alexametrics

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dengan Project Base Learning

Oleh Drs. Tuhadi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi, guru dituntut inovatif dalam proses pembelajaran. Menggunakan metode bervariasi, agar peserta didik tidak merasa bosan atau jenuh. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan berpengaruh terhadap minat dan motivasi peserta didik. Minat dan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran akan berpengaruh terhadap prestasi belajar.

Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menggunakan projek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan, (Fathurrohman (2013,119). Karakteristik model pembelajaran ini guru menjadi fasilitator untuk memberikan permasalahan berupa proyek yang harus diselesaikan peserta didik. Peserta didik harus merancang proses dan kerangka kerja untuk membuat solusi dari permasalahan tersebut.

Program keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Negeri 1 Pengasih Kulon Progo saat ini masih menggunakan kurikulum 2013. Pada kelompok mata pelajaran dasar kejuruan mata pelajaran Administrasi Umum kelas X, tercantum Kompetensi Dasar 3.4 Memilih Bentuk Struktur Organisasi 4.4 Membuat Struktur Organisasi sesuai kebutuhan.

Baca juga:  Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa lewat Sinema Konseling

Materi pelajaran tersebut sangat berguna dalam kehidupan berorganisasi. Pengalaman dan hasil belajar mengenai struktur organisasi dapat diterapkan jika siswa menjadi pengurus organisasi. Sebuah organisasi yang tertib akan membuat dokumen mengenai pembagian tugas dan tanggungjawab pengurus organisasi. Pembagian tugas dan tanggungjawab tersebut digambarkan dalam struktur organisasi.

Sintaks pembelajaran dengan menggunakan metode Project Base Learning untuk Kompetensi Dasar 3.4 Memilih Bentuk Struktur Organisasi 4.4 Membuat Struktur Organisasi sesuai kebutuhan, meliputi empat langkah. Pertama pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan kepada peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Topik penugasan sesuai dunia nyata yang relevan untuk peserta didik.

Dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Guru menyiapkan pertanyaan mengenai data-data dari sebuah organisasi. Untuk dibuat struktur organisasi sesuai dengan data yang telah disediakan dalam pertanyaan. Tahap ini sebagai langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.

Baca juga:  Tumbuhkan Keterampilan Siswa Senam Ritmik melalui Model PBL

Kedua mendesain perencanaan proyek. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peserta didik. Dengan demikian peserta didik diharapkan akan merasa memiliki atas proyek tersebut. Perencanaan berisi aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial. Dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.

Ketiga menyusun jadwal. Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas tahap ini antara lain membuat timeline (alokasi waktu) untuk menyelesaikan proyek, membuat deadline (batas waktu akhir) penyelesaian proyek.
Keempat memonitor peserta didik dan kemajuan proyek. Guru melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara memfasilitasi peserta didik pada setiap proses. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.

Baca juga:  Belajar Ragam Gejala Sosial di Masyarakat melalui Fenomena Manusia Silver dan Anak-anak Punk

Pembelajaran membuat struktur organisasi dengan metode Project Base Learning memberikan dampak positif. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik belajar, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan berbagai problem kompleks. Selain itu meningkatkan kolaborasi, mendorong peserta didik mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi dengan baik. (ump1/fth)

Guru Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMKN 1 Pengasih Kulon Progo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya