alexametrics

Analisis Hasil Belajar Siswa pada Implementasi Kurikulum 2013 di Kelas V SDN Pagersari

Oleh : Siti Fatimah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan adalah usaha sadar atau terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar siswa mengembangkan kemampuan dan kepribadian yang ada pada dirinya yang berguna untuk diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Seiring dengan perkembangan pendidikan pada saat ini, para tenaga pendidik sering dihadapkan pada persoalan yang berkaitan dengan bagaimana mempermudah proses belajar peserta didik di lingkungan sekolah. Supaya tujuan pendidikan tercapai dengan baik, harus memperhatikan beberapa unsur dalam kegiatan belajar mengajar dan menyesuaikan sistem atau kurikulum dengan baik dan benar.

Menurut Mulyasa (2014: 6) kurikulum 2013 menekankan pada pendidikan karakter, terutama pada tingkat dasar yang akan menjadi fondasi pada tingkat berikutnya. Melalui pengembangan kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan berbasis kompetensi kita berharap bangsa ini memiliki nilai jual yang bisa ditawarkan kepada bangsa lain di dunia.

Terjadinya perubahan kurikulum membuat beberapa sekolah masih kurang siap mengimplementasikan kurikulum 2013. Disamping itu juga terdapat kendala dalam proses pembelajaran yaitu dengan situasi pandemi saat ini, siswa merasa terganggu atau kaget dengan keadaan yang memaksakan untuk belajar dari rumah dengan fasilitas seadanya berupa HP.

Baca juga:  Contextual Teaching And Learning Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

Begitu pula dengan para tenaga pendidik yang dikejutkan dengan proses pembelajaran yang harus dilaksanakan melalui HP atau daring. Hal ini yang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah pada implementasi kurikulum 2013 yang tidak bisa diterapkan sesuai dengan diharapkan.
Hasil belajar siswa pada implementasi kurikulum 2013 di kelas V SDN Pagersari tahun pelajaran 2020/2021 dapat dikategorikan hasil belajar siswa secara keseluruhan tergolong kurang.

Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman siswa itu sendiri pada kurikulum 2013. Sehingga siswa mengalami kesulitan mengerjakan tugas serta situasi pandemi yang mengagetkan sistem pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah.

Yang menjadi pengaruh besar pada rendahnya hasil belajar siswa adalah perhatian orang tua, metode mengajar, dan kurikulum. Jika dilihat dari hasil penelitian perhatian orang tua sangat penting dalam peningkatan hasil belajar siswa. Jika mendapatkan perhatian dari orang tua, siswa mendapat pertolongan dan dampingan sehingga akan lebih terarah dan semangat dalam belajar atau mengerjakan tugas. Sedangkan pada metode mengajar, jika guru memberikan metode yang bervariasi, secara otomatis siswa akan memiliki perhatian, minat, serta menyenangi dan bersemangat dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Belajar Alat Gerak dan Fungsinya Menarik dengan Media Gambar

Selain itu, penyebab rendahnya penugasan siswa terhadap materi pembelajaran adalah siswa kurang semangat dalam belajar, tidak mampu menjawab pertanyaan nalar, tidak melibatkan siswa aktif, kurang maksimal dalam menggunakan alat peraga. Tingkat pemahaman siswa masih rendah, tidak menyampaikan tujuan pembelajaran. Kemudian metode tidak bervariasi, guru kurang menguasai materi. Kurang mampu memotivasi siswa dan menciptakan suasana yang menyenangkan, kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab.

Menurut Marimba dalam jurnal (Situmeang, 2016: 36) mengatakan dalam pelaksanaan pembelajaran, ada banyak yang bisa memberikan pengaruh kepada keberhasilan pengajaran, yaitu minat, perhatian, bakat, motivasi. Adapun solusi yang dilakukan guru kelas V SDN Pagersari ialah menggunakan metode yang bervariasi, memberikan pengulangan kembali terhadap materi yang belum dipahami peserta didik sampai benar-benar paham.

Baca juga:  Menarik, Belajar Tema Amati secara Langsung dengan Metode Demonstrasi

Kemudian menanyakan kepada siswa apa yang menjadi kesulitan dalam belajarnya, memberikan pelajaran tambahan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan 15 menit setelah pulang sekolah. Serta memberikan remidial dan melakukan pendekatan dan bimbingan secara khusus kepada anak yang mengalami kesulitan dalam belajar.

Selain itu guru memberikan motivasi kepada anak agar semangat dalam belajar dan memberikan pujian kepada anak mulai dari hal-hal kecil seperti memberi pujian kepada anak berani bertanya atau menjawab pertanyaan guru. Dalam jurnal, Julianti. M, dkk (2019: 178-179) menyatakan guru sangat berperan penting dalam memotivasi siswa dalam belajar. Strategi yang sering guru lakukan yaitu mengarahkan siswa dengan memberikan ilmu pengetahuan, pertanyaan, dan tugas sehingga siswa dapat menyelesaikan dengan tuntas dan menciptakan suasana kelas yang kondusif. (mn1/lis)

Guru Kelas V SDN Pagersari, Kec. Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya