alexametrics

Belajar Produksi Pakan Buatan dengan Model Pembelajaran Proyek

Oleh : Asih Susieni, S.Pi., M.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Dalam perkembangan aturan terbaru, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pada semua zona diperbolehkan pembelajaran tatap muka, namun hanya untuk pembelajaran praktik karena adanya kebutuhan praktikum.

Pembelajaran praktik merupakan keahlian inti SMK, termasuk pembelajaran praktik pada mata pelajaran Produksi Pakan Alami dan Buatan di kelas X APAT, Program Keahlian Perikanan SMK Negeri 1 Salam Kabupaten Magelang. Pembelajaran praktik tersebut harus dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti menggunakan masker, tersedianya sarana kesehatan dan kebersihan yang baik, serta penerapan social distancing.

Metode pembelajaran yang dapat diterapkan antara lain Project Based Learning. Project Based Learning ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada peserta didik untuk lebih bisa berkolaborasi, gotong royong, dan empati dengan sesama. Metode Project Based Learning sangat efektif diterapkan untuk para peserta didik dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi.

Baca juga:  Belajar Pesawat Sederhana Lebih Bermakna dengan Blended Learning

Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) betul-betul menuntut keaktifan peserta didik, dapat memberikan pengalaman langsung serta menuntut pembelajaran yang tidak terbatas hanya sebagai pengetahuan belaka. Guru harus dapat memilih model pembelajaran ini sesuai karakteristik materi yang akan diajarkan.

Stoller (2006) mendefinisikan Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas siswa untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata.

Penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran Produksi Pakan Alami dan Buatan kompetensi dasar Produksi Pakan Buatan di kelas X APAT, Program Keahlian Perikanan SMK Negeri 1 Salam Kabupaten Magelang, dilaksanakan dengan memperhatikan sintaks dari model pembelajaran Project Based Learning. Meliputi penentuan pertanyaan, rencana proyek, menyusun jadwal, uji hasil dan evaluasi.

Baca juga:  Pengajaran Akuntansi Jasa Lebih Mudah dengan Camtasia

Mengingat masing-masing peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda, maka pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.

Guru menjelaskan, kemudian menentukan pertanyaan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang identifikasi peralatan pembuatan pakan (jenis dan fungsi), prosedur pembuatan pakan (penimbangan bahan baku, pencampuran bahan baku, pencetakan, pengeringan, pengemasan, penyimpanan; prosedur pengemasan pakan.

Peserta didik mengumpulkan data untuk merencanakan proyek tentang pembuatan pakan buatan. Peserta didik dan guru mengolah data untuk menyusun jadwal kegiatan proyek pembuatan pakan buatan. Peserta didik melakukan pengujian data hasil pembuatan pakan buatan. Guru mengevaluasi hasil proyek pembuatan pakan buatan. Produk yang dimaksud adalah hasil proyek berupa pakan buatan yang terkait dengan kegiatan budidaya ikan.

Baca juga:  Redesain Layanan Bimbingan dan Konseling

Pembelajaran berbasis proyek sebagai operasionalisasi konsep “Pendidikan Berbasis Produksi” yang dikembangkan di SMK, memiliki karakteristik peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja dan adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik.

Peran instruktur atau guru dalam pembelajaran berbasis proyek sebagai fasilitator, pelatih, penasihat dan perantara untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan daya imajinasi, kreasi dan inovasi dari siswa. SMK sebagai institusi yang berfungsi untuk menyiapkan lulusan untuk bekerja di dunia usaha dan industri harus dapat membekali peserta didiknya dengan kompetensi terstandar yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang masing-masing. Dengan pembelajaran “berbasis produksi” peserta didik di SMK diperkenalkan dengan suasana dan makna kerja yang sesungguhnya di dunia kerja. (mn2/lis)

Guru Produktif Perikanan, SMK Negeri 1 Salam, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya