alexametrics

Pembelajaran Materi Koperasi dengan Metode Role Playing

Oleh : Dra. E. Ismiyati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 dalam lampirannya mengenai Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan hendaklah diselenggarakan secara integratif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang. Motivasi perlu diberikan kepada peserta didik agar berperan aktif, serta memberikan kesempatan yang cukup untuk prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Menurut Siagian (2006) pengertian pendidikan adalah keseluruhan proses teknik dan metode belajar dalam rangka mengalihkan suatu pengetahuan dari seseorang kepada orang lain sesuai standar yang telah ditetapkan. Keberhasilan peserta didik dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah penggunaan metode dalam pembelajaran.

Di Indonesia, pemerintah menerapkan kurikulum pendidikan baru yaitu kurikulum K13 bagi semua sekolah. Sekolah Menengah Atas membagi penjurusan sejak pertama kali siswa masuk ke dalam jurusan IPA dan IPS. Dalam pembelajaran jurusan IPS terdapat mata pelajaran ekonomi yang perlu dipahami dengan lebih mendalam oleh siswa IPS.

Baca juga:  Mudahnya Belajar Siklus Akuntansi via Tutorial YouTube

Salah satu materi dari pelajaran Ekonomi tersebut mengenai koperasi. Materi koperasi bagi siswa SMA IPS kelas X terdiri dari pengertian, pendirian, tugas dan wewenang perangkat koperasi, dan hal-hal lain terkait dengan koperasi. Namun, dalam proses pembelajaran yang terjadi di SMAN 1 Dukun, Kabupaten Magelang materi koperasi khususnya tugas dan wewenang perangkat koperasi masih sulit tersampaikan dan sulit dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, perlu adanya metode role playing untuk memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh penulis dalam melaksanakan metode role playing untuk memudahkan pemahaman materi koperasi adalah sebagai berikut : langkah pertama penulis memberikan cerita mengenai situasi sosial yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan siswa. Langkah kedua siswa berdiskusi untuk menentukan peran pelaku dalam situasi sosial yang telah diberikan oleh penulis sebelumnya.

Baca juga:  Menggunakan Bahasa Slang di Kalangan Remaja

Langkah ketiga adalah siswa mempersiapkan diri untuk peran yang akan dilakukan. Langkah keempat siswa mulai bermain peran dengan menerapkan salah satu materi koperasi yaitu konsep Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam koperasi. Kelima, ketika permainan tersebut berlangsung, penulis perlu memantau jalannya permainan tersebut sehingga dapat berjalan sesuai dengan materi dan benar.

Langkah keenam adalah penulis mengakhiri permainan peran tersebut dengan melakukan diskusi. Langkah ketujuh, siswa memberikan tanggapan mengenai permainan peran yang telah dilakukan. Langkah terakhir, siswa membuat kesimpulan mengenai hasil dari permainan peran tersebut.

Role playing memberikan berbagai keunggulan dalam proses pembelajaran. Keunggulan yang diperoleh dengan adanya role playing adalah membuat siswa dapat memahami materi tersebut dengan baik. Sehingga ingatan siswa tersebut dapat bertahan lama, menarik perhatian para siswa. Dengan begitu pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan siswa dapat lebih berperan aktif dalam belajar. Menumbuhkan rasa percaya diri dan juga kebersamaan siswa karena harus bermain peran antarsiswa mengenai materi pelajaran tersebut.

Baca juga:  Menariknya Materi Permainan dengan Metode Role Playing

Dengan menerapkan metode role playing ini, siswa kelas X IPS di SMAN 1 Dukun, Kabupaten Magelang menjadi termotivasi untuk lebih berperan aktif dalam pembelajaran. Dengan aktifnya siswa saat pembelajaran, siswa dapat memahami materi lebih baik serta prestasi yang dihasilkan pun dapat meningkat. Metode pembelajaran role playing ini bermanfaat bagi penulis untuk membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan mudah dipahami serta memberikan variasi dalam proses pembelajaran yang ada. (mn1/lis)

Guru Ekonomi SMAN 1 Dukun, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya