alexametrics

Aktifkan Belajar Siswa dengan Bermain Tebak Buah

Oleh : Maziyah, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran matematika merupakan salah satu pembelajaran dasar yang tidak mudah dipahami. Maka, banyak peserta didik yang menganggap pembelajaran matematika itu satu mata pelajaran yang menyeramkan dan susah. Pemikiran tersebut dapat menghambat perkembangan dari setiap siswa dengan efeknya yaitu kurangnya hasil belajar dari peserta didik.

Oleh sebab itu, pendidik dituntut mengembangkan kemampuannya membuat satu metode atau media pembelajaran yang dapat mengatasi beberapa masalah yang terjadi. Misalnya pada mata pelajaran matematika.

Matematika bagi siswa adalah pelajaran yang sangat sulit dimengerti, hasil belajarnya selalu rendah. Banyak siswa 1 MI Karanganyar 02, Kecamatan Tirto yang tak bersemangat belajar, tugas rumah tidak pernah dikerjakan.

Hal ini menjadi problematika penulis untuk merubah model pembelajaran. Sebab matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang akan berperan penting dalam kehidupan sehari-hari nantinya. Selain digunakan dalam kehidupan sehari-hari matematika juga dapat dikembangkan melalui semua hal yang akan terjadi dalam kehidupan sehari- hari.

Baca juga:  Optimalisasi Belajar Daring IPS

Bersumber dari salah satu permainan tradisional yang ada di salah satu daerah (Hariastuti R, 2017) menjelaskan anak-anak di kota Banyuwangi sering memainkan permainan yang sangat unik yaitu menebak buah manggis atau buah jeruk dengan cara membilang berapa banyaknya kelopak yang terdapat pada bawah kulit buah manggis.

Selain sering dijuluki queen of tropical atau ratunya buah tropis, manggis memiliki keunikan bahwa bagian bawah kulit manggis terdapat kelopak yang berbentuk menyerupai bunga dan jumlahnya konsisten dengan isi buahnya. Atau dapat diartikan bahwa jumlah kelopak sama dengan jumlah buah yang ada di dalam. Maka, penulis ingin menggunakan permainan yang unik tersebut menjadi salah satu media pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran matematika kelas dasar.

Langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu pertama guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran seperti : piring dan buah manggis. Kemudian guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok kecil yaitu satu kelompok dengan beranggotakan 3-4 siswa, dan selanjutnya guru meminta setiap siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.

Baca juga:  Flipped Classroom Strategi Jitu di Masa Pandemi Covid-19

Setelah itu guru menjelaskan materi yang akan dipelajari terlebih dahulu dan jika dirasa semua siswa sudah memahami maka guru dapat melakukan evaluasi pembelajaran dengan melakukan permainan tebak buah manggis. Langkah-langkahnya adalah dengan diawali membaca atau menjelaskan peraturan dalam permainan.

Lalu jika dirasa semua siswa memahami peraturan dan cara bermain maka permainan dapat dimulai dari kelompok pertama yang maju ke depan. Kemudian setiap anggota kelompok mengambil satu buah manggis, lalu setiap anggota kelompok tidak boleh memberitahu atau menunjukan berapa jumlah kelopak yang ada di bawah kulit buah manggis kepada kelompok lain.

Selanjutnya kelompok lain dapat menebak berapa jumlah kelopak yang ada dibawah kulit manggis pada setiap anak, dan di sini guru dapat menilai keaktifan dari setiap anak. Jika tebakan benar maka setiap satu buah manggis yang berhasil tertebak, kelompok tersebut mendapat 100 poin. Cara membuktikan bahwa tebakan benar yaitu setiap anggota kelompok dapat membuka buah manggis dan menghitung berapa isi buah manggis tersebut.

Baca juga:  Tingkatkan Aktivitas Belajar Tema Siswa dengan Model Cooperative Script

Setelah itu, guru memberikan tugas terhadap kelompok yang berhasil maju untuk menghitung semua jumlah kelopak yang ada pada kulit buah manggis tersebut. Misal dari tiga buah manggis itu menghasilkan angka benar, 5+6+5 = ….. maka kelompok tersebut harus menjumlahkannya. Setelah jawaban benar maka kelompok tersebut mendapatkan 100 poin dan diperbolehkan untuk memakan buah manggis tersebut. Begitu seterusnya.

Dengan menggunakan salah satu permainan tebak manggis dapat memanfaatkannya menjadi satu media pembelajaran yang sangat menyenangkan dan unik. Dapat meningkatkan keaktifan dari siswa khususnya kelas dasar, sehingga guru dapat mengevaluasi terhadap pembelajaran yang telah disampaikan. (cd2/lis)

Guru Kelas 1MI Karanganyar 02, Tirto, Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya