alexametrics

Menguatkan Karakter Siswa melalui Video Pembelajaran Mupel IPS

Oleh: Diah Prihantari, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MUATAN pelajaran IPS yang sarat dengan hafalan akan lebih seru dan mengena jika disajikan dalam bentuk video pembelajaran. Sangat perlu menyematkan nilai karakter dalam pembelajaran tersebut. Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya.

Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah hidup yang lebih baik.

Menurut Samani dan Hariyanto (2013:45) dalam bukunya menjelaskan bahwa pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga serta rasa dan karsa. Pendidikan karakter bagi masyarakat Indonesia harus ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu penulis sebagai guru kelas 4 di SD Negeri 1 Selaganggeng memuatkan pendidikan karakter pada materi sikap kepahlawanan Bung Tomo dengan menyajikan video pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Baca juga:  Model Video Pembelajaran Solusi Masa Pandemi Covid 19

Tanggal 10 November menjadi tanggal penting bagi Indonesia kaitannya dengan sejarah perjuangan kemerdekaan NKRI, pertempuran dahsyat antara tentara Sekutu dan NICA dengan arek-arek Surabaya. Kota Surabaya digempur dari 3 arah (darat, laut, dan udara) yang memakan korban sangat besar di kedua belah pihak. Di balik pertempuran dahsyat 10 November 1945 ada sebuah nama yang mempunyai andil besar dalam memompa semangat, keberanian, dan rasa cinta tanah air. Serta gelegar kalimat takbirnya mampu mengobarkan api semangat perjuangan arek-arek Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dialah Sutomo atau biasa dipanggil Bung Tomo.

Bung Tomo pernah berpidato yang terekam dalam video pembelajaran : “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapa pun juga. Kita tunjukkan bahwa kita ini benar-benar orang-orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap merdeka atau mati. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.”

Baca juga:  Mengatasi Kesulitan Membaca dengan Membaca Tanpa Mengeja

Menurut Cheppy Riyana (2007) video pembelajaran adalah media yang menyajikan audio dan visual yang berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang berisi konsep, prinsip, prosedur, teori aplikasi pengetahuan untuk membantu pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran.

Dengan menggunakan video dalam kegiatan belajar, siswa diajak untuk melihat secara langsung kejadian pada masa lampau yang seolah-oleh sedang mereka lihat dan rasakan. Video pembelajaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada muatan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ini diharapkan dapat meningkatkan nilai-nilai karakter siswa.

Karakter yang dapat dibentuk dari melihat video pembelajaran tersebut antara lain sikap ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, patriotisme, nasionalisme, disiplin, dan rela berkorban. Pendidikan karakter merupakan bentuk perwujudan dari program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaa, Riset, dan Teknologi guna mencapai tujuan pendidikan nasional. Ki Hajar Dewantara dalam Munib (2009:31) menyatakan pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tubuh anak.

Baca juga:  Belajar Matematika di Rumah saja dengan PBA

Pada era globalisasi ini, pendidikan sangat berperan dalam mengantarkan sumber daya manusia yang tangguh, berkualitas, dan mempunyai daya saing yang kreatif serta produktif dalam menghadapi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan pribadi yang cerdas dan terampil saja, tetapi juga berbudi pekerti luhur (berkarakter). Sedemikian pentingnya karakter siswa yang harus kita bentuk sebagai pendidik guna mencapai tujuan pendidikan nasional dan membentuk peradaban bangsa seperti yang kita harapkan di masa yang akan datang. (pb1/lis)

Guru Kelas SDN 1 Selaganggeng, Kec. Mrebet, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya