alexametrics

Model Berbasis Masalah melalui Window Shopping Tingkatkan Pembelajaran Persamaan Garis Lurus

Oleh: Umi Jamilah,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN matematika merupakan pembelajaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari sehingga perlu adanya pemilihan model, metode dan pendekatan yang tepat sesuai dengan kondisi siswa dan bahan ajar yang hendak diberikan kepada siswa.

Secara umum berdasarkan pendekatan yang digunakan terbagi menjadi dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre ariented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre ariented). Namun proses pembelajaran yang dilakukan oleh sebagian besar guru di SMP Negeri 1 Kranggan hannya berpusat pada guru sehingga siswa hanya menjadi obyek pembelajaran tanpa dilibatkan sebagai subyek.

Merefleksi/mereviw kegiatan belajar mengajar yang dilakukan antara guru dengan siswa sesuai hasil belajar siswa yang diperoleh dari data penilaian harian kelas VIII G ternyata nilai tertinggi 79, nilai terndah 75, serta nilai rata-ratanya 75 dengan KKM 75.

Hal ini terjadi karena guru belum tepat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran dan karakteristik siswa sehingga selama proses pembelajaran hasil belajar tidak membekas dibenak pikiran siswa bahkan tak termemori sama sekali yang akibatnya siswa blank ketika dihadapkan dengan assessment dari pembelajaran.

Model berbasis masalah (problem based learning) melalui window shopping merupakan model pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model masalah (problem based learning) melalui window shoping memiliki beberapa manfaat (Amir, 2009:27).

Baca juga:  Sifat Bayangan pada Cermin Cekung dengan Bunka

Darsaono (2000) dalam Mulyana, A. (2016) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku peserta didik berubah kearah yang lebih baik.

Dalam apersepsi seorang guru harus menguasai ketrampilan bertanya yang baik. Pertanyaan yang baik akan menciptakan pembelajaran lebih efektif, menarik, dan menyenangkan. Pada setiap tahap kegiatan pembelajaran guru di tuntut untuk membuat pertanyaan yang berkualitas. Menurut Mulyasa keterampilan bertanya yang dimiliki oleh guru meliputi ketrampilan bertanya dasar dan ketrampilan bertanya lanjutan.

Ketrampilan bertanya dasar mencakup pertanyaan yang jelas dan singkat, pemberi acuan pemusatan perhatian, pemindahan giliran, penyebaran pertanyaan ke seluruh kelas, ke peserta didik tertentu, dan ke peserta didik yang lain untuk menanggapi jawaban (2005:71). Dapat disimpulkan bahwa seorang guru ketika bertanya tidak boleh asal bertanya tetapi pertanyaan tetap harus memperhatikan dasar-dasar ketrampilan bertanya yang benar.

Guru mengajukan pertanyaan dalam apersepsi sudah bagus. Pertanyaan disampaikan dengan jelas, sehingga siswa dapat memahami apa yang ditanyakan guru. Namun jawaban dari siswa itu hanya untuk gurunya saja, maksudnya jawaban pertanyaan tadi belum dilemparkan ke siswa yang lain untuk memberikan tanggapan. Seharusnya itu dilakukan guru untuk memotivasi siswa yang lain.

Baca juga:  Pembelajaran Jarak Jauh Teks Descriptive dengan Bandicam

Kebiasaan untuk mengerjakan latihan soal tentang persamaan garis lurus siswa di sekolah ini memang kurang tinggi. Terbukti anak itu masih bermalas-malasan dalam mengerjakan latihan soal. Bahkan ada yang mengerjakan latihan soal persamaan garis lurus kalau ada tugas dari guru saja, bahkan ada beberapa siswa yang masih mencontek ke siswa yang lain, tidak mau mengerjakan sendiri.

Dalam kegiatan ini guru melakukan eksplorasi dengan memfasilitasi peserta didik, untuk latihan mengerjakan soal-soal persamaan garis lurus dalam buku paket maupun dari buku pendamping. Guru kembali menjelaskan cara menyelesaikan gradient/kemiringan garis lurus dan persamaan garis lurus melalui suatu titik dengan gradient m.

Guru memberikan pertanyaan kepada siswa secara acak. Materi yang dijelaskan siswa yang merasa mampu menjawab mengacungkan tangan. Misalnya guru menanyakan dengan pertanyaan sebagai berikut: bagaimana cara menentukan gradient garis melalui dua titik? Dan bagaimana cara menentukan persamaan garis lurus melalui suatu titik dengan gradient m! Anak dapat menjawabnya bahwa persamaan garis lurus melalui suatu titik dengan gradient m dan gradient melalui dua titik.

Baca juga:  Penguasaan Makna Kata melalui Kegiatan Literasi

Dalam kondisi ini terjadi interaksi antara guru dengan siswa agak dominan, tetapi antara siswa dengan siswa sangat minim. Mengenai pembelajaran persamaan garis lurus di kelas VIII G hasil dan pemahaman siswa dapat dikatakan baik.

Pelaksanaan pembelajaran persamaan garis lurus dengan model berbasis masalah (problem based learning) melalui window shopping dapat berlangsung dengan baik.

Ada interaksi antara guru dengan siswa, dan antara siswa dengan siswa walaupun belum maksimal. Dan hasil rata-ratanya menjadi meningkat yaitu 79. Ketika pembentukan kelompok sebaiknya acak. Jangan dikelompokkan sesuai posisi duduk, agar siswa yang pandai tidak terkonsetrasi. Pembentukan kelompok yang acak dapat menciptakan variasi baru yang membuat siswa tidak bosan.

Siswa akan antusias belajar, tekun dan penuh partisipasi. Agar dapat memfasilitasi siswa saat pembelajaaran, guru harus mengusai ketrampilan bertanya, mengadakan variasi dari berbagai unsur pembelajaran agar dapat tercapai tujuan dan kompetensi dasar yang disampaikan. (ump1/zal)

Guru SMPN 1 Kranggan,Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya