alexametrics

Model Pembelajaran Discovery Learning Tingkatkan Belajar Siswa

Oleh : Siti Musriatun S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN adalah proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dan pendidik, dan antara peserta dengan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar peserta didik dapat membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&Wells).

Memilih atau menentukan model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kondisi Kompetensi Dasar (KD), tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran, sifat dari materi yang akan diajarkan, dan tingkat kemampuan peserta didik. Di samping itu, setiap model pembelajaran mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang dapat dilakukan siswa dengan bimbingan guru. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik sebagaimana yang diterapkan pada kurikulum 2013, sebaiknya dipadukan secara sinkron dengan langkah/tahapan kerja (syntax) model pembelajaran.

Baca juga:  Guru Kreatif Menjadikan Pelajaran IPS menyenangkan

Kurikulum 2013 menggunakan tiga model pembelajaran utama (Permendikbud nomor 103 tahun 2014) yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial, serta mengembangkan rasa keingintahuan. Tidak semua model pembelajaran tepat digunakan untuk semua KD/materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal, jika menggunakan model pembelajaran tertentu. Oleh karenanya guru harus menganalisis rumusan pernyataan setiap KD.

Model pembelajaran discovery (penemuan) adalah model mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya. Yakni tidak melalui pemberitahuan, justru sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri. Dalam pembelajaran discovery (penemuan), kegiatan atau pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri. Dalam menemukan konsep, siswa melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan, dan sebagainya, untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip.

Baca juga:  Buku-e Meningkatkan Motivasi Belajar IPS Masa Pandemi Covid-19

Praktik pembelajaran yang dilakukan pada Januari 2022 di SDN 1 Banyutowo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, khususnya di kelas V diawali dengan observasi fenomena yang ada di lingkungan sekitar. Hasil analisis learner diversity ini menjadi dasar untuk merancang pembelajaran dengan Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning). Pembelajaran dengan KD 3.5 menganalisis hubungan antarkomponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar.

Muatan pelajaran IPA dirancang dengan melibatkan siswa untuk observasi lingkungan. Kemudian siswa diminta mengamati dan menganalisis tersebut lewat diskusi kelompok, sehingga menjadi gagasan-gagasan yang sesuai dengan topik pembelajaran. Hasilnya para siswa mengalami pembelajaran yang menyenangkan sehingga memiliki semangat mengikuti pelajaran. Tak kalah pentingnya, capaian akademik menunjukkan hasil yang baik. (wa1/ida)

Baca juga:  Tingkatkan Efektivitas Belajar Mencangkok melalui PJBL

Guru Kelas V SDN 1 Banyutowo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya