alexametrics

Pembelajaran Picture and Picture Dongkrak Keterampilan Menulis Opini

Oleh: Endang Sunarti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENULIS adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Kemampuan menulis akan bermanfaat untuk setiap siswa di masa yang akan datang. Pada saat peserta didik belajar dan berlatih menulis,guru diharapkan menjadi motivator agar proses kreatif yang berlangsung dalam pembelajaran berlangsung asyik dan menyenangkan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan adalah pembelajaran picture and picture.

Pembelajaran picture and picture adalah model pembelajaran yang memanfaatkan gambar atau produk visual lain sebagai media pembelajarannya, model ini mirip dengan example non example, yang mengharuskan peserta didik untuk memasangkan dan mengurutkan beberapa gambar dalam urutan yang logis (Suprijono dalam Huda 2014, hlm. 236) artinya, pembelajaran akan terbantu oleh media gambar-gambar yang telah diacak untuk kemudian disusun berdasarkan urutan logis akan menumbuhkan daya kreasi interaktivitas peserta didik terhadap materi pembelajaran.

Di dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak melakukan aktivitas membaca. Membaca suatu bentuk tulisan diperlukan daya kritis, apakah tulisan itu berupa fakta atau opini. Dalam bentuk tulisan, suatu opini sebenarnya mudah dikenali.

Baca juga:  Belajar Jaringan Komputer Menyenangkan dengan Permainan

Opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang terhadap sesuatu. Pada materi pembelajaran menyusun opini dalam bentuk paragraf, diharapkan siswa memiliki keterampilan mengungkapkan pendapat baik secara lisan maupun tulisan. Penggunaan bahasa yang komunikatif sangat penting, sehingga opini yang disampaikan mudah dibaca dan mudah dimengerti. Opini yang disampaikan penulis tidak hanya sekadar pendapat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, tetapi didasarkan dan didukung oleh fakta- fakta yang memang nyata terjadi.

Salah satu kendala peserta didik di kelas XII SMA Negeri 2 Slawi menghadapi pembelajaran menyusun opini adalah kurangnya ide dan kebingungan dalam mencurahkan imajinasi. Menyikapi kondisi tersebut, diperlukan stimulus bagaimana peserta didik dapat mengungkapkan opini atau pendapat ke dalam kalimat atau paragraf yang baik dan benar sesuai gambar yang disajikan.

Baca juga:  Model Discovery Learning dengan Media Kartu Permudah Belajar IPS

Keterampilan menulis opini melalui pembelajaran picture and picture dapat dilakukan dengan mengikuti langkah- langkah sebagai berikut, pertama, guru menyiapkan dan menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kedua, guru menyajikan materi sebagai pengantar, Ketiga, guru menunjukkan atau memperlihatkan gambar- gambar kegiatan berkaitan dengan materi, Keempat guru menunjukkan atau memanggil siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar–gambar menjadi urutan yang logis, Kelima, guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutn gambar tersebut, Keeenam, dari alasan atau urutan gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep atau materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai, ketujuh guru memberikan kesimpulan terhadap pekerjaan yang telah dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran. Melalui model pembelajaran picture and picture diharapkan peserta didik akan menjadi lebih aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.

Beberapa kelebihan dari model pembelajaran picture and picture adalah guru lebih mengetahui kemampuan masing- masing peserta didik, peserta didik dilatih berpikir logis dan sistematis, peserta didik dibantu belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir, motivasi siswa untuk belajar semakin dikembangkan, peserta didik dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.

Baca juga:  Menumbuhkan Perilaku Sosial pada Anak TK melalui Metode Sosio Drama

Upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis pada peserta didik dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain, senantiasa menumbuhkan budaya literasi atau kebiasaan membaca pada peserta didik, tidak membatasi imajinasi peserta didik, fasilitasi peserta didik dengan media, hargai dan berikan apresiasi untuk setiap tulisan peserta didik, tidak memaksakan penggunaan tata Bahasa saat peserta didik berlatih menulis, manfaatkan teknologi sebagai sarana menulis, tidak menuntut peserta didik untuk menulis sempurna.

Apapun yang dihasilkan dalam proses belajar peserta didik jangan pernah dipandang sebelah mata. Hal sangat diharapkan agar semangat untuk belajar dan terus belajar senantiasa menggelora. (bk2/zal)

Guru SMAN 2 Slawi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya