alexametrics

Meningkatkan Pemahaman Materi Munakhahat melalui Bagan Kekerabatan

Oleh : Drs Cipto Lelono, M.A

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Materi pernikahan merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik. Materi tersebut diajarkan pada kelas XII SMAN 5 Magelang tepatnya pada semester gasal. Pemahaman materi tersebut selain membahas tujuan, syarat dan rukunnya, juga menuntut peserta didik memahami kaidah tentang siapa saja yang boleh (bukan makrom) dan siapa saja yang yang tidak boleh (makrom) untuk dinikahi.

Maka guru PAI dituntut mampu mencari solusi dalam penggunaan media yang memudahkan pemahaman konsep materi di atas. Sebab selain materi tersebut menjadi bekal pengetahuan awal juga menjadi pedoman bagi mereka yang sudah berada pada usia balig. Oleh sebab itu pemahaman materi tersebut secara benar dan mendalam menjadi hal penting dalam memahami arti penting pernikahan menurut pandangan Islam.

Realita yang mengemuka di lapangan, dalam proses pembelajaran materi pernikahan secara khusus tentang materi makrom dan bukan makrom masih menggunakan penjelasan tentang “uraian materi” yang pada umumnya diambilkan dari buku paket. Padahal pembelajaran masih menggunakan daring. Akibatnya peserta didik mendapatkan penjelasan materi yang masih abstrak. Sebab guru tidak menggunakan alat bantu pembelajaran yang dapat membantu peserta didik memahami materi secara mudah dan konkret.

Baca juga:  Metode Penilaian Aspek Keterampilan Siswa melalui Youtube

Dalam rangka memberikan solusi masalah tersebut maka penulis sebagai guru PAI menggunakan alat bantu pembelajaran berupa ‘’Bagan Kekerabatan’’ dalam membahas materi pernikahan (secara khusus) pada sub materi makrom dan bukan makrom dalam pembelajaran daring.

Sistem kekerabatan merupakan sistem keturunan yang dianut suku bangsa tertentu berdasarkan garis ayah, ibu, atau keduanya. Sedangkan hubungan kekerabatan adalah salah satu prinsip dalam mengelompokkan individu ke kelompok sosial, peran, kategori dan silsilah (Gischa, Serafica Kompas.com, 14 Februari 2021).

Maka bagan kekerabatan adalah bagan yang berupa silsilah atau susunan tentang keturunan seseorang dalam kaitannya dengan keluarga besarnya. Melalui bagan tersebutseseorang mengetahui hubungan kekerabatannya, status maupun perannya di keluarga besar tersebut. Sehingga melalui bagan tersebut seseorang dapat mengetahui silsilah dan alur ikatan darahnya baik secara vertikal maupun horizontal.
Selanjutnya alur darah yang diketahui akan membantu peserta didik mengetahui status ikatan darahnya (makrom atau bukan makrom).

Baca juga:  Hafalan Rukun Iman Mudah melalui Media PPT Interaktif

Pemahaman tentang hal ini akan mendorong peserta didik memahami tentang siapa saja orang yang boleh dinikahi dan tidak boleh dinikahi dalam pandangan Islam.

Oleh sebab itu penerapan bagan kekerabatan dalam pembelajaran PAI perlu dilakukan. Setidaknya mempunyai beberapa kelebihan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh peserta didik. Yaitu memudahkan peserta didik mengetahui status seseorang dalam anggota kekerabatannya, memudahkan peserta didik memahami hubungan sosial seseorang dalam anggota kekerabatannya. Dan memudahkan peserta didik memahami siapa saja yang berstatus sebagai makrom dan bukan makrom dalam bagan kekerabatannya.

Secara implementatif dalam pembelajaran, bagan kekerabatan harus terintegrasi dengan langkah-langkah pembelajaran yang lain. Adapun tahap-tahap penerapan bagan kekerabatan dalam proses pembelajaran antara lain:

Pertama, guru membagikan resume materi tentang pernikahan. Resume materi disusun agar dapat memberikan pengetahuan awal kepada peserta didik tentang pernikahan. Sehingga ketika mereka membaca bagan kekerabatan, mereka dapat mengorelasikan pengetahuan yang terdapat di resume materi dengan konsep yang dituangkan dalam bagan kekerabatan.

Kedua, guru mengirimkan bagan kekerabatan kepada masing-masing peserta didik. Selanjutnya peserta mengamati bagan kekerabatan secara seksama. Langkah ini dilakukan agar peserta didik dapat mengidentifikasi bagan mana saja yang masuk kategori “makrom dan bukan makrom”. Langkah ini melatih peserta didik berpikir kritis dan analitik.

Baca juga:  Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Masa Pandemi

Ketiga, peserta didik menganalisis materi berdasar bagan kekerabatan. Langkah ini dimaksudkan agar peserta didik dapat secara mandiri menjelaskan, mengidentifikasi dan menganalisis tentang peran masing-masing personal berdasar status yang dimiliki. Langkah ini akan memberikan ruang secara leluasa agar peserta didik memahami dan menganalisis materi secara mandiri. Peran guru hanya sebagai fasilitator dan motivator dalam pembelajaran daring.

Keempat, peserta didik secara individual menyusun dan menyerahkan laporan analisis bagan kekerabatan kepada guru. Pada kesempatan lain, guru membahas secara perwakilan hasil analisis bagan kekerabatan.

Pada prinsipnya, bagan kekerabatan dapat digunakan untuk meningkatkan peserta didik dalam memahami materi pernikahan serta dapat menganalisis kasus yang diberikan oleh guru berdasar peran yang dimiliki masing-masing orang yang tertera pada bagan. (ml1/lis)

Guru PAI SMA Negeri 5 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya