alexametrics

Maket Kakbah dari Barang Bekas Mudahkan Pembelajaran Materi Haji dan Umrah

Oleh : Ni’mah Arini Himawati, S. Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.

Menurut Wikipedia, media pembelajaran interaktif adalah sebuah metoda pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/ materi pembelajaran seperti: buku, film, video dan sebagainya.

Pada dasarnya media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik sesuatu media pembelajaran akan membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu selain dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya, media harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, karakteristik peserta didik dan karakteristik mata pelajaran. Artinya bahwa media yang berkarakter adalah yang disesuaikan dengan kebutuhan, level, usia, kemampuan peserta didik dan tingkat kesulitan materi.

Menurut siswa salah satu mata pelajaran yang materinya cukup mudah, tetapi dalam memperagakan dan menerapkannya dalam kehidupan cukup sulit, yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Untuk mengatasi ini, guru PAI harus mencari solusi yaitu media yang tepat dan sesuai dengan tingkat kesulitan materi. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana dan media kompleks.

Baca juga:  Tak Bikin Bosan Belajar Matematika dengan Pendekatan RME

Media pembelajaran yang sederhana sesungguhnya tidak sulit untuk didapatkan dan tidak perlu harus mengeluarkan biaya besar (murah dan mudah memperolehnya). Di sekitar lingkungan kita banyak benda-benda atau barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi atau yang disebut dengan barang bekas, tetapi masih bisa dimanfaatkan. Barang-barang bekas ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Penulis sebagai guru PAI SMA Negeri 8 Purworejo memanfaatkan barang-barang bekas untuk dijadikan alat peraga sebagai media pembelajaran, yakni membuat maket kakbah serta batu Hajar Aswad dalam memperagakan pelaksanaan manasik haji dan umrah.

Maket adalah gambaran/bangunan sederhana. Maket kakbah dan batu Hajar Aswad adalah gambaran bangunan sederhana yang menggambarkan atau mirip dengan kondisi yang sebenarnya. Maket ini sebagai alat peraga dan kemudian dipraktikkan/diperagakan sebagaimana manasik haji.

Baca juga:  Kartu LN Alternatif Pembelajaran Kewenangan Lembaga-Lembaga Negara

Maket Kakbah dan Batu Hajar Aswad, menggunakan dari bahan-bahan bekas yang sangat sederhana diantaranya: kardus bekas, potongan triplek, karpet bekas, kertas emas, sutter/gunting solasi/lakban dan silotip. Kemudian didesain sedemikian rupa sehingga terwujud maket kakbah dan batu Hajar Aswad dengan wujud kecil (yang sebenarnya ukuran kakbah tinggi 15 meter lebar 8 x 8 meter dan jarak Shafa’ ke Marwah kurang lebih 400 meter).

Cara memperagakan alat peraga tersebut adalah dengan menjelaskan apa itu maket kakbah (Thawaf) yaitu mengelilingi kakbah sebanyak tujuh kali, dimulai dari tempat Hajar Aswad (batu hitam) tepat pada garis lantai yang berwarna coklat dengan posisi kakbah disebelah kiri dirinya (kebalikan arah jarum jam).

Baca juga:  Belajar Teks Prosedur Menyenangkan dengan Membuat Video

Selain itu juga untuk menjelaskan situasi bangunan yang berada disekitar kakbah seperti makan Ibrahim, Hijir Ismail, dan pintu kakbah. Apabila siswa sudah paham tentang bagaimana cara Thawaf yang benar, maka siswa diajak untuk mengadakan peragaan Thawaf dengan menggunakan alat peraga tersebut didalam kelas.

Maket kakbah dan batu Hajar Aswad, memegang peranan penting dan sangat membantu guru dalam mengajar,dan siswa dalam memahami serta mudah dalam menerima pelajaran yang diajarkan guru terutama materi haji dan umrah. Sehingga kegiatan belajar mengajar bisa lebih bermakna dan menyenangkan. Artinya tidak pasif dan hasil belajarpun bisa lebih meningkat. (p8.2/aro)

Guru PAI dan Budi Pekerti SMA Negeri 8 Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya