alexametrics

Penerapan Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini

Oleh: Gagat Wahyuni, S.Pd AUD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu fondasi, sebagai pendidikan awal dalam pembentukan budi pekerti luhur dan berakhlak mulia. Setiap anak memiliki potensi untuk berkarakter sesuai dengan fitrahnya beraklak mulia. Dalam kehidupannya memerlukan proses panjang dalam pembentukan karakter melalui pengasuhan dan pendidikan sejak usia dini.

Pengertian karakter menurut Hidayatullah (2010) adalah kualitas, kekuatan mental, moral atau budi pekerti yang merupakan kepribadian khusus sebagai pendorong serta pembeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Menurut Setiawan (2004) Penerapan (implementasi) adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan proses interaksi antara tujuan dan tindakan untuk mencapainya serta memerlukan jaringan pelaksana, birokrasi yang efektif.

PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak usia dini yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar dan kehidupan tahap berikutnya. Menurut Widarmi DW dkk (2008).

Baca juga:  Pemanfaatan Google Form dalam Pembelajaran PJOK

Upaya penanaman nilai-nilai karakter anak didik di TK Negeri Pembina Bobotsari yang meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai kebaikan dan kebajikan, kepada Tuhan yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan maupun kebangsaan agar menjadi manusia yang berakhlak mulia. Nilai karakter yang dapat ditanamkan mencakup empat aspek; Pertama; aspek spiritual, Kedua; aspek personal/kepribadian. Ketiga; aspek sosial, Keempat; aspek lingkungan.

Sedangkan prinsip-prinsip karakter di Taman kanak-kanak adalah; Pertama; melalui contoh dan keteladanaan, Kedua; dilakukan secara berkelanjutan, Ketiga; menyeluruh, terintegrasi dalam seluruh aspek pengembangan, Keempat; menciptakan suasana kasih sayang, Kelima; aktif memotivasi anak, Keenam; melibatkan pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. Ketujuh; adanya penilaian.
Penerapan pendidikan karakter direncanakan dan dikembangkan dengan memperhatikan tahapan perkembangan anak dan diterapkan menyatu dengan kegiatan inti. Pelaksanaan pendidikan karakter pada anak usia dini dilakukan melalui kegiatan terprogram dan pembiasaan.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Proses Belajar Bahasa dengan Lesson Study

Pada kegiatan terprogram yaitu menggali pemahaman anak untuk tiap-tiap nilai karakter. Kegiatan ini dilakukan melalui; Pertama, bercerita dan dialog yang dipandu oleh guru. Kedua, membangun penghayatan anak dengan melibatkan emosinya untuk menyadari pentingnya menerapkan nilai karakter(bertanggung jawab). Ketiga, mengajak anak untuk bersama-sama melakukan nilai-nilai karakter yang diceritakan. Keempat, ketercapaian tahapan perkembangan anak didik. Anak diminta untuk menceritakan kegiatan dan perasaannya setelah melakukan kegiatan.

Kegiatan pembiasaan dilakukan melalui; Pertama, kegiatan rutin lembaga TK yang dilakukan secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Kedua, kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara langsung atau spontan pada saat itu juga, dilakukan pada saat guru mengetahui adanya perbuatan yang tidak baik sehingga perlu dikoreksi dan pemberian apresiasi terhadap nilai karakter yang diterapkan anak. Ketiga, kegiatan keteladanan yaitu kegiatan yang dapat ditiru dan dijadikan panutan.

Baca juga:  Pembelajaran Listrik Dinamis melalui Think Pair Share

Keempat, pengkondisian yaitu situasi dan kondisi lembaga TK sebagai pendukung kegiatan karakter yaitu pemeliharaan kebersihan, kesehatan, kerapian dan keamanan. Kelima, menanamkan budaya lembaga TK yaitu komunikasi yang efektif dan produktif, yang mengarah pada perbuatan baik, iteraksi sesamanya dengan sopan dan santun, kebersamaan penuh semangat dalam melakukan kegiatan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Keenam, melaksanakan kerja sama dengan orang tua anak didik melalui kegiatan parenting. (pb2/ton)

Guru TK Negeri Pembina Bobotsari, Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya