alexametrics

Trik Menarik Minat Peserta Didik untuk Bersemangat Belajar

Oleh: Indah Hesti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KI Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Kondisi pembelajaran yang baik merupakan proses adanya minat dan perhatian dari peserta didik dalam belajar. Keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat-sifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun yang bersifat afektif, motivasi, rasa percaya diri dan minatnya.

Banyak permasalahan yang dialami oleh SDN 02 Menjangan Dikarenakan kebanyakan guru dalam menyampaikan materi masih menggunakan model konvensional. Siswa hanya sebagai pelaku pendengar/ penonton saja sedangkan guru yang aktif menjelaskan materi. Maka keadaan demikian yang membuat siswa malas mengikuti pelajaran.

Baca juga:  Belajar Luas Lingkaran dengan Metode REACT

Dari pengalaman sebelum pandemi diatas, akhirnya penulis melakukan suatu usaha bagaimana cara menarik minat dan perhatian peserta didik supaya bersemangat lagi belajarnya. Kondisi pembelajaran yang baik itu merupakan proses adanya minat peserta didik dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri setiap individu. Minat sangat berpengaruh besar sekali terhadap proses pembelajaran, sebab dengan adanya minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya, begitu sebaliknya.

Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran erat kaitannya dengan sifat-sifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun yang bersifat afektif seperti percaya diri dan minatnya. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

Strategi yang penulis lakukan pada siswanya adalah :Pertama, Membuka diri, Salah satu alasan mengapa seseorang tidak memiliki minat sama sekali pada materi atau pelajaran tertentu adalah tidak mau membuka diri. Meski belum pernah mempelajarinya, mereka sudah menganggap materi itu sulit. Akhirnya alih-alih mulai belajar, mereka lebih memilih untuk menutup diri.

Baca juga:  Pembelajaran Discovery Learning Dapat Meningkatkan Pembelajaran Teorema Pythagoras

Kedua, Mengaplikasikannya dalam Kehidupan Sehari-hari. Kesalahan terbesar yang sering kamu lakukan saat belajar adalah menganggap apa saja yang dipelajari hanya berguna saat ujian. Kalau semua sudah selesai, materi akan dilupakan begitu saja. Itulah alasan banyak siswa lebih memilih untuk belajar sebentar saja meskipun tidak tertarik. Ketiga, Menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat.

Menciptakan awal yang berkesan adalah penting karena akan mempengaruhi proses selanjutnya. Jika awalnya baik, menarik, dan memikat, maka proses pembelajaran akan lebih hidup dan menggairahkan.

Keempat, Gunakan media pembelajaran yang sesuai. Selama ini kita belajar berbagai hal hanya dilakukan melalui buku saja. seperti video, aplikasi, atau sejenisnya. Menggunakan metode yang variatif. Individu adalah makhluk yang unik memiliki kecenderungan, kecerdasan, dan gaya belajar yang berbeda-beda Kelima,Tetapkan aturan dengan tegas namun ‘bersahabat’.

Baca juga:  Serunya Belajar Adonan Beragi dengan Picture and Picture

Keenam, Serius tapi santai. Mulailah mengajar dengan serius. Bila sudah berhasil menggiring siswa dalam suasana demikian, atur irama pembelajaran menjadi santai kemudian serius lagi, dan begitu seterusnya. Kalau serius melulu siswa akan ngantuk atau bosan mengikuti pelajaran.

Pembelajaran dikatakan menyenangkan apabila di dalamnya terdapat suasana yang rileks, bebas dari tekanan, aman, menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat, perasaan gembira, konsentrasi tinggi. Sehingga siswa kelas 4 SDN 02 Menjangan akhirnya siswa dapat berkonsentrasi, membangkitkan semangat belajar tanpa paksaan.(ct4/zal)

Guru SDN 02 Menjangan, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya