alexametrics

Penggunaan Animasi Model Tingkatkan Hasil Belajar Materi Tata Surya

Oleh : Uswatun Khasanah S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN IPA harus diajarkan baik sebagai produk maupun sebagai proses. Produk IPA terdiri atas fakta, konsep, prinsip, prosedur, teori, hukum, dan postulat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak guru yang mengajarkan IPA hanya sebatas IPA sebagai produk. Siswa jarang diajak untuk melakukan pembelajaran sebagai proses sehingga siswa kerap kali mempelajari IPA sebatas teori dan hukum-hukum, serta postulat-postulat dalam IPA.

Pembelajaran yang bersifat teacher centered, di mana guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual akan berdampak pada kurang berkembangnya sikap ilmiah siswa. Hal ini dikarenakan peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah, peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya, cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor.

Baca juga:  Dukungan Psikologis Awal Siswa dengan Bimbingan Kelompok

Kenyataan bahwa hasil belajar siswa masih rendah tersebut mendorong diperlukannya suatu perbaikan pembelajaran guna meningkatkan sikap ilmiah pada siswa. Salah satu model pembelajaran yang dipandang dapat mendorong berkembangnya sikap ilmiah adalah animasi model. Melalui pembelajaran animasi model, siswa dapat berperan sebagai modelnya menggantikan peredaran bumi dan matahari sebagai pusat tata surya.

Animasi model dilakukan oleh beberapa siswa. Dalam satu kelompok delapan orang siswa bergandengan tangan membentuk lingkaran dengan posisi saling membelakangi. Salah satu siswa berdiri di luar lingkaran dan meyalakan senter, seolah-olah menjadi matahari. Arahkan nyala senter pada siswa yang membentuk lingkaran.

Siswa yang terkena cahaya senter mengalami siang dan yang tidak terkena cahaya mengalami malam. Siswa yang mengalami pagi hari mengatakan selamat pagi, yang mengalami siang mengatakan selamat siang, sore mengatakan selamat sore, dan malam mengatakan selamat malam. Siswa yang membentuk lingkaran untuk selalu berputar dari arah barat ke timur berlawanan dengan arah perputaran jarum jam.

Baca juga:  Belajar Energi dan Perubahannya melalui Pembelajaran Berbasis Proyek

Seandainya siswa yang membentuk lingkaran dianalogikan sebagai bumi, maka akan terjawab kala rotasi bumi, gerak semu harian matahari yang terlihat bergerak dari timur ke barat. Kejadian yang sebenarnya adalah bergeraknya bumi mengelilingi matahari atau berotasi dari barat ke timur. Hasil belajar merupakan sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa dari proses belajar. Menurut Sudjana (2012:3) pada hakikatnya hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris.

Dengan animasi model, memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Siswa diberikan kesempatan untuk tampil menjadi model sehingga dapat berperan sebagai objek sekaligus sebagai subjek pembelajaran. Siswa dapat mengamati, mengalami, dan mempelajari sendiri secara langsung tentang materi tata surya. Khususnya pada materi rotasi bumi dan juga akibat dari rotasi bumi. Dengan kata lain, siswa diajak melakukan percobaan untuk menguji kebenaran prediksi yang mereka sampaikan.

Baca juga:  Belajar Tekanan Melalui Media Sosial

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, 1) aktivitas belajar IPA siswa dengan penerapan animasi model lebih tinggi daripada aktivitas belajar IPA siswa dengan penerapan model pembelajaran konvensional. 2) Hasil belajar IPA siswa dengan penerapan animasi model lebih tinggi daripada hasil belajar IPA siswa dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa, penerapan animasi model terbukti efektif terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. (nov2/ida)

Guru IPA SMPN 6 Petarukan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya