alexametrics

Peningkatan Minat Baca Siswa SD melalui Classroom Reading Program

Oleh : Wagiyem, S.Pd., M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Membaca adalah hal yang sangat penting. Dengan membaca kita dapat memperluas wawasan. Namun bagaimana cara menumbulkan minat dan kebiasaan membaca di kalangan pelajar?
Dari pengamatan penulis di kelas ketika pelajaran bahasa Indonesia khususnya membaca, 50 persen siswa tidak tertarik, acuh tak acuh, beberapa siswa selalu bercakap-cakap dengan teman sebangkunya. Ketika diberikan tes uraian cenderung menjawab ngawur, tidak nyambung dengan yang ditanyakan.

Dari hasil studi dokumentasi analisis penilaian 5 mata pelajaran (PKn, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS) khususnya untuk soal-soal uraian yang memerlukan pemahaman, lebih dari 50 persen siswa kelas VI mendapatkan nilai di bawah KKM.

Dari analisis hasil penilaian pada kegiatan latihan ulangan tengah semester diperoleh data tingkat kebenaran menjawab soal-soal pilihan ganda, isian singkat dan uraian, perbandingannya sebagai berikut : PKn 67%, 30% dan 20%. bahasa Indonesia, 70%, 40%, dan 40%, matematika, 62%, 40%, dan 20%, dan Ilmu Pengetahuan Alam 80%, 50%, dan 40%. Ilmu Pengetahuan Sosial 72%, 50% dan 40%.

Baca juga:  Belajar Luas Lingkaran dengan Metode REACT

Lemahnya kemampuan pemahaman siswa merupakan kendala untuk mendapatkan nilai yang memuaskan. Apabila metode pembelajaran yang diterapkan guru kurang tepat. Hal ini akan membuat nilai hasil belajar siswa semakin terpuruk jauh di bawah batas ketuntasan. Siswa dapat meningkat kemampuannya jika minat membaca tumbuh dan berkembang pada diri siswa.

Classroom Reading Program adalah program membaca di kelas yang sistematis dan terstruktur yang sangat mudah diterapkan guru di dalam kelas.

Program membaca di kelas dirancang dan disesuaikan dengan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Adapun progam dijalankan dengan mengenalkan buku. Siswa diajak mendiskusikan prosedur perawatan buku. Kegiatan awal yang bisa melibatkan siswa. Ketika sekolah menerima atau membeli buku baru, dengan inventarisasi, memberi sampul, membuat tata tertib, memecahkan masalah yang berkaitan dengan tata tertib.

Baca juga:  Asyiknya Bermain Tebak-Tebakan tentang Nama-Nama Binatang

Menggunakan buku bacaan sebagai referensi dan penunjang materi pada kegiatan belajar mengajar. Kegiatan membaca bisa dibuat menjadi agenda rutin sekolah contohnya membaca hening berkesinambungan (sustained silent reading) kegiatan ini bisa dilakukan satu atau 2 kali dalam satu minggu.

Waktu yang bisa dimanfaatkan setelah upacara bendera atau hari Sabtu setelah melakukan senam pagi selama 10 – 15 menit. Pelaksanaannya semua guru, kepala sekolah , karyawan dan siswa membaca bersama. Orang tua siswa juga diminta untuk membangun kegiatan membaca di rumah. Kegiatan pembiasaan yang lain adalah budaya piket pengelolaan perpustakaan mini di dalam kelas.

Menciptakan kegiatan membaca yang dapat meningkatkan kreativitas siswa

Beberapa point yang harus diingat adalah tujuan pengadaan buku di dalam kelas untuk memberikan akses kepada siswa agar dapat membaca buku dengan mudah. Lebih menguatkan budaya baca di rumah, mengadakan bazar buku, pameran buku, lomba-lomba yang berkaitan dengan program membaca.

Baca juga:  WhatsApp Solusi di Masa Pandemi Covid-19

Hasil yang dicapai dari penerapan classroom reading program, yang pernah dicobakan penulis pada siswa kelas V di SD Negeri Giyanti semester I memiliki dampak positif dalam meningkatkan minat membaca dan hasil belajar. Dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah kunjungan dan peminjam buku oleh siswa di perpustakaan.

Dari penerapan metode itu, minat membaca dan hasil belajar terjadi peningkatan dari kondisi awal, kegiatan pertama dan kegiatan kedua masing-masing 25%, 66%, 75%. Pada kegiatan kedua secara klasikal meningkatkan minat membaca dan hasil belajar siswa tercapai.

Program membaca di kelas bisa dilakukan guru secara rutin. Manfaat yang diperoleh adalah kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran meningkat dan berkualitas. Meningkatkan minat membaca dan kualitas hasil belajar siswa. Dari perubahan lingkungan kelas, tersedianya sumber belajar yang berupa buku bacaan. (mn1/lis)

Guru SDN Giyanti, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya