alexametrics

Membatik Upaya Cinta Budaya Bangsa dan Inovasi dalam Pembelajaran Mapel PKK

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sesuai spektrum kurikulum yang berlaku mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) dalam proses pembelajaran tidak sekadar memberikan pengetahuan saja kepada peserta didik. Ttapi juga harus memberikan bekal keterampilan yang mempunyai nilai jual, sebagai bekal berwirausaha setelah siswa tamat atau lulus dari SMK.

Mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan dalam satu minggu ada 8 JP akan sangat membosankan bagi peserta didik ataupun bagi guru jika hanya pembelajaran teori atau pengetahuan saja. Pada pembelajaran Produk Kreatif dan kewirausahaan setelah pembelajaran pengetahuan penulis lanjutkan dengan mengenalkan batik tulis dan batik cap kepada peserta didik kelas XII AKL dengan maksud menanamkan cinta budaya bangsa juga ketrampilan untuk para peserta didik.

Mengapa memilih mengenalkan keterampilan membatik kepada peserta didik karena menanamkan rasa cinta budaya bangsa kepada peserta didik, menanamkan pribadi yang ulet dan rasa percaya diri yang kuat. Karena proses membatik harus dilakukan dengan hati-hati penuh perasaan dan sabar. Kemudian memberikan keterampilan sebagai bekal setelah lulus.

Baca juga:  Belajar Prinsip Ekonomi Islam dengan RP

Dalam pembelajaran ini penulis menerapkan model pembelajaran project based learning (PBL). Mmenurut Wahyuni (2019 ) project based learning adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada pesrta didik untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek, kerja proyek memuat tugas-tugas yang kompleks berdasarkan permasalahan (problem) sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan menganalisis permasalahan.

Dalam pelaksanaan pembelajaran project based learning ini penulis terapkan pada pembelajaran mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII AKL SMKN 2 Semarang. Pada pelaksanaan pembelajaraan ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 anak memperoleh bahan praktik yaitu kain, pewarna dan malam, proses membuat batik tulis. Dimulai dengan nyungging yaitu proses membuat gambar pola diatas kertas. Kemudian njiplak yaitu proses pemindahan pola dari kertas ke kain. Nglowong yaitu tahapan melekatkan malam/lilin sesuai dengan pola yang telah dibuat.

Baca juga:  Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terhadap Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Politik

Ngiseni yaitu memberikan isen-isen (isian) pada ornamen-ornamen seperti gambar bunga atau hewan. Nyolet yaitu proses memberikan warna pada bagian-bagian tertentu dengan kuas. Mopok yaitu proses menutup bagian yang telah dicolet dengan malam. Nembok yaitu proses menutup bagian latar belakang pola yang tidak perlu diwarnai.

Ngelir yaitu proses pewarnaan kain secara menyeluruh dengan memasukannya ke dalam pewarna alam atau kimia. Nglorot yaitu proses meluruhkan untuk pertama kali dengan merendamnya di dalam air mendidih. Ngrentesi yaitu proses memberikan titik/cecek pada klowongan menggunakan canting dengan jarum yang tipis. Nyrumi yaitu menutup bagian tertentu dengan malam. Nglorod yaitu proses meluruhkan dan melarutkan malam pada kain dengan memasukan pada air mendidih kemudian diangin-anginkan sampai kering (wirawanbatik.com).

Baca juga:  Metode 4M dalam Matematika

Proses penilaian dilakukan dari proses nyungging sampai produk jadi, dikemas, penjualan dan laporan penjualan lengkap dengan laporan keuangan. Peserta didik merasa sangat senang dengan model pembelajaran yang penulis terapkan. Selain mendapat pengetahuan peserta didik juga mendapat keterampilan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah lulus. Disamping itu siswa juga belajar untuk mengenal dan mencintai budaya bangsa. (mn2/lis)

Guru SMK Negeri 2 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya