alexametrics

Pemanfaatan QR Code dalam Pengembangan Literasi Digital di Sekolah

Oleh : Trikanti Sulistyaningsih, S.Pd,M.H

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di era sekarang teknologi berkembang dengan pesat yang tentunya berpengaruh pada interaksi manusia dengan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi terjadi di berbagai bidang seperti bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Salah satu bentuk perkembangan teknologi di bidang sosial adalah saat teknologi digunakan untuk pengembangan bidang pendidikan khususnya bidang literasi.

SMP Negeri 1 Karangreja menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Internet digunakan oleh warga sekolah sebagai perangkat teknologi informasi dan komunikasi dalam mengakses, membuat suatu karya, hingga mendistribusikan karya dan informasi. Kegiatan tersebut menunjukkan adanya kegiatan literasi yang disebut “literasi digital”.

Literasi dapat diartikan sebagai pemahaman dan keterampilan menulis, membaca, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya. Sekolah sebagai salah satu tempat untuk membudayakan literasi menjadi berbeda saat sekarang dengan masa lalu. Sebelum pandemi Covid-19, siswa datang beramai-ramai ke perpustakaan untuk membaca bersama. Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan berkumpul bersama karena sekolah harus melaksanakan pembatasan berkerumun. Cara yang bijaksana adalah dengan melaksanakan literasi digital.

Baca juga:  Asyiknya Klasifikasi Makhluk Hidup melalui Pembelajaran TSFS dengan Diagram Roundhouse

Menurut UNESCO (2011), literasi digital adalah kecakapan (life skills) yang tidak hanya melibatkan kemampuan penggunaan perangkat teknologi, informasi dan komunikasi, tetapi juga melibatkan kemampuan dalam pembelajaran bersosialisasi, sikap berfikir kritis, kreatif serta inspiratif sebagai kompetisi digital. Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

Eti Sumiati dan Wijonarko dalam bukunya yang berjudul Pada saat Pandemi Covid-19 (2020) menjelaskan bahwa literasi digital telah banyak membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Manfaat tersebut di antaranya kegiatan mencari dan memahami informasi dalam menambah wawasan individu. Meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berfikir serta memahami informasi. Meningkatkan kemampuan verbal individu. Literasi digital dapat meningkatkan daya fokus serta konsentrasi individu. Menambah kemampuan individu dalam membaca, merangkai kalimat serta menulis informasi.

Baca juga:  Belajar Pasar dengan Mudah melalui CTL

QR code adalah jenis dua dimensi barcode matriks dirancang oleh perusahaan Jepang bernama Denso Gelobang pada bulan September 1994 (Qi.2004). Kode ini terdiri dari modul hitam diatur pada pola persegi dengan fungsi seperti encoding, pencarian gambar, decollating, alokasi gambar dan revisi gambar. Keuntungan QR code termasuk kapasitas besar untuk menyimpan data, ruang lingkup yang luas untuk encoding, mini-ukuran cetakan, membaca hypervelocity, kemampuan koreksi kesalahan (Zhu,2006).

QR code (quick response) atau respons cepat ini bertujuan untuk menjelaskan sesuatu. Tujuannya untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respon yang cepat pula. QR code berfungsi sebagai hipertaut fisik yang dapat menyimpan alamat dan URL/LSS, nomor telepon, teks dan sms atau dengan kata lain sebagai penghubung secara cepat konten daring dan konten luring.

Baca juga:  Aturan Baru BOS Bisa Matikan Sekolah Pinggiran

Pelaksanaan kegiatan di SMP Negeri 1 Karangreja dimulai dengan kepala sekolah menugaskan K7 bekerja sama dengan petugas perpustakaan untuk menentukan pohon-pohon yang akan diberi aplikasi (QR code). Petugas perpustakaan membuat keterangan seputar pohon tersebut.

Melalui QR code siswa dapat mendapat penjelasan seputar pohon tersebut. Kemudian petugas membuat QR code di samping pohon tersebut, tujuannya agar siswa dapat menambah wawasan tentang apa yang siswa ketahui dilingkungan sekolah tanpa siswa berkerumun atau mencari buku diperpustakaan. Siswa diharapkan dapat menggunakan aplikasi yang ada di HP untuk belajar. (pb1/lis)

Kepala SMP Negeri 1 Karangreja

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya