alexametrics

Gallery Walk Aktifkan Fisik dan Mental Siswa terhadap Pemahaman Pembelajaran

Oleh : Tri Doyo Saktiyono S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN pada hakikatnya adalah proses komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan informasi sehingga daoat merangsang pikiran, perasaan, dan minat serta perhatian peserta didik.

Model pembelajaran digunakan sebagai suatu rancangan yang akan digunakan dalam pembelajaran yang akan dipraktikkan oleh pendidik didalam kelas. Dengan adanya suatu model pembelajaran diharapkan seorang pendidik akan lebih matang dalam mentransfer ilmunya kepada peserta didik, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.

Selama ini sebagian guru atau sekolah masih terperangkap dalam tradisi yang mengukung kreativitas siswa. Seperti kebiasaan yang selalu dilakukan oleh suatu sekolah ketika guru masuk kelas, dimana ketua kelas memberikan aba-aba dengan kata-kata duduk yang rapi, tangan di meja, dan mulut dikunci.

Memang sepintas kebiasaan tersebut terlihat baik karena suasana kelas menjadi hening dan tidak gaduh, tetapi suasana tersebut mempengaruhi keleluasaan siswa dalam berekspresi dan mengemukakan pendapat. Siswa menjadi takut dan lebih banyak menerima dari guru ketimbang aktif mencari. Para guru merasa sukses mengajar jika para siswanya memperhatikan dengan seksama penjelasan sang guru, serius, dan tidak ngobrol.

Baca juga:  Trik Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa

Strategi pembelajaran yang digunakan harus dengan materi yang diberikan agar sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itu, dalam memilih suatu strategi pembelajaran guru dapat membantu peserta didik mendapatkan informasi, ide, keterampilan, cara berpikir, dan mengekspresikan ide.

Akhirnya penulis menetapkan suatu model pembelajaran sesuai kebutuhan siswa saat ini, khususnya pada materi Pahlawanku kelas 4. Tujuannya supaya peserta didik mendapatkan informasi, ide, keterampilan, dan cara berpikir.

Strategi pembelajaran Gallery Walk mengambil psikologi kognitif sebagai dukungan teoritisnya. Fokusnya bukan apa yang sedang dikerjakan peserta didik tetapi pada apa yang mereka pikirkan. Dalam kegiatan ini, guru lebih berperan sebagai pembimbing dan fasilitator peserta didik untuk berpikir dan menggali informasi baru untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Baca juga:  Asyiknya Memanfaatkan Google Earth dalam Membuat Peta Transportasi

Adapun penerapan yang harus disusun penulis adalah membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan dua hingga empat orang, memberikan kertas karton/plano kepada setiap kelompok, menentukan topik atau tema pelajaran, memerintahkan tiap kelompok untuk mendiskusikan apa yang didapatkan oleh para anggotanya dari pelajaran yang mereka ikuti, memerintahkan mereka untuk membuat sebuah daftar pada kertas yang telah diberikan yang berisi hasil pembelajaran dan memerintahkan juga untuk memberi judul atau menamai daftar tersebut, memerintahkan setiap kelompok untuk menempel hasil kerjanya di dinding, memerintahkan mereka untuk berputar mengamati hasil kerja kelompok lain, meminta salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan oleh kelompok lain, meminta siswa bersama-sama untuk mengoreksi hasil kerja kelompok lain, memberikan klarifikasi dan penyimpulan.

Baca juga:  Daring Menarik dengan Powerpoint Digital Storytelling

Dengan membuat peserta didik turun secara aktif ikut serta dalam menyatukan konsep-konsep penting dalam mencapai suatu keputusan, menulis dan juga berbicara di depan umum akan mengajak siswa dapat membangun kerjasama kelompok dan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk saling memberi apresiasi dan koreksi dalam belajar. (cd2/ida)

Guru SDN 02 Bligorejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya