alexametrics

Penghapus Deg-Deg-An Tingkatkan Kemampuan Siswa Pahami Teks Report

Oleh : Ary Rokhadiyati S.Pd M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu Kompetensi Dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada pelajaran bahasa Inggris adalah menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks information report lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana terkait topik yang tercakup dalam mata pelajaran lain di kelas IX.

KD ini seringkali dianggap sulit dan tidak menarik bagi sebagian besar peserta didik. Dari berbagai kajian dan pengalaman lapangan yang dilakukan guru pelajaran bahasa Inggris membuktikan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menangkap makna atau membaca teks khususnya teks report.

Teks report adalah teks dalam bahasa Inggris yang menjelaskan mengenai hal mendetail dari suatu objek. Penjelasan dalam teks report merupakan hasil pengamatan, penelitian, observasi maupun studi mengenai berbagai macam hal. Kesulitan memahami atau mengangkap makna teks information report dibuktikan dengan banyaknya peserta didik yang belum mencapai KKM pada beberapa kali ulangan harian terkait dengan materi teks report.

Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi guru pengampu mata pelajaran bahasa Inggris untuk membuat materi memahami teks report menjadi lebih mudah, menarik, dan menyenangkan bagi peserta didik. Guru harus terus mencoba menemukan inovasi dan menerapkan berbagai macam metode pembelajaran agar peserta didik merasa tertarik atau bahkan menyukai materi pelajaran yang disampaikan.

Baca juga:  Atasi Kesulitan Belajar Bangun Ruang dengan Video Pembelajaran

Wina Sanjaya mendefinisikan inovasi pembelajaran sebagai suatu ide, gagasan atau tindakan-tindakan tertentu dalam bidang kurikulum dan pembelajaran yang dianggap baru untuk memecahkan masalah pendidikan (2010:317-318).
Agar peserta didik merasa lebih tertarik pada proses belajar pada materi memahami teks report, berbagai metode pembelajaran sudah pernah dicoba untuk digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Bawen. Dari pengalaman lapangan yang dilakukan ternyata metode permainan “penghapus deg-degan” dapat membuat peserta didik tertarik, tidak bosan, dan justru tertantang untuk mempelajari materi ini lebih jauh. Permainan ini dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami teks report. Guru menggunakan model pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran menulis teks recount.

Langkah pertama yang dilakukan guru adalah memberikan sebuah teks report kepada peserta didik. Dengan bimbingan guru, peserta didik melakukan tanya jawab terkait dengan teks report yang disajikan tersebut. Setelah tanya jawab, guru membagikan daftar kata-kata sulit (vocabulary) yang ada dalam teks. Tugas berikutnya guru meminta peserta didik mengartikan daftar kata sulit yang diberikan sebelumnya selama beberapa menit dan daftar kata tersebut akan disimpan untuk beberapa saat. Selanjutnya guru mempersiapkan sebuah penghapus papan tulis yang masih baru dan memutarkan sebuah lagu dari handphone guru.

Baca juga:  Eksistensi Video Tutorial dalam Mendukung Pembelajaran Digital

Lagu yang diputar tersebut akan di-pause beberapa kali seiring dengan beredarnya penghapus. Penghapus ini diedarkan pada peserta didik secara mengular dari tempat duduk paling depan sampai ke tempat duduk paling belakang. Selama beredarnya penghapus papan tulis, lagu akan diputar dan di-pause beberapa kali oleh guru. Siswa yang mendapatkan penghapus papan tulis ketika lagu di-pause harus menjawab arti satu kata yang ada pada daftar kata sulit yang sudah diberikan sebelumnya.

Jika tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan, peserta didik akan mendapatkan stiker warna merah dari guru, namun jika bisa menjawab pertanyaan dengan benar guru akan memberikan stiker istimewa kepada peserta didik tersebut. Tentu saja peserta didik akan merasakan berdebar-debar selama beredarnya penghapus dan berputarnya lagu. Berdebar dalam bahasa Jawa disebut dengan deg-deg-an, sehingga metode ini diberi nama Penghapus Deg-Deg-an. Dalam kegiatan ini guru melakukan observasi terkait dengan keaktifan siswa dalam berusaha mengartikan makna kata yang ada dalam teks sehingga guru bisa mendapatkan nilai sikap dari kegiatan tersebut.

Baca juga:  Alat Musik sebagai Media Pembelajaran

Ketika permainan ini berakhir, guru kembali memberikan beberapa teks report dan beberapa pertanyaan terkait teks tersebut untuk mengukur pemahaman peserta didik atas teks report tersebut. Guru dapat mengambil nilai kognitif dari benar atau tidaknya jawaban siswa atas pertanyaan yang diberikan. Nilai keterampilan didapatkan pada saat peserta didik membacakan hasil jawaban secara nyaring sehingga bisa dinilai lafal atau pronounciation.

Dari kegiatan ini terindentifikasi peserta didik terpacu untuk memperhatikan daftar kata sulit yang diberikan karena mereka takut akan mendapatkan stiker warna merah dari guru. Permainan ini juga memacu peserta didik untuk lebih percaya diri, antusias dan aktif untuk mengetahui makna kata dan mendapatkan stiker istimewa dari guru.

Pada tahap evaluasi guru sudah mempersiapkan beberapa soal pilihan ganda terkait dengan beberapa materi teks report yang harus dikerjakan oleh peserta didik sebagai ulangan harian KD Report teks. Permainan penghapus deg-deg an ini ternyata sangat membantu peserta didik dalam membaca dan memahami teks report. (ump1/ida)

Guru SMP Negeri1 Bawen, Kab. Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya