alexametrics

Pemanfaatan Papan Stik Es Krim sebagai Media Operasi Hitung Pembagian di Kelas Rendah

Oleh : Listiyana, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh negara di dunia menyebabkan menjadi terbatasnya ruang kerja masyarakat dunia. Tak terkecuali di bidang Pendidikan. Tak sedikit siswa yang merasa kesulitan dalam belajar online, terutama belajar Matematika tentang materi pembagian.

Menurut Ismail dkk (Hamzah, 2014: 48) matematika merupakan ilmu yang membahas angka-angka dan perhitungannya, membahas masalah-masalah numerik, mengenai kuantitas dan besaran, mempelajari hubungan pola, bentuk dan struktur, sarana berpikir, kumpulan sistem, struktur dan alat.

Sedangkan menurut Wahyudi dan Kriswandani (2013: 10) matematika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari konsep – konsep abstrak yang disusun dengan menggunakan simbol dan merupakan bahasa yang eksak, cermat, dan terbebas dari emosi.

Kegiatan belajar mengajar secara daring seringkali sulit dipahami siswa karena disampaikan hanya searah. Peserta didik akan lebih mengerti jika kegiatan belajar mengajar secara nyata dan dengan menggunakan alat peraga. Menurut Annisah, (2014: 3) alat peraga matematika dapat diartikan sebagai suatu perangkat benda konkrit yang dirancang, dibuat, dan disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan dan memahami konsep-konsep atau prinsip dalam matematika. Salah satu contohnya adalah pengenalan pembagian menggunakan berupa papan gelas hitung sebagai alat peraga.

Baca juga:  Peran Orang Tua dalam Mendampingi Belajar Anak di Masa Pandemi Covid-19

Papan gelas hitung ini bisa dibuat dengan menggunakan benda konkret yang mudah ditemukan oleh anak-anak disekitar rumah. Media pembelajaran ini menggunakan bahan utama yaitu stik es krim gelas plastik. Media pembelajaran ini juga menggunakan alas yang terbuat dari kardus bekas yang dilapisi kertas kado sehingga terlihat rapi dan menarik. Anak-anak pun tetap dapat memahami konsep pembagian meskipun hanya belajar di rumah.

Media pembelajaran papan gelas hitung ini disampaikan juga kepada wali murid melalui Whatsapp group kelas agar dapat membantu membuatkan alat peraga di rumah masing-masing. Dalam pembelajaran secara online menuntut kerjasama dari guru, sekolah, siswa, orang tua maupun masyarakat agar pendidikan tetap berjalan di masa pandemi.

Baca juga:  Perlunya Penekanan Pendidikan Karakter di Awal Pembelajaran Tatap Muka

Karena pembelajaran dilakukan secara daring, maka guru dapat membuat video pembelajaran pembagian dengan media papan gelas hitung. Melalui video, guru dapat memperagakan cara penggunaan media pembelajaran papan gelas hitung. Cara penggunaan media pembelajaran papan gelas hitung adalah dengan meletakkan stik eskrim ke dalam gelas sesuai soal yang tersedia kemudian siswa diminta untuk menghitungnya dibantu oleh walimurid masing-masing siswa.

Misalnya, soalnya adalah 4 : 2 siswa diminta untuk mengambil stik eskrim sebanyak 4, kemudian meletakkan 2 buah stik dimasing-masing gelas sampai habis. Pengurangan ternyata selesai setelah 2 kali meletakkan ke dalam gelas, maka hasil dari 4 : 2 adalah 2. Dengan menggunakan media pembelajaran ini, siswa dapat memiliki konsep mengenai materi pembagian secara konkret.

Video pembelajaran mengenai konsep pembagian menggunakan media papan gelas hitung ini kemudian dapat diupload ke dalam youtube dan link video tersebut dapat dibagikan di aplikasi whatsapp group kelas, bahkan dapat diteruskan kepada rekan sejawat. Dengan demikian selain guru dapat membuat inovasi pembelajaran mengenai konsep pembagian bagi peserta didik di kelas rendah, guru juga dapat berinovasi dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Baca juga:  Menjelaskan Hakikat Bangsa melalui Problem Based Learning

Dengan adanya video pembelajaran mengenai konsep pembagian menggunakan media papan gelas hitung diharapkan : 1) Guru dapat meningkatkan keterampilan dalam membuat dan mengembangkan media pembelajaran, 2) Meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam membuat media pembelajaran, 3) Meningkatkan kompetensi profesional guru dalam membuat media pembelajaran, 4) Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui media pembelajaran. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi peserta didik sehingga kemampuan siswa dalam memahami konsep pembagian di kelas rendah menjadi lebih baik. (pb1/ton)

Guru kelas SD Negeri 1 Limbasari Kec. Bobotsari Kab. Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya