alexametrics

Jelajah Literasi Mewujudkan Sekolah Humanis

Oleh : Sri Winarti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, HUMANIS berasal dari bahasa Latin humanus berarti manusia dan memiliki arti manusiawi atau sesuai dengan kodrat manusia (Mangunhardjana, 1997: 93). Sekolah humanis adalah sekolah yang mencintai, memberi kebebasan dalam berkreativitas sesuai dengan minat dan bakat peserta didik. Diperlukan usaha untuk menciptakan sekolah yang humanis dalam rangka menciptakan dunia pendidikan yang merdeka bagi siswa.

Sebagai manajer, kepala sekolah mempunyai peranan penting dalam rangka menciptakan dunia pendidikan yang merdeka. Hal ini dapat diimplementasikan melalui gerakan literasi dasar bagi peserta dididk. Merujuk dari regulasi yang baru, kepala sekolah tidak wajib mengajar di dalam kelas. Perannya difokuskan pada kegiatan manajemen sekolah. Namun hal tersebut tidak lantas melarang kepala sekolah masuk ke dalam kelas.

Selama ini kegiatan literasi dasar di sekolah hanya dilakukan olah guru kelas. Kepala sekolah hanya menggantikan kegiatan tersebut jika guru berhalangan hadir. Rendahnya minat baca siswa pun berdampak pada kemampuan literasi jauh dari harapan. Hal ini tentu tidak adil bagi peserta didik. Mereka tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang merdeka.

Baca juga:  Reward and Punishment, Tingkatkan Disiplin Kinerja Guru

Beranjak dari fakta dan problematika tersebut, Kepala SDN 3 Wonosari berinisiatif menyelenggarakan sebuah program Jelajah Literasi. Yakni merupakan program yang dilakukan dengan cara melaksanakan kegiatan literasi secara bergantian dan rutin tiap kelas. Melalui kegiatan tersebut, kegiatan literasi yang dilakukan kepala sekolah tidak sekadar menggantikan guru yang berhalangan hadir, tetapi juga sebuah kegiatan yang benar-benar dirancang dan terprogram untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar peserta didik.

Pelaksanaan program Jelajah Literasi dilakukan secara bergiliran setiap dua minggu sekali. Kepala sekolah menyusun jadwal masuk ke tiap kelas dan perangkat evaluasi. Sebagai contoh minggu pertama Februari 2022, kepala sekolah melakukan kegiatan literasi di kelas 3.
Langkah kegiatan literasi dimulai dengan siswa memilih buku bacaan yang mereka sukai di perpustakaan. Siswa mengamati dan membuka-buka buku sesuai yang diinginkan dan membacanya dengan suara nyaring.

Baca juga:  Cara Efektif Balajar Biologi dengan Metode Hypnoteaching

Bagi siswa yang kurang lancar membaca diberi kebebasan untuk membaca bagian bacaan yang disukai. Peran kepala sekolah melaksanakan pembimbingan membaca tanpa ada rasa takut pada diri siswa. Bagi siswa yang sudah lancar membaca, untuk mengetahui kemampuan literasinya dapat dengan cara memberi pertanyaan sesuai buku yang dibaca.

Misalnya tentang judul, tokoh, latar, watak, alur cerita, amanat, dan isi cerita. Kepala sekolah juga memberi kesempatan kepada siswa untuk menceritakan kembali isi cerita yang dibaca dengan bahasa mereka, siswa lain pun mempunyai kebebasan untuk menyampaikan pendapatnya. Pada akhir kegiatan literasi, kepala sekolah memberikan umpan balik dan reward.

Jelajah Literasi berprinsip humanis memberikan manfaat, selain menumbuhkan minat baca dan memberikan pengalaman yang berbeda kepada peserta didik, kegiatan ini juga memberi pengaruh psikis dan emosional peserta didik dan kepala sekolah. Kedekatan peserta didik dan kepala sekolah akan lebih terjalin karena adanya interaksi secara langsung.

Baca juga:  Belajar Vocabulary Lebih Menyenangkan melalui Fitur Voice Note WA

Dari program Jelajah Literasi yang telah dilakukan terlihat jelas kepemimpinan kepala sekolah tampak tatkala mampu menjadi problem solver dan figur yang berperan membawa perubahan di lingkungannya. Dari sanalah kepala sekolah selalu diingat dan dikenal di mata peserta didiknya sebagai pahlawan sejati. (kd/ida)

Kepala SDN 3 Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya