingga kegiatan belajar khususnya kemampuan penguasaan kosakata siswa menjadi lebih mudah diterima dan dipahami. Karena bagi siswa cukup menyenangkan.

Tugas guru dan orang tua adalah melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan, juga evaluasi yang terus menerus agar fasilitas-fasilitas yang sangat memanjakan tersebut tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang kurang baik. (kd/ida)

Guru SMPN 1 Boja, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya