alexametrics

Bermain Bola Kasti Menyenangkan Menggunakan Bola Ubur-Ubur

Oleh : Hartini, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Permainan adalah satu hal yang sangat digemari anak-anak. Dalam keseharian mereka penuh dengan bermain. Karena bermain memberikan efek kesenangan dan juga memupuk perkembangan fisik serta mental. Juga bermanfaat besar bagi perkembangan anak. Dengan bermain anak mendapat pengalaman belajar yang berguna.

Menurut Peaget (2010:138) permainan adalah media yang dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak-anak. Sedangkan Andang Ismail (2009:16) mendefinisikan permainan sebagai suatu aktivitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh baik fisik, intelektual, sosial, moral dan emosional.

Menurutnya permainan merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi anak yang mampu mengembangkan seluruh aspek perkembangan. Tentu saja permainan yang mengandung unsur pendidikan karena melalui permainan anak belajar mengembangkan segenap aspek.

Bermacam-macam jenis permainan dapat dilakukan anak-anak. Salah satunya bola kasti. Bola kasti merupakan permainan tradisional yang sangat populer di Indonesia. Jenis permainan yang menggunakan bola kecil serta pemukul dan dilakukan secara beregu.

Baca juga:  Pemanfaatan Google Form dalam Pembelajaran PJOK

Bagi siswa kelas 4 sekolah dasar permainan ini sangat familier karena dipelajari dalam pembelajaran PJOk di sekolah. Namun dalam permainan bola kasti yang dilakukan siswa-siswi kelas 4 SD Negeri 1 Purbalingga Wetan sering menjadi kurang menyenangkan. Karena kurangnya kemampuan mereka dalam melakukan hal pokok yang harus ada dalam permainan itu.

Yaitu kurangnya kemampuan mereka dalam melakukan lempar tangkap bola sehingga permainan kurang hidup. Ketika berlatih lempar tangkap bola kasti mereka kesulitan. Bolanya kecil, sering tidak tertangkap. Apabila bola tidak tertangkap, akan menggelinding jauh. Sehingga siswa akan mengejar bola terlalu jauh yang membutuhkan waktu lama. Hal itu berulang-ulang terjadi sehingga intensitas mereka dalam melakukan lempar tangkap bola hanya sedikit.

Baca juga:  Implementasi Program Adiwiyata Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Sekolah

Dengan demikian kemampuan mereka melakukan lempar tangkap bola kasti kurang. Sehingga permainan bola kasti kurang hidup dan kurang menyenangkan. Dengan keadaan demikian, sebagai guru olahraga SDN 1 Purbalingga Wetan, penulis berusaha memodifikasi bola kasti agar mudah digunakan.

Bahagia (2010: 13) dalam teori modifikasi mengemukakan bahwa modifikasi dapat diartikan sebagai upaya melakukan perubahan dengan penyesuaian-penyesuaian baik dalam segi fisik materi maupun (fasilitas dan perlengkapan maupun dalam tujuan dan cara (metode, gaya, pendekatan, aturan serta penilaian).

Dengan memodifikasi bola kasti menjadi bola ubur-ubur yaitu bola kasti yang dibungkus dengan kain yang dipotong dengan bentuk lingkaran. Kemudian diikat dengan karet gelang sehingga membentuk seperti ubur-ubur maka lebih mudah bagi mereka dalam melakukan lempar tangkap.

Baca juga:  Strategi Debat Slow Motion, Tingkatkan Keterampilan Berbicara dan Berpikir Kritis

Bola ubur-ubur mempunyai kelebihan dibanding bola kasti. Kelebihannya adalah bentuknya lebih menarik, mudah cara membuatnya, bola mudah ditangkap. Ketika jatuh menggelinding tidak terlalu jauh sehingga intensitas mereka dalam lempar tangkap bola lebih banyak dan lebih maksimal.

Dengan kemampuan lempar tangkap yang baik yang mereka miliki, mereka dapat dengan mudah dalam melakukan permainan bola kasti. Permainanpun menjadi lebih hidup sehingga bermain bola kasti menjadi lebih mudah serta menyenangkan. (pb1/lis)

Guru PJOK SDN 1 Purbalingga Wetan, Kec. Purbalingga, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya