alexametrics

Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Outdoor Learning

Oleh : Lince Astuti, S,P.d

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Siswa Sekolah Dasar (SD) ditempa berbagai bidang studi. Kesemuanya harus mampu dikuasai siswa.Tidaklah salah jika sekolah dasar disebut sebagai pusat pendidikan. Proses pembelajaran bukan hanya di kelas tetapi juga di luar kelas.

Penggunaan pembelajaran yang kurang tepat akan mengakibatkan dampak yang kurang optimal terhadap hasil belajar siswa. Adanya perubahan suasana dalam proses pembelajaran yang biasanya dilakukan didalam kelas, kemudian berubah menjadi pembelajaran luar kelas ( Outdoor).

Pembelajaran outdoor merupakan suatu jalur dalam meningkatkan kapasitas belajar siswa serta mendorong motivasi siswa untuk menjembatani antara teori di dalam buku dengan kenyataan yang ada di lapangan (Thomas dan Munge, 2017). Pembelajaran outdoor dapat dilakukan waktu 3, pembelajaran normal, sebelum pembelajaran di sekolah atau sesudahnya dan saat liburan sekolah. Berbagai lokasi dapat digunakan untuk pembelajaran outdoor. Antara lain, lingkungan sekolah dan lingkungan luar sekolah.

Baca juga:  Berbagi Tentang Model Pembelajaran SOLE

Outdoor learning merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas atau sekolah dan di alam bebas lainya. Model pembelajaran pendidikan luar ruangan adalah suatu pembelajaran dimana proses yang dilaluinya dapat membangun makna ( input). Kemudian prosesnya melalui struktur kognitif sehingga berkesan lama dalam ingatan atau memori (terjadi rekonstruksi).

Proses outdoor learning bisa melibatkan orang tua, kakek atau nenek dan masyarakat. Dengan tujuan menciptakan metode pembelajaran yang aktif kreatif dan inovatif. Memadukan unsur bermain dengan belajar, menghilangkan rasa jenuh pada siswa ketika dalam kondisi pembelajaran indoor, menggunakan alam sebagai media pembelajaran.

Peralihan tingkat pendidikan usia dini dan taman kanak-kanak ke jenjang lebih tinggi yaitu Sekolah Dasar sangatlah berpengaruh besar terhadap pencapaian hasil belajar kedepan. Dimana tingkat PAUD / TK lebih dikenal dengan belajar sambil bermain. Oleh karena itu masa sekolah dasar perlu diupayakan kepada anak agar dapat leluasa untuk menerima pengetahuan dengan sebaik-baiknya dan sebesar- besarnya. Tanpa anak merasa terbebani dalam pembelajaran. Seorang guru dapat menggunakan metode outdoor learning. Sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

Baca juga:  Semangat Menyambut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan. Bahan yang dapat dipelajari lebih kaya serta lebih faktual. Sehingga kebenarannya lebih akurat. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak, memadukan unsur bermain dengan belajar, menghilangkan rasa jenuh siswa ketika dalam kondisi dalam pembelajaran indoor. Itulah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan jika melakukan pembelajaran secara outdoor learning.

Guru perlu melakukan perubahan untuk menemukan bakat peserta didik yang kurang percaya diri. Dengan outdoor learning diharapkan dapat lebih memudahkan guru untuk melihat bakat peserta didik. Mereka akan lebih leluasa dalam menerima pembelajaran diluar ruangan.

Guru mengimplementasikan pendekatan yang sesuai dengan cara belajar siswa, kreatif dan inovatif . Guru bisa memberikan pembelajaran yang bagus dan sumbernya juga tidak boleh monoton. Reflektif. Guru efektif dalam mengembangkan pembelajaran kolaboratif. Keterlibatan guru dan murid untuk bekerjasama dalam pembelajaran Outdoor learning.

Baca juga:  Atasi Kesulitan Belajar Siswa dengan Layanan Konseling Kelompok

Outdoor Learning merupakan sebuah perubahan. Kebiasaan yang mendasar baik bagi guru dan siswa. Selama ini masyarakat luas dan siswa beranggapan pembelajaran selalu dilaksanakan hanya di dalam ruangan. Guru yang di kelas biasa banyak bicara untuk mendengarkan siswa tentang teori dikelas. (rn2/fth)

Guru SDN Selokarto 02

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya