alexametrics

Pentingnya Supervisi Akademik di Sekolah

Oleh: Mokh. Darsono, S.Pd, M.M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, GURU sebagai pendidik ataupun pengajar merupakan faktor penentu keberhasilan pendidikan di sekolah. Tugas guru yang utama adalah memberikan pengetahuan (cognitive), sikap/nilai (affective) dan keterampilan (psychomotoric) kepada peserta didik. Tugas guru dilapangan mengajar dan mendidik. Berkaitan dengan hal tersebut guru harus memiliki kompetensi dan inovasi tinggi dalam kegiatan belajar mengajar.

Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, Kompetensi profesional, dan Kompetensi sosial (PP nomor 19 tahun 2005 pasal 28 ayat 3). Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 10).

Guru memiliki tanggung jawab yang besar karena guru harus mengetahui, serta memahami nilai, norma moral, dan sosial, serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru juga harus bertanggung jawab terhadap segala tindakan atau kegiatan dalam proses pembelajaran di sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga:  Ribuan Santri di Batang Ramaikan Brokoh Bersholawat

Keberhasilan seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran ditentukan oleh Kompetensi profesional. Dalam Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 28 ayat 3 butir c dikemukakan bahwa kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan.

Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dasar melaksanakan tugas guru yang dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program pembelajaran, kemampuan melaksanakan atau mengelola proses pembelajaran, dan kemampuan menilai proses dan hasil pembelajaran.

Untuk mengetahui kompetensi profesionalnya maka sekolah mengadakan kegiatan supervisi akademik terhadap guru. Kegiatan supervisi akademik menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar guru karena guru belum memahami konsep supervisi. Supervisi adalah usaha memberikan pelayanan dan bantuan kepada guru baik secara individual maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran (Sahertian,2000:19).

Baca juga:  Pentas Barongan dan Dangdutan Kembali Dibubarkan

Dengan demikian supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan dalam membantu para guru dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Menurut Purwanto (1998:28), Supervisi sebagai aktivitas yang diprogramkan untuk membantu para guru sekolah lainnya, maka kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: Membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan termasuk macam-macam media instruksional yang diperlukan bagi kelancaran jalannya proses belajar mengajar yang baik.

Bersama guru-guru berusaha mengembangkan, mencari dan menggunakan metode-metode baru dalam proses belajar mengajar yang lebih baik. Membina kerjasama yang baik dan harmonis antara guru, murid, dan pegawai sekolah lainnya.

Baca juga:  Mengidentifikasi Unsur Cerita melalui TTW

Kegiatan supervisi bertujuan menciptakan iklim yang kondusif dan lebih baik pada kegiatan belajar mengajar, melalui pembinaan dan peningkatan profesionalisme guru. Teknik supervisi yang digunakan ada dua macam yaitu teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok. Jadi Supervisi pada prinsipnya merupakan kegiatan untuk membantu dan melayani guru agar lebih bermutu sehingga terbentuk situasi proses belajar mengajar yang lebih baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian maka sangatlah penting kegiatan supervisi akademik di sekolah. Seperti yang diterapkan di SMPN 2 Bandar, Kabupaten Batang. (wa1/zal)

Kepala SMP Negeri 2 Bandar, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya