alexametrics

Menggunakan Bahasa Slang di Kalangan Remaja

Oleh : Suparni, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa nasional pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia lahir atau dikukuhkan tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945 (KBBI). Sebelum menjadi bahasa Indonesia seperti sekarang , bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu. Seiring berjalannya waktu kedudukan bahasa Indonesia semakin kuat.

Masyarakat mulai banyak yang menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tetap saja bahasa daerah masih tumbuh seiringan dengan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia dikenal dalam dua bentuk yaitu bahasa Indonesia baku dan tidak baku.

Bahasa Indonesia baku adalah bahasa yang memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, biasanya digunakan dalam situasi yang formal atau resmi. Sedangkan , bahasa Indonesia yang tidak baku adalah bahasa yang tidak memenuhi kaidah berbahasa yang baik dan benar. Biasanya digunakan dalam situasi tidak formal atau santai.

Baca juga:  Serunya Memilih Prodi Perguruan Tinggi melalui Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi

Bahasa tidak baku banyak digunakan oleh para remaja. Penggunaan bahasa Indonesia baku tidak berarti baik. Adapun bahasa yang baik adalah bahasa yang situasional, artinya penggunaan bahasa disesuaikan pada situasi ketika penutur atau mitra tutur berbicara (Ardila, Agustine, and Rosi, 2018).

Penggunaan bahasa tidak baku di kalangan remaja dikenal dengan istilah slang. Bahasa muncul akibat pengaruh lingkungan. Bahasa slang terbentuk berdasarkan konvensi di antara pengguna bahasa. Yang dimaksud konvensi adalah kesepakatan. Artinya para pengguna bahasa (baca: remaja) telah menyepakati untuk menggunakan bahasa slang tersebut dalam lingkungan pergaulannya (Bachman, 1990).

Misalnya, kata “mager” yang merupakan kepanjangan dari “malas gerak”. Dari satu contoh di atas kita telah dapat menyimpulkan bahwa bahasa slang terbentuk dari beberapa kata yang disingkat. Contoh lain yang paling sederhana dan sering kita gunakan adalah penggunaan kata “gue” dan kata “elo”. Kedua kata di atas berasal dari kata “saya” dan kata “anda” atau kata “aku”dan kata “kamu”. Kata “gue” dan kata “elo” tidak hanya digunakan oleh remaja di kota, remaja di daerah-daerah pun telah menggunakannya. Berikut merupakan contoh-contoh bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Implementasi E-Learning Moodle Tingkatkan Aktivitas Belajar Matematika

Shaae yang artinya biasa saja, leh ugha yang artinya boleh juga, baryaw yang artinya sabar ya, met bobo yang artinya selamat tidur, yank yang artinya sayang.

Bahasa slang digunakan karena bahasa yang mudah diterima dan dipahami oleh para remaja. Mereka sering menggunakan bahasa tersebut baik secara langsung ataupun tidak langsung . Seperti bahasa yang mereka gunakan di social media atau bahasa yang mereka gunakan saat chattingan dengan teman-teman remaja, mereka itu merupakan pengguna bahasa slang secara tidak langsung.

Banyak para remaja yang menggunakan bahasa slang dengan update-an mereka di media sosial. Tetapi ada saja mereka yang tidak mau disebut menggunakan bahasa slang padahal tanpa mereka sadari, menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak dipungkiri bahwa bahasa slang adalah bahasa kaum remaja. Dalam komunikasi kita kaitkan dalam teori komunikasi kelompok karena pengertian komunikasi kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama dan mengenal satu sama lain.

Baca juga:  Berkorespondensi Surat Resmi Lebih Menyenangkan dengan Peer Deck

Dalam pengertian tersebut artinya remaja adalah sekumpulan orang yang biasa disebut kesetiaan yang memiliki bahasa yang mereka sepakati sebagai bahasa yang mudah mereka pahami, berinteraksi antarsesama remaja (Mulyana, 2008). Seperti halnya siswa di SMAN 1 Dukun. (mn1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Dukun, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya