alexametrics

Bahasa Jawa sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak

Oleh: Mungayanah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Modernisasi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pola asuh anak. Kemajuan teknologi dan modernisasi memiliki peran dalam perkembangan karakter anak. Penggunaan alat elektronik seperti smarphone dengan fasilitas internet 24 jam dapat mempengaruhi perilaku anak.

Mereka akan terfokuskan pada dunia mereka masing-masing dan lebih banyak berinteraksi dengan dunia mereka dibanding orang tua. Maka dari itu, peran orang tua atau keluarga dalam mengawasi perilaku dan mengarahkan perilaku anak menjadi sangat mempengaruhi proses karakter anak terbentuk.

Selain itu, dampak pandemi covid-19 juga berpengaruh signifikan terhadap proses perkembangan karakter anak. Proses belajar mengajar bergantung pada internet dan pengajaran non tatap muka atau video call. Hal tersebut mewajibkan keluarga berperan penuh dalam pendidikan anak sebagai guru pengganti dalam interaksi secara langsung.

Keluarga sering kali melimpahkan tanggung jawab kepada tenaga pendidik dalam pembentukan karakter anak namun pada dasarnya, keluarga memegang peran paling penting dalam pembentukan karakter anak. Keluarga adalah pilar utama suksesnya pembentukan karakter dalam anak.

Baca juga:  Kenalkan Bahasa Jawa sejak Dini

Anak memerlukan lingkungan keluarga dengan stimulus positif karena dorongan positif adalah penentu karakter yang baik dapat terbentuk secara maksimal. Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya pembentukan karakter pada anak usia dini menjadi kendala utama.

Selain itu, Sochib (2000:9) menjelaskan bahwa orang tua memiliki peran penting bagi anak untuk menerapkan dasar-dasar disiplin diri. Pembiasaan metode pola asuh demokratis juga dapat diterapkan oleh guru maupun keluarga kepada anak karena menurut Zubaedi (2011: 301) pola asuh demokratis menekankan pencairan secara bebas yang melibatkan anak sehingga anak tidak merasa terkekang.

Karakter terbangun dari proses pembiasaan yang berulang-ulang sejak dini. Keluarga menjadi lingkungan yang mempengaruhi secara langsung bagi anak untuk melakukan modeling perilaku mereka setiap hari.

Pada anak usia dini, mereka cenderung menghabiskan waktunya di luar rumah dan bermain bersama teman, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengawasi perilakunya setiap hari. Perlu dilakukan pembiasaan positif setiap harinya. Pembiasaan tersebut harus terintegrasi dengan pahamnya anak tentang baik dan buruk, mengerti tindakan yang harus diambil, dan terbiasa melakukan kebajikan. Salah satu upaya untuk melakukan pembiasaan positif adalah dengan melakukan komunikasi yang sopan dan santun.

Baca juga:  Outdoor Learning di Kelas IPA dengan Pembelajaran Berbasis Proyek

Menurut Zubaedi (2011:142) Proses pengembangan karakter individu melalui nilai-nilai kehidupan hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan faktor budaya dalam keluarga, pengalaman hidup di masyarakat, dan perkembangan kondisi lingkungan antara lain lingkungan nasional dan dunia. Bahasa merupakan salah satu faktor budaya dalam keluarga. Penerapan bahasa jawa mempengaruhi nilai moral kesopanan dan unggah-ungguh pada anak.

Mengimplementasikan bahasa krama masih sulit untuk anak usia dini, hal ini dikarenakan bahasa ngoko lebih mudah dipahami. Bahasa jawa ngoko sering digunakan anak di usia sebayanya, maka anak cenderung mudah menerapkan bahasa jawa ngoko dalam berkomunikasi. Penggunaan bahasa ngoko menjadi kurang etis jika digunakan kepada orang yang lebih tua. Pembiasaan orang tua secara berulang-ulang dapat mengarahkankan anak menjadi berkarakter baik dan beretika.

Baca juga:  Diskusi Kelompok Mempermudah Memahami Materi Pelajaran

Pengenalan bahasa jawa krama pada anak usia dini dapat dilakukan orang keluarga atau guru. Keluarga dapat membiasakan berkomunikasi dengan bahasa krama setiap anak berada di sekolah. Hal ini akan mempengaruhi anak dalam bertutur kata jika sedang berada dalam komunikasi spontan dari lawan bicara yang lebih tua.

Bahasa jawa diwariskan generasi ke generasi yang mengandung norma dan etika unggah-ungguh. Peran orang tuan dan keluarga adalah mengawasi anak dalam berperilaku sehari-hari. Penerapan bahasa jawa krama secara berulang-ulang dapat menstimulus anak menerapkan bahasa krama pada orang yang lebih tua atau orang yang dihormati. (mn1/ton)

Kepala SD Negeri Mungkid 1

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya