alexametrics

Tingkatkan Aktivitas Belajar Siswa dengan Blended Learning

Oleh: Antonius Widodo, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran di sekolah sampai saat masih dilakukan secara daring (dalam jaringan). Kebiasan ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Wabah virus yang sangat pesat penularannya sehingga menimbulkan berbagai kendala khususnya di dunia pendidikan. Sehingga harus membatasi kegiatan pembelajaran di kelas mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi sebagai upaya menghindari penyebaran virus.

Mempertimbangkan hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan surat edaran No 4 tahun 2020 yang berisi kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan menjaga jarak agar rantai penyebaran terputus. Sehingga dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dari rumah (online) dengan mempertimbangan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan hal tersebut diatas lembaga pendidikan dengan cepat merespon instruksi pemerintah, tidak terkecuali SD Negeri Pandean 2 Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Dengan mengeluarkan surat instruksi berkaitan dengan pencegahan penularan wabah Covid di lingkungan SD Negeri Pandean 2. Salah satunya anjuran untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara online. Sehingga pembelajaran tatap muka di dalam kelas yang memungkinkan untuk mengumpulkan banyak siswa ditinjau ulang pelaksanaannya. Kegiatan pembelajaran harus tetap dilaksanakan walaupun dengan cara yang berbeda. Yaitu mampu mencegah berhubungan fisik antara siswa maupun guru.

Baca juga:  Bangkitkan Gairah Belajar PAI dengan Pendekatan Inkuiri

Kondisi tersebut menuntut kita sebagai tenaga pendidik harus bisa lebih kreatif dan inovatif dalam mengemas kegiatan pembelajaran yang berbeda. Yakni yang tidak memungkinkan untuk tatap muka dan dengan melakukan kegiatan pembelajaran daring.

Menurut Komarudin (2015) kegiatan pembelajaran daring merupakan program penyelenggaraan kelas belajar mengajar yang dilakukan dalam jaringan untuk menjangka kelompok target yang pasif dan luas. Pada pelaksanaan pembelajaran daring memerlukan dukungan berbagai perangkat mobile. Seperti smartphone atau telepon android, laptop, komputer, tablet, dan iphone yang dapat dipergunakan untuk mengakses informasi kapan saja dan dimana saja (Gikas & Grant, 2013).

Selain perangkat yang mendukung kegiatan pembelajaran daring, upaya guru dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa juga sangat bervariasi. Diantaranya yang penulis terapkan di SD Negeri Pandean 2 Kecamatan Ngablak yaitu penggunaan model pembelajaran yang sesuai. Dimana model pembelajaran merupakan suatu rencana atau satu rangkaian kegiatan yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas. Sehingga materi pembelajaran dapat dikemas secara berbeda dan menarik perhatian siswa (Rusman, 2012).

Baca juga:  Belajar Bahasa Inggris Menyenangkan dengan Kuis (Cerdas Cermat)

Salah satu model yang penulis terapkan di masa pandemi seperti ini yaitu model pembelajaran Blended Learning. Menurut Husamah (2014) model pembelajaran Blended Learning merupakan model pembelajaran yang memadukan pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka. Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara sengaja pada siswa kelas 4 SD Negeri Pandean 2 model pembelajaran ini sangat efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa di masa pandemi ini.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan Blended Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Baik secara daring ataupun tatap muka. Siswa juga tidak merasa bosan dengan pembelajaran yang dikemas guru. (pr2/fth)

Guru SD Negeri Pandean 2 Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang

Baca juga:  Pembelajaran Keragaman Budaya Asyik dengan Metode Bermain Peran

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya