alexametrics

Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Make a Match

Oleh : DEMIATI, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan pembelajaran aktif. Dimana melibatkan peserta didik untuk aktif dalam pencarian dan pengembangan pengetahuan. Dalam kurikulum 2013 tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar adalah menuntut peserta didik agar mampu melakukan dan menemukan sesuatu.

Pelajaran IPA mencakup bahan kajian IPA yang bersifat fenomena alam, fisika, dan kimia merupakan program untuk menanamkan dan mengembangkan keterampilan sikap, dan nilai-nilai ilmiah pada peserta didik (Rustaman 1997:8).

Tujuan pembelajaran IPA di jenjang Pendidikan Dasar untuk mempersiapkan peserta didik agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efisien, dan efektif.

Peserta didik diharapkan dapat menggunakan IPA dan pola pikir IPA dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang penekanan penataan nalar dan pembentukan sikap peserta didik.

Berdasarkan hasil observasi awal di SDN 01 Rowokembu Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditemukan beberapa fakta yaitu kurangnya minat belajar dan hasil belajar peserta didik. Hal tersebut terlihat saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Dalam pembelajaran materi sifat-sifat magnet, peserta didik belum memperoleh prestasi belajar menggembirakan.

Baca juga:  Lebih Bersemangat Belajar Materi Peredaran Darahku Sehat dengan Kooperatif Jigsaw

Hasil tes formatif menunjukkan ketercapaian angka rata-rata kelas pada angka 68. Jumlah peserta didik yang sudah tuntas belajar ada 11 dari 25 peserta didik. Ketuntasan kelas baru mencapai 44 persen, belum mencapai target yang ditetapkan Sekolah untuk mata pelajaran IPA di kelas VI 75 persen dari jumlah siswa.

Untuk meningkatkan partisipasi dan keaktifan peserta didik dalam kelas, guru menerapkan metode pembelajaran make a match. Metode make a match atau mencari pasangan merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan kepada peserta didik. Penerapan metode ini dimulai dari teknik yaitu peserta didik disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal sebelum batas waktunya. Peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin.

Baca juga:  Wabah Covid-19 Mengharuskan Belajar Jarak Jauh

Langkah-langkah yang harus dilakukan guru; 1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. 2) Peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok, tiap kelompok memperoleh satu ketua kelompok yang telah ditunjuk guru. 3) Tiap peserta didik mendapatkan satu kartu yang berisi pertanyaan atau jawaban. 4) Setiap peserta didik mencari pasangan yang cocok dengan kartunya (pasangan pertanyaan-jawaban). 5) Setiap peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin oleh penilai. 6) Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. 7) Setelah semua peserta didik mendapatkan pasangannya kemudian peserta didik mendeskripsikan soal dan jawaban yang telah didiskusikan bersama anggota kelompoknya. 8) Kesimpulan dan penutup.

Proses pembelajaran kompetensi sifat-sifat magnet dalam kehidupan sehari-hari melalui penggunaan model kooperatif tipe make a match pada kelas 6 SDN 01 Rowokembu mengalami peningkatan ke arah positif. Pada awal penelitian saat pembelajaran daring peserta didik belum berkonsentrasi pada materi.

Baca juga:  It’s Ok Model GQGA, Pembelajaran yang Mengasyikkan

Pada saat PTM peserta didik mulai aktif berpartisipasi dan sudah lebih fokus pada materi. Beberapa peserta didik sudah berani bertanya. Sangat antusias dalam menerima materi dan mengerjakan tugas dengan penggunaan model kooperatif tipe make a match.

Dari uraian tersebut, penulis memberikan saran. Pertama peserta didik diharapkan lebih antusias dan fokus saat guru menjelaskan materi ataupun konsep metode pembelajaran. Dengan demikian, mereka bisa mengikuti proses pembelajaran dengan menyenangkan.

Kedua guru kelas dapat memanfaatkan model kooperatif tipe make a match dalam pembelajaran sifat-sifat magnet. Model kooperatif tipe make a match terbukti dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang sifat-sifat magnet. (cd2/fth)

Guru Kelas VI SDN 01 Rowokembu Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya