alexametrics

Meningkatkan Pemahaman Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi

Oleh : Sri Retno Dewi, S.S.,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan adalah hal yang utama di dalam kehidupan sekarang ini. Melalui proses pendidikan yang baik, akan menghasilkan produk pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, terlebih lagi pada era globalisasi sekarang ini yang menuntut sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan cepat beradaptasi pada kemajuan.

Melalui pendidikan akan menghasilkan tenaga terampil dalam bidang masing-masing atau dengan kata lain lulusan dari proses pendidikan, dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing tidak hanya di dalam negeri, tetapi secara internasional.

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada bab I pasal 1 menyatakan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang-Undang, 2012:60).

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Pecahan dengan Problem Based Learning

Pembelajaran di kelas merupakan proses interaksi siswa dan guru, dimana guru sebagai fasilitator siswa dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang baik yang melibatkan interaksi siswa yang aktif sehingga kondisi pembelajaran di kelas bisa dinamis.

Materi Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi, guru masih menggunakan metode pembelajaran ceramah dengan penekanan pada kemampuan siswa dalam menghafal urutan waktu, tahun, dan rentetan peristiwa sejarah. Sehingga siswa kelas V SDN Banyurojo 1 masih kurang memahami makna nilai-nilai kepahlawanan.

Bahkan masih sedikit yang mengenal sosok pahlawan tersebut. Penanaman sikap luhur dan nilai-nilai kepahlawanan tentu akan semakin mudah tersampaikan kepada siswa apabila didukung dengan metode pembelajaran yang sesuai.
Penentuan metode yang akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran akan sangat menentukan berhasil atau tidaknya pembelajaran yang berlangsung. Metode pembelajaran yang menitikberatkan peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar adalah metode role playing.

Baca juga:  Pembuatan Denah Rumah, Kenalkan Geografi Sejak Dini

Metode yang tepat dan menarik agar siswa terlibat dalam pembelajaran yang lebih aktif sehingga peserta didik memahami materi secara keseluruhan. Arti role secara harfiah adalah peranan, dan play adalah bermain. Role playing merupakan suatu model penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa dengan cara siswa memerankan suatu tokoh baik hidup maupun tokoh mati (Komalasari, 2014).

Metode role playing mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran, penguasaan bahan pelajaran berdasarkan pada kreatifitas serta ekspresi siswa dalam meluapkan imajinasinya terkait dengan bahan pelajaran yang ia dalami tanpa adanya keterbatasan kata dan gerak, namun tidak keluar dari bahan ajar.

Siswa akan berperan sebagai tokoh dalam cerita tersebut yang berkaitan dengan materi peristiwa menjelang dan sesudah pembacaan teks proklamasi. Dalam cerita tersebut ada siswa yang berperan sebagai Ir. Soekarno, bung Hatta serta semua tokoh lainnya yang terlibat. Sebelum bermain peran dimulai guru memberikan penjelasan materi terlebih dahulu. Langkah-langkah role playing adalah menetapkan topik/masalah serta tujuan yang hendak dicapai. Guru memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akan disimulasikan. Menetapkan pemain yang akan terlibat dalam simulasi, peranan yang harus dimainkan oleh para pemeran, serta waktu yang disediakan.

Baca juga:  Penerapan Problem Based Learning dalam Pembelajaran IPS

Pembelajaran menggunakan model role playing berdampak pada perubahan situasi di kelas. Perubahan kondisi siswa antara lain menjadi sangat aktif, sangat antusias dan sangat bersemangat. Kondisi kelas menjadi sangat menyenangkan, kondusif dan bermakna. Hal ini dapat menyebabkan kemampuan kerja sama, pemahaman materi dan hasil belajar menjadi meningkat. (mn1/lis)

Guru SDN Banyurojo 1, Mertoyudan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya