alexametrics

Serunya Memilih Prodi Perguruan Tinggi melalui Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi

Oleh : Marfungatun, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Banyak siswa SMA Negeri 1 Dukun mengalami kesulitan dalam memilih jurusan program studi di perguruan tinggi (PT) setelah lulus. Melihat kondisi tersebut, guru bimbingan dan konseling (BK) memberi motivasi dalam pelaksanaan layanan untuk menumbuhkan bakat dan minat serta kemampuan yang sesuai dengan passion siswa. Supaya yakin akan pilihan prodi yang akan diambil di PT.

Siswa diberi layanan yang menarik yaitu layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi agar siswa dapat menentukan jenis pilihan prodi di PT. Dapat memilih prodi yang tepat sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan.

Prayitno (1995:178) mengemukakan bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Artinya, semua peserta dalam kegiatan kelompok saling berinteraksi, bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran, dan lain sebagainya. Apa yang dibicarakan itu semua bermanfaat untuk peserta yang bersangkutan dan untuk peserta lainnya.

Dengan demikian bimbingan kelompok adalah proses pemberian informasi dan bantuan yang diberikan seorang ahli, dalam hal ini guru pembimbing, pada sekelompok orang atau siswa dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Sedangkan teknik diskusi merupakan proses interaksi dan bertukar pendapat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk membahas suatu permasalahan tertentu.

Baca juga:  Membentuk Profil Pelajar Pancasila melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Proyek

Diskusi kelompok merupakan suatu cara dimana siswa memeroleh kesempatan untuk memecahkan masalah secara bersama- sama (Tohirin, 2007: 291). Layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi merupakan cara komunikasi antar-anggota kelompok dalam memahami topik atau mengembangkan keterampilan tertentu secara bersama-sama dengan mengutarakan masalah, ide-ide, saran, dan saling menanggapi satu sama lain untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan melibatkan tiga orang atau lebih didasarkan pada data dan pengalaman dibawah seorang pemimpin (moderator) guna mencapai tujuan tertentu.

Layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan orang banyak. Beranggotakan 5-6 orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok yang dipimpin 1 orang pemimpin yang di dalamnya saling berpendapat, memberikan informasi dan membahas topik tertentu untuk pengembangan pribadi, sosial, belajar dan karir siswa.

Baca juga:  Mudah Pahami Materi Kondisi Alam Negara-Negara di Dunia dengan TTS

Tujuan layanan ini untuk meningkatkan berkembangnya sosialisasi maupun kemampuan komunikasi dari anggota kelompok. Dan akan meningkatkan kemampuan serta pengetahuan.

Bimbingan kelompok dengan teknik diskusi memberi kesempatan siswa untuk mengkaji layanan suatu topik tentang prodi prodi di perguruan tinggi.
Membahas permasalahan secara bersama-sama dengan memanfaatkan dinamika kelompok memungkinkan siswa secara aktif berkomunikasi dengan anggota kelompok yang satu dengan kelompok yang lain secara bertukar pendapat atau gagasan yang pada akhirnya siswa akan memiliki kemampuan terampil berpendapat. Memilih yang lebih baik dalam mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi yaitu pemilihan prodi di perguruan tinggi.

Pelaksanaan layanan di kelas dibentuk kelompok-kelompok untuk melaksanakan diskusi. Hasilnya dipresentasikan di depan kelas secara bergantian. Siswa mampu mengidentifikasi prodi apa saja yang sesuai bakat, minat serta kemampuan yang dimiliki. Dengan layanan tersebut siswa bisa saling termotivasi dan menumbuhkan sikap menghargai satu dengan yang lain. Bisa saling mengungkapkan kekurangan satu sama lain.

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, siswa jadi semakin percaya diri untuk melangkah ke depan dan semakin tidak ada keraguan dalam memilih program studi karena merasa mampu dalam menentukan prodi yang sesuai dengan bakat minat yang diinginkan.

Baca juga:  Scramble Menyenangkan Diterapkan Matematika Kelas Rendah

Jika permasalahan ini belum terselesaikan atau belum terpecahkan dalam kegiatan layanan kelompok dengan teknik diskusi, bisa dilanjutkan dengan layanan konseling individu.

Setelah melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi, pemahaman siswa mengenai informasi, program studi di perguruan tinggi lebih baik dan bisa menentukan jurusan sesuai bakat, minat serta kemampuannya.

Sebelum dilakukan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi, siswa belum begitu memahami prodi di perguruan tinggi. Setelah dilakukan layanan dan dilanjutkan dengan presentasi masing-masing kelompok, siswa dapat memahami dan bisa menentukan jurusan sesuai bakat, minat serta kemampuan yang dimiliki.

Dengan kemampuan masing-masing, siswa lebih mantap dalam pengambilan prodi di perguruan tinggi untuk mempersiapkan karir atau pekerjaan yang diinginkan. (mn1/lis)

Guru BK SMAN 1 Dukun, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya