alexametrics

Efektivitas Pemanfaatan WA dan Karikatur dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Teks Editorial

Oleh: Dra. Sri Pujihartati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan menulis perlu dimiliki peserta didik. Dengan memiliki keterampilan menulis, peserta didik dapat mengomunikasikan ide, penghayatan, dan pengalaman berbagai pihak, terlepas dari ikatan waktu dan tempat.

Menurut Tarigan (2008:23) secara garis besar tujuan keterampilan menulis yaitu memberitahukan atau mengajar, menyakinkan, menghibur atau menyenangkan, mengutarakan atau mengekspresikan perasaan dan emosi. Jadi keterampilan menulis adalah suatu kemampuan atau kecakapan yang dimiliki seseorang dalam menuangkan ide, menyampaikan pesan dengan menggunakan bahasa tulisan sebagai medianya. Keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung.

Lebih jauh lagi Kosasih (2013:195) menyatakan dalam teks editorial diungkapkan fakta peristiwa atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik, penilaian, saran atau permasalahan, dan harapan redaksi peran serta pembaca.

Berdasarkan pengamatan awal di kelas XII SMA, penulis menemukan bahwa banyak permasalahan yang dihadapi peserta didik seperti ketidakmampuan untuk menentukan topik, menuangkan ide pokok atau gagasan secara benar. Terkait dengan kesulitan yang dialami peserta didik, penulis mencoba mengambil alternatif penggunaan media sosial WhatsApp (WA) dan karikatur untuk memudahkan peserta didik dalam pembelajaran menulis teks editorial.

Baca juga:  Mudah Belajar Matematika dengan Media Kartu Angka Bergambar

Salain itu, hasil observasi juga membuktikan bahwa WhatsApp banyak digemari semua kalangan. Terutama peserta didik mencapai 95%, dengan alasan selain digunakan berkirim pesan dan berbagi informasi, dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar di grup belajar. Selama ini telah banyak yang membuktikan bahwa WhatsApp adalah tempat efektif mengembangkan keterampilan menulisnya dengan baik.

Penggunaan WhatsApp dalam pembelajaran ini, secara tidak langsung akan berdampak pada aspek kognitif dan psikomotorik, karena ketika membaca file yang dikirim oleh guru, tanpa disengaja, secara otomatis aspek kognitif dan psikomotorik peserta didik tersebut akan menyerap di pikiran peserta didik. Semua informasi berupa materi pelajaran yang telah dikirim oleh guru, dan langsung diskusikan di grup belajar saat itu juga.

Baca juga:  Pembelajaran Berbasis Proyek Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Ulasan

Peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan guru di grup belajar, tetapi juga dapat melatih peserta didik untuk membaca materi yang seolah-olah sedang membaca pesan biasa karena materi yang dikirim berupa voice note (materi), karikatur, dan Power Point. Saat membaca file tersebut, secara otomatis kognitif peserta didik akan menyerap semua informasi berupa materi pelajaran yang telah dikirim oleh guru.

Sedangkan menurut Rohani (1997:79) karikatur adalah suatu bentuk gambar yang sifatnya klase, sindirian, kritikan, dan lucu. Karikatur merupakan ungkapan perasaan seseorang yang diekspresikan agar diketahui khalayak. Karikatur bukan sekadar gambar biasa yang sederhana atau dengan cara yang dilebih-lebihkan dengan tujuan menghadirkan sesuatu yang lucu.

Baca juga:  Belajar Aktif dengan Resitasi melalui Google Clasroom

Jadi, dapat disimpulkan pemanfaatan media WhatsApp dan karikatur dalam pembelajaran keterampilan menulis teks editorial memiliki tingkat sangat efektif. Guru mengimplementasikan WhatsApp dan karikatur dalam pembelajaran dengan membuat grup belajar. Dalam grup tersebut guru mengirimkan file voice note (materi), karikatur, dan power point, sebagai menunjang pembelajaran. Guru menggunakan metode diskusi di grup, sehingga peserta didik menjadi sangat antusias dalam diskusi dan menjawab pertanyaan dari guru.

Saran yang dapat disampaikan dalam penulisan ini, yaitu guru bahasa Indonesia agar terus mengembangkan dan memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial untuk proses pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan, tujuannya agar pembelajaran keterampilan menulis menjadi lebih menarik. Bagi pendidik yang sedang memanfaatkan WhatsApp dalam pembelajaran, sebaiknya memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran di grup belajar. (pb2/lis)

Guru SMAN 1 Padamara, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya