alexametrics

Aplikasi Scratch Jr Bantu Peserta Didik Kenali Logika Bahasa Pemrograman

Oleh : Dwi Maulana Saputra S.Pd.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERUBAHAN teknologi analog menuju digital telah mengubah peradaban manusia secara keseluruhan. Masyarakat diharuskan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi secara masif. Termasuk berimbas pada aspek pendidikan. Generasi muda harus siap menjawab tantangan dengan menyiapkan skill agar menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk profesi programer maupun ahli IT (Informatika dan Teknologi).

Menurut Kemeninfo, pada tahun 2017 negara Indonesia masih kekurangan SDM di bidang IT. Maka di dalam kurikulum 2013, mata pelajaran Informatika dimasukkan ke jenjang SD, SMP, dan SMA. Mata pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran yang dahulunya bernama TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Namun materi kedua mata pelajaran tersebut sangat berbeda. Dalam pelajaran TIK, peserta didik belajar mengoperasikan produk IT yang sudah siap digunakan. Sebaliknya dalam pelajaran Informatika, peserta didik belajar menciptakan atau created produk IT seperti aplikasi, website, dan perangkat lunak lainnya. Hal ini menjadikan produk IT membutuhkan ilmu logika yang cukup tinggi, terutama harus menguasai bahasa pemrograman yang berfungsi untuk menciptakan perangkat lunak.

Baca juga:  Hybrid Learning, Solusi Jitu Tingkatkan Partisipasi di Masa Pandemi

Untuk mempelajari mata pelajaran Informatika, peserta didik masih mengalami kesulitan belajar ilmu logika. Apalagi faktor penyebabnya ilmu logika masih sangat baru di kalangan peserta didik. Solusi untuk membantu peserta didik belajar bahasa pemrograman adalah menggunakan aplikasi yang gratis yaitu Scratch Jr produk dari MIT Media Lab.

Pada hakekatnya Scrath termasuk jenis bahasa pemrograman yang bersifat visual yang ditujukan bagi para pemula seperti anak-anak, khususnya peserta didik untuk belajar bahasa pemrograman tanpa harus menuliskan sintaks. Karena Scratch cukup merangkai block dari tools. Ini berbeda dengan bahasa pemrograman pada umumnya yang menuliskan sintaks untuk membuat aplikasi atau program.

Keuntungan aplikasi ini di antaranya bersifat free atau gratis, mudah didapatkan dari playstore untuk versi android serta dari situs www.scratch.edu.mit untuk versi windows. Scratch Jr memiliki fitur yang sangat sederhana sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak dan dapat dioperasikan secara offline.

Baca juga:  Trik Menarik Minat Peserta Didik untuk Bersemangat Belajar

Fungsi aplikasi ini untuk melatih anak-anak dalam belajar logika. Konsep dari aplikasi ini, peserta didik mampu memberikan perintah untuk membuat animasi sesuai perintah yang diinginkan. Ini memungkin peserta didik memahami logika sebagai dasar, sebelum belajar bahasa pemrograman.

Penggunaan Scrath Jr mengajarkan peserta didik bisa memberikan perintah mirip permainan merangkai puzle. Rangkaian setiap block-nya memiliki perintah yang bisa diatur sesuai keinginan peserta didik. Misalnya perintah motion untuk mengatur gerakan karakter peserta didik dapat mengatur berapa durasi gerakan bahkan titik koordinat XY sebagai arah gerakan. Selain itu peserta didik juga bisa memberikan beberapa efek seperti suara, teks, serta bisa mengganti karakter dan background yang diinginkan.

Pembelajaran mata pelajaran Informatika di MTsN Salatiga jenjang kelas VII untuk materi Pengenalan Visual menggunakan aplikasi Scratch Jr versi android. Setelah peserta didik selesai belajar algoritma dan flowchart. Kemudian peserta didik dikenalkan cara menginstal aplikasi, mengenal fungsi dari setiap tools, serta merangkai block. Sedangkan tiap block-nya sudah memiliki perintah, sehingga bisa memprogram karakter sesuai keinginan dari proses tersebut. Logika cara kerja bahasa pemrograman ini mampu dipahami dan dimengerti. Prinsipnya, peserta didik tinggal memasang block yang sudah disediakan di setiap tools yang ada.

Baca juga:  Pancasila Sarana Memperkuat Kebersamaan dalam Keberagaman

Setelah melaksanakan pembelajaran tersebut dengan media pembelajaran aplikasi Scratch Jr, peserta didik tidak mudah bosan. Bahkan termotivasi dan tidak menganggap pelajaran Informatika sulit dipelajari. Harapannya ke depan, peserta difik mahir belajar bahasa pemrograman yang bersintaks seperti Java, Bahasa C, HTML dan lain-lain. Menurut (Rahmatia, Manowati, & Darnius, 2017) salah satu fungsi dari media pembelajaran adalah memotivasi belajar kepada peserta didik. (tt1/ida)

Guru TIK/Informatika MTsN Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya