alexametrics

Terapkan TGT Mempermudah Pembelajaran Siklus Hidup Hewan

Oleh : Swi Saptatiningsih,S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan salah satu indikator perkembangan dan kemajuan sebuah daerah. Pendidikan dikatakan berkualitas apabila terjadi penyelenggaraan pembelajaran yang efektif dan efisien dengan melibatkan semua komponen pendidikan. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah kesiapan guru dalam mempersiapkan anak didik melalui proses pembelajaran termasuk pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD). Pola pendidikan perlu dilakukan penyesuaian sesuai jenjangnya.

Usia anak didik SD masih tergolong usia anak-anak yang secara psikologis gemar bermain. Keinginan anak didik untuk bermain tersebut dapat diarahkan menjadi sebuah sarana pembelajaran. Belajar sambil bermain ini akan lebih bermakna dan menyenangkan bagi anak didik seusia SD. Akan tetapi, guru seringkali masih banyak ditemukan yang menerapkan proses pembelajaran seadanya. Model pembelajaran yang digunakan lebih banyak dengan model satu arah.

Hal ini berdampak terhadap rendahnya kualitas pembelajaran dan mengakibatkan rendahnya penguasaan dan pemahaman materi pembelajaran seperti yang terjadi di SDN Tanggeran, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.
Dampak tersebut berimbas kepada hasil belajar anak didik.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dengan “Maju Mundur Cantik”

Nilai rata-rata peserta didik masih banyak yang di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 70. Maka dari itu, sudah semestinya model konvensional yang lebih menekankan pada ranah kognitif diganti dengan model modern yang tidak hanya menekankan pada ranah kognitif saja, tetapi juga ranah afektif dan psikomotor.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, pembelajaran di SD sudah semestinya menyentuh ketiga ranah tersebut. Tentunya dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat menyentuh ketiganya. Model pembelajaran yang dimanfaatkan harus dapat melibatkan peserta didik dalam setiap tahapan proses pembelajaran.

Proses pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam setiap tahapannya disebut dengan pembelajaran kooperatif atau Cooperative Learning. Melalui pembelajaran kooperatif, anak didik akan diberikan tanggung jawab mengelola proses pembelajaran secara bersama dalam sebuah kerjasama. Masing-masing anak didik akan mendapatkan tanggung jawab yang sama untuk menyelesaikan tugasnya.

Baca juga:  Dengan Joyfull Learning Belajar Matematika Semakin Asyik dan Menyenangkan

Bern dan Erickson (2001:5) menjelaskan bahwa Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil dimana anak didik bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar. Salah satu model pembelajaran yang menggunakan prinsip pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament).

Penulis menerapkan model pembelajaran TGT pada materi IPA kelas empat tentang siklus hidup atau daur hidup Hewan di SDN Tanggeran, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Model pembelajaran TGT sangat tepat diterapkan pada proses pembelajaran anak didik jenjang SD. Anak didik akan merasa tertantang untuk berkompetisi dalam sebuah kelompok dengan kelompok lain sambil belajar.

Model pembelajaran TGT memiliki kelebihan-kelebihan yang banyak ketika diterapkan dalam proses pembelajaran. Kelebihan-kelebihan tersebut, pertama, peserta didik lebih meningkatkan pencurahan waktu untuk tugas. sehingga anak didik akan mendapatkan kenyamanan dalam pembelajaran. Kedua, model TGT sangat mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan individu. Ketiga, proses belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan dari anak didik. Keempat, mengajarkan anak didik untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain. Kelima, motivasi belajar lebih tinggi. Keenam, hasil belajar anak didik menjadi lebih baik. Ketujuh, dapat meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi.

Baca juga:  Whiteboard Animation Solusi Sulitnya Pembelajaran Perkembangbiakan Tumbuhan

Pemanfaatan model TGT dalam prakteknya ternyata berbanding lurus dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Pelaksanaan model pembelajaran TGT menjadi salah satu model yang tepat untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA. Anak didik sangat antusias dan aktif untuk menyampaikan pendapat. Hasil lembar kerja anak didik atau lembar evaluasi anak didik pada akhir pembelajaran sebagian besar anak didik mampu mengerjakan soal dengan baik dan benar. (rn2/ida)

Guru SDN Tanggeran, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya