alexametrics

Media Konkret untuk Tingkatkan Pemahaman Pelajaran Matematika

Oleh: Pujiyono, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan suatu ilmu yang mendasari perkembangan teknologi. Mengingat pentingnya matematika, maka matematika diajarkan di semua tingkatan pendidikan. Materi pelajaran matematika di sekolah dasar mecakup tentang bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta statistika dasar.

Keberhasilan pembelajaran matematika diukur dari penguasaan konsep dan kemampuan siswa dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis, matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang tidak banyak disukai dan dianggap sulit oleh siswa.

Rendahnya pemahaman materi pelajaran matematika juga dialami oleh siswa kelas V SD Negeri 2 Ngampel Kecamatan Blora Kabupaten Blora pada semester 2 dalam materi sifat-sifat bangun ruang. Setelah melakukan refleksi, salah satu faktor penyebabnya adalah karena guru yang cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional yang bersifat satu arah. Pembelajaran yang berpusat pada guru ternyata sangat tidak efektif bagi pemahaman siswa. Kebanyakan siswa merasa bosan dan menjadi tidak tertarik terhadap pelajaran matematika.

Baca juga:  PTM Terbatas IPA Karakteristik Magnet Lebih Bermakna dengan GI Audio Visual

Berdasarkan pada kenyataan tersebut, penulis mencoba menggunakan media konkret untuk meningkatkan pemahaman siswa. Media konkret adalah segala sesuatu yang nyata dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan efisien menuju kepada tercapainya tujuan yang diharapkan.. Sebagai objek nyata, media konkret merupakan alat bantu yang bisa memberikan pengalaman langsung pada siswa.

Menurut Gatot Muhsetyo, dkk. (2007:2.3) media adalah alat bantu pembelajaran yang secara sengaja dan terencanadisiapkan atau disediakan guru untuk mempresentasikan dan/atau menjelaskan bahan pelajaran, serta digunakan siswa untuk dapat terlibat langsung dengan pembelajaran matematika.

Baca juga:  Tak Susah Belajar Pantun dengan Every One Is Teacher Here

Rodhatul Jennah (2009:79) bahwa objek adalah benda sebenarnya yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. Media konkret perlu digunakan untuk membantu peserta didik di dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Di dalam kelas, guru menerapkan media konkret pada materi sifat-sifat bangun ruang. Guru membagi siswa dalam 4 kelompok. Setiap kelompok, membuat satu bangun ruang dari kertas karton dan berdiskusi untuk mencari sifat-sifat bangun ruang yang telah dibuat. Hasil diskusi kelompok tersebut dipresentasikan di depan kelas. Sedangkan kelompok lainnya, menanggapi presentasi hasil diskusi kelompok tersebut. Dalam akhir pembelajaran, siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi dari keempat kelompok tersebut.

Penggunaan media konkret ternyata sangat efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran. Penggunaan media konkret terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam materi sifat-sifat bangun ruang. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar siswa yang sebagian besar (92%) dapat mencapai KKM. (rn2/zal)

Baca juga:  Pemanfaatan Google Form dalam Pembelajaran PJOK

Guru SDN 2 Ngampel, Blora

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya