alexametrics

Pembelajaran Kreativitas Tari di Sekolah Berbasis Pendidikan Karakter

Oleh: Eni Wahyuti R,SPd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Standar kompetensi dalam kurikulum seni budaya di sekolah menengah adalah mengapresiasi dan mengekspresikan diri melalui karya seni. Dalam mengapresiasi karya seni tari, yang dilakukan guru biasanya sekadar melihat tayangan video melalui layar LCD tanpa diikuti dengan diskusi dengan siswa. Sedangkan pada kegiatan mengekspresikan diri melalui karya seni, sering hanya membuat pola lantai atau menirukan gerak-gerak yang ada di Youtube.

Masih sedikit guru yang melaksanakan pembelajaran seni tari dengan memberikan muatan materi ajarnya yang mengarah pada sikap yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Sebagian besar guru hanya memberikan pembelajaran tari yang bersifat kognitif dan psikomotor.

Beberapa aspek karakter yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran antara lain: ketaatan beribadah, kejujuran, tanggungjawab, kerjasama dan hormat pada orang tua (Zuhdi:2011:3). Penanaman nilai dalam pendidikan karakter dapat dilakukan dengan menginventarisasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam berkesenian, baik substansi seninya maupun proses kegiatannya (Astuti,2011:266).

Dalam silabus seni tari kurikulum 2013 kompetensi dasar 4.1 adalah berkarya seni tari melalui pengembangan gerak berdasarkan konsep, teknik dan prosedur sesuai dengan hitungan . Disini jelas disebutkan bahwa siswa dituntut untuk berkarya dengan mengembangkan gerak secara kreativ. Namun demikian, masih banyak pembelajaran tari di sekolah-sekolah yang hanya menggunakan metode imitatif ,siswa menirukan gerak guru atau tari ciptaan orang lain melalui Youtube tanpa memberikan masukan dari ranah afektif yang menyertainya.

Baca juga:  Pembelajaran PPKN melalui Google Classroom

Di sini kelihatan adanya ketidak seimbangan antara kurikulum dengan kenyataan di lapangan yang bersumber dari terbatasnya kemampuan dan pengetahuan guru terhadap perkembangan pembelajaran Seni Tari. Fungsi seni sebagai media pendidikan, menjadikan seni memiliki pengaruh yang besar untuk membentuk moral dan perkembagan afektifnya.

Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru Seni Budaya SMA Negeri 8 Purworejo, pembelajaran kreativitas tari di sekolah berbasis pendidikan karakter dapat menjadi salah satu alternatif pembentukan sikap religius, perilaku sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi terhadap sesama, disiplin dan menghormati orang yang lebih tua. Untuk mewujudkan sikap tersebut, guru dapat memberikan pembelajaran kreativitas tari melalui alam sekitar yang berbasis pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah unuk membantu menemukan alternatif pembelajaran tari yang biasa dilakukan secara imititaif dan dapat mengurangi kejenuhan siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Baca juga:  Examples Non Examples, Tingkatkan Motivasi Mendeskripsikan Sifat Cahaya

Sikap Religius. Pembelajaran kreativitas tari di sekolah dilakukan dengan pengamatan alam sekitar, eksplorasi lingkunagn sekitar sekolah dan aspek yang dapat diintegrasikan yaitu memberikan ranah afektif pada sikap religius, mensyukuri keindahan alam, menjaga dan memanfaatkan alam tanpa merusaknya. Setiap kegiatan akan berlangsung, selalu diawali dengan berdoa sebagai langkah mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Mengembangkan Sikap Sopan Santun. Berlaku sopan terhadap guru maupun sesama teman, terlebih dalam berpakaian selama kegiatan eksplorasi/praktek, para siswa memakai pakaian praktek atau pakaian olahraga sehingga terasa nyaman dalam melakukan gerak-gerak tari. Dalam proses ini siswa juga bisa menghargai pendapat teman dengan tidak memaksakan kehendak.

Tanggungjawab.Siswa melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggungjawab, baik selama proses eksplorasi/pencarian gerak, penggabungan komposisi bersama kelompoknya dari latihan hingga penilaian.

Membangun Sikap Disiplin.Proses kreativitas tari pada tahap penggarapan yang dikerjakan siswa meliputi kerja eksplorasi dan improvisasi yang memudahkan siswa mencari perbendaharaan gerak. Disini siswa dituntut untuk disiplin dalam berproses, baik disiplin waktu maupun disiplin untuk mencapai target gerak yang diharapkan. Misalnya dengan membuat target eksplorasi/latihan kesekian harus sudah selesai.

Baca juga:  Metode Layanan Bimbingan dan Konseling Blended Learning di Era Industri 4.0

Meningkatkan Kebugaran. Pembelajaran kreativitas tari di sekolah berbasis pendidikan karakter mengikutsertakan siswa dalam aktivitas mengekspresikan hasil temuan gerak tarinya. Sehingga siswa memperoleh kepuasan dari aktivitas fisiknya melalui berolah seni.

Kurikulum menghendaki adanya proses kreatif dan proses kerja yang mengharuskan siswa aktif berperan dalam pembelajaran. Tidak hanya sebagai imitator tetapi juga sebagai kreator. Melalui pembelajaran kreativitas tari berbasis pendidikan karakter dalam penerapan proses kreatifnya dapat dilakukan secara kelompok, yang masing-masing anggota kelompok membuat gerak dari hasil pengamatan sekitar yang menitikberatkan pada ranah afektif. Aspek karakter dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan siswa dapat terbentuk karakter yang baik seperti yang diharapkan dalam undang-undang pendidikan. (p8.2/aro)

Guru Seni Budaya SMA Negeri 8 Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya