alexametrics

Sepuluh Menit Hapal Semua Alat-Alat Praktikum Kimia

Oleh : Markun, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada semester pertama tahun ajaran 2021/2022 sekolah sudah mulai mengadakan pembelajaran tatap muka (PTM), walaupun belum 100 persen. Siswa mulai membiasakan diri dalam kegiatan ini agar dapat mengikuti dengan baik. Pada semester kedua PTM di sekolah sudah boleh melibatkan siswa 100 persen. Pembelajaran mulai normal seperti sebelum pandemi, termasuk kegiatan praktikum. Kimia merupakan mapel yang melibatkan praktikum dalam pembelajarannya.

Kegiatan praktikum dilakukan pada materi kimia yang silabusnya terdapat kompetensi dasar (KD) inti 4 atau kompetensi keterampilan. Pelaksanaan praktikum berada di laboratorium kimia yang ada di sekolah. Hampir sebagian besar materi kimia mempunyai KD inti 4 (keterampilan) yang kegiatan belajar mengajarnya bisa dilaksanakan di laboratorium kimia.

Pada saat kegiatan praktikum dilaksanakan banyak siswa yang belum tahu akan nama alat dan bahan. Banyak siswa yang belum tahu fungsi dan cara menggunakan alat praktikum. Bahkan bahan-bahan yang digunakan siswa belum tahu sifat dan bahayanya. Jika siswa belum mengenal alat maka akan kesulitan menggunakan alat dengan benar. Siswa juga akan menghadapi risiko bahaya suatu bahan jika belum mengenal sifat bahan.

Baca juga:  Belajar Sistem Ekskresi Lebih Menarik dengan Liveworksheet

Dari keadaan tersebut akan menghambat kegiatan praktikum. Hal ini juga dialami oleh siswa SMAN 1 Muntilan ketika akan melaksanakan kegiatan praktikum pada tidak tahu cara menggunakan alat. Sehingga perlu dilakukan pengenalan bahan dan cara menggunakan alat-alat praktikum. Pengenalan alat dimaksud agar praktikumnya lancar dan mengurangi terjadinya kecelakaan.

Sebelum melakukan praktikum hal yang paling utama yang harus dipahami oleh praktikan adalah mengetahui terlebih dahulu nama-nama alat, fungsi, dan cara penggunaan alat-alat yang akan kita gunakan, agar praktikum yang akan dilakukan berjalan dengan baik (Setiawati, 2002).
Pengenalan alat-alat yang akan dipergunakan dalam laboratorium sangat penting guna kelancaran percobaan yang dilaksanakan di antaranya adalah menghindari kecelakaan kerja dan gagalnya percobaan.

Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika tidak sesuai dengan prosedur pemakaian. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum di laboratorium kimia (Maju, 2013).

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Substansi Genetik melalui STAD dan Animasi

Di laboratorium kimia pada SMAN 1 Muntilan alat-alat disiapkan satu set dalam baki atau keranjang. Tiap kelompok berjumlah 4 siswa memperoleh satu keranjang yang berisi satu set alat dan lembaran petunjuk praktikum. Siswa tidak boleh menyentuh alat sebelum guru mengijinkan. Bahan diletakkan di meja yang terpisah dari tempat praktikum untuk menjaga keamanannya.

Setiap sebelum praktikum disediakan 10 menit untuk mengenal alat praktikum. Penulis menanyakan pada siswa nama alat tertentu, dan menyuruh mengangkatnya untuk diperlihatkan. Masing-masing kelompok akan mencari alat yang dimaksud. Siswa mungkin ada yang belum tahu sehingga yang diangkat bukan yang dimaksud.

Tidak perlu disalahkan, cukup menunjuk siswa yang mengangkat betul. Kemudian siswa yang betul mengangkat alatnya diberi pertanyaan tentang bagaimana alat tersebut digunakan. Siswa akan mencari cara menggunakan alat dari buku maupun internet. Setelah 10 menit kegiatan pengenalan dihentikan dan dilanjuktkan kegiatan praktikum.

Misal pada praktikum dengan materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, alat yang dibutuhkan adalah : tabung reaksi, rak tabung reaksi, penjepit tabung reaksi, gelas ukur, gelas kimia, pipet volume, pipet tetes, lampu spirtus, kawat kasa da tripod.

Baca juga:  Menggunakan Aplikasi Canva dalam Pelajaran Seni Budaya

Sebelum praktikum dimulai penulis menanyakan mana yang disebut tabung reaksi. Banyak siswa yang sudah benar menunjukkan, tapi masih ada yang salah. Maka penulis menyebut nama siswa yang menunjukkan alat dengan betul. Kemudian disuruh menjelaskan cara menggunakan tabung reaksi dengan betul.

Selanjutnya penulis tanya lagi mana yang disebut gelas ukur, ternyata jumlah yang menunjukkan salah lebih banyak dari pada yang betul. Tanpa ditanya beberapa siswa sudah mencari cara menggunakan gelas ukur di internet. Sehingga siswa menjadi mengetahui cara menggunakan alat yang tersedia.

Pada praktikum dengan materi berbeda membutuhkan alat-alat yang berbeda. Dengan selalu menyediakan 10 menit untuk kegiatan pengenalan alat, maka siswa akan mengenal dan tahu cara menggunakan alat praktikum. Sehingga pemahaman siswa tentang alat menjadi banyak. Dengan memahami cara menggunakan alat maka praktikum menjadi lancar dan mengurangi terjadinya kecelakaan. (mn2/lis)

Guru Kimia SMAN 1 Muntilan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya