alexametrics

Penanaman Perilaku Santun pada Anak Usia Dini Berbasis Media Visual

Oleh: Suparmi, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tujuan utama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah membentuk anak Indonesia yang berkualitas. Yaitu, anak yang tumbuh dan berkembang sesuai tingkat perkembangannya. Sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar, serta mengarungi kehidupannya pada masa dewasa. Selain menjadi manusia yang cerdas, juga memiliki perilaku santun dan akhlak mulia.

Terlebih di zaman globalisasi seperti sekarang ini, sebagai guru harus mengikuti laju perkembangan zaman yang semakin kreatif dan dinamis. Akan tetapi, harus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya ketimuran yang memiliki budaya perilaku santun.

Penanaman perilaku santun ini diupayakan melalui pendidikan, di antaranya melalui pendidikan sejak masa anak usia dini. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pembelajaran anak usia dini harus benar-benar efektif. Ini bukanlah suatu hal yang mudah bagi penulis sebagai guru PAUD untuk menyajikan pembelajaran yang mampu menyampaikan nilai-nilai perilaku santun yang akhirnya akan menjadi karakter yang baik dalam kehidupannya kelak.

Baca juga:  Museum sebagai Sarana Pembelajaran IPS yang Menyenangkan

Guru berupaya menyajikan pembelajaran secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya perilaku santun. Di antaranya, dengan pembelajaran berbasis audio visual sebagaimana yang penulis laksanakan pada proses pembelajaran di TK Pertiwi, Desa Pagergunung, KecamatanPageruyung, Kabupaten Kendal, khususnya proses pembelajaran pada KD.4.2 yaitu menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia.

Ujiningsih (Niken & Siti & Sadiman; 2014 ) berpendapat bahwa perilaku sopan santun adalah perilaku seseorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai menghormati, menghargai, tidak sombong dan berakhlak mulia. Dan sopan santun merupakan istilah bahasa Jawa yang dapat diartikan sebagai perilaku seseorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai menghormati, menghargai, dan berakhlak mulia, serta dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari masyarakat itu. Pembiasaan perilaku santun ini perlu ditanamkan sejak usia dini dan salah satunya diajarkan sejak pendidikan anak usia dini.

Baca juga:  Membentuk Karakter Peduli Lingkungan di Taman Kanak-Kanak

Menurut Wati (2016: 44-45) mendefinisikan media audio visual adalah sebuah alat bantu yang dipergunakan dalam pembelajaran untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menyampaikan pengetahuan, sikap, dan ide dalam pembelajaran. Mengingat penanaman perilaku santun dan akhlak mulia suatu hal yang penting, maka dalam penyampaian materinya pun harus dipersiapkan.

Salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran video visual, sehingga peserta didik di dalam menerima pesan pembelajaran tidak hanya mendengar, tetapi melihat sehingga selain bisa menirukan seperti halnya dengan mengucapkan dan juga mencontoh.

Sebagai contoh, guru memberikan video pembelajaran tentang ucapan terimakasih saat ditolong, mengucapkan kata maaf, dan lain sebagainya. Peserta didik dipandu oleh guru untuk mengulang-ulang kata-kata pendek tersebut serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, melalui pembelajaran berbasis media audio visual ini proses pembelajaran khususnya pada penanaman perilaku santun pada anak usia dini akan lebih jelas, sehingga peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik tanpa ada kesalahpahaman dalam penerimaan materi. Selain mendengar peserta didik juga dapat melihat secara langsung melalui media audio visual.

Baca juga:  Mengembangkan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita

Dengan demikian, tujuan pembelajaran akan tercapai dan proses pembelajaranpun lebih menyenangkan karena peserta didik dapat menyaksikan tayangan video yang disukainya. (kd/aro)

Guru TK Pertiwi Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya