alexametrics

Mudahnya Meneladani Kisah Nabi Muhammad SAW dengan Metode Resitasi

Oleh: Siti Fatikhah, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk siswa. Pelajaran PAIBP tidak lagi mengutamakan pada penyerapan pengetahuan melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan pembentukan siswa yang berakhlak mulia (akhlakul karimah) sesuai yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Namun, faktanya PAIBP menjadi pelajaran yang hanya formalitas diajarkan oleh guru di dalam kelas. Sehingga minat siswa dalam PAIBP sangatlah minim. Kurangnya minat siswa dalam belajar PAIBP bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari metode pengajaran yang monoton yaitu metode ceramah, pembelajaran yang tidak menggunakan media, atau bisa jadi karena gurunya yang tidak mau belajar untuk menyulap kelas menjadi tempat yang menyenangkan.

Baca juga:  Kaya Perbendaharaan Kata dengan Cerpen Anak

Menciptakan kelas pembelajaran yang efektif dan menyenangkan tidak semudah membalikkan tangan Pada pembelajaran PAIBP siswa kelas V SD Negeri 04 Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan kadang merasa jenuh, bosan serta mengantuk sehingga minat belajarpun menurun. Hal ini, menjadikan penulis melakukan kontruksi pembelajaran dengan menerapan metode yang dipandang mampu merangsang minat siswa untuk aktif belajar yaitu dengan Metode Resitasi.

Metode resitasi merupakan metode pemberian tugas belajar. Djamarah (2006) menyatakan bahwa pengertian metode pemberian tugas belajar adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan belajar. Sudjana (2005) mengemukakan bahwa tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas bisa dilaksanakan dirumah, disekolah, di perpustakaan, dan ditempat lainnya.

Baca juga:  Wisata Virtual, Alternatif Media Pembelajaran Kepariwisataan di Masa Pandemi

Penerapan metode resitasi pada pembelajaran PAIBP siswa kelas V SD Negeri 04 Doro KD 3.3 mengetahui kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW, diawali dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil. Tiap kelompok diberikan tugas untuk mencari bahan di internet dan buku teks pelajaran PAIBP, lalu meringkas kisah Nabi Muhammad SAW dengan kata-kata sendiri dengan kreatifitas dan ketrampilan dalam mengelola bahasa yang runtut dan sesuai kaidah yang benar.

Pembelajaran menggunakan metode resitasi ini, siswa sangatlah antusias dan saling bekerjasama dalam menyelesaikan tugas. Setelah tugas selesai perwakilan dari salah satu anggota kelompok mempresentasikan hasil tugas kelompoknya.
.
Hasil penerapan metode resitasi pada pembelajaran PAIBP siswa kelas V SD Negeri 04 Doro KD 3.3 mengetahui kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW, sangat luar biasa. Penerapan metode resitasi dapat memupuk rasa percaya diri sendiri, memberi kebiasaan siswa untuk mencari, mengelola informasi dan mengkomunikasikan sendiri, meningkatkan minat belajar siswa, serta membina tanggung jawab dan disiplin siswa, selain itu siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran PAIBP. (wa1/zal)

Baca juga:  Padlet Solusi Berkolaborasi dalam Belajar Bahasa Inggris di Masa Pandemi Covid-19

Guru SDN 04 Doro, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya