alexametrics

Strategi PQ4R untuk Pembelajaran Apresiasi Sastra

Oleh: Dra. Rahmawatiningsih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, APRESIASI sastra adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa yang meliputi apresiasi puisi maupun prosa. Kompetensi ini tercantum dalam silabus Bahasa Indonesia SMK pada kompetensi dasar di setiap tingkat. Kompetensi dasar tersebut adalah mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana. Selama ini minat belajar siswa untuk mengikuti pembelajaran apresiasi sastra masih rendah. Siswa tidak aktif dalam mengikuti pelajaran.

Siswa tidak fokus dalam mengikuti pelajaran, ada yang berbicara dengan teman sebangku, ada yang melamun, ada yang pandangannya keluar kelas, bahkan ada yang seolah-olah memperhatikan tetapi pandangannya kosong.

Ketika siswa tersebut diberi pertanyaan, dia tidak bisa menjawab sesuai dengan yang diharapkan. Kemampuan siswa dalam mengapresiasi sastra juga masih rendah. Enam puluh persen hasil ulangan yang diperoleh siswa masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan karena kompetensi apresiasi sastra yang terdapat dalam kompetensi dasar mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana merupakan salah satu standar kompetensi lulusan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diujikan secara nasional.

Baca juga:  Memahami Cerita menjadi Menyenangkan melalui Model Storytelling

Kegiatan belajar mengajar apresiasi sastra selama ini masih menggunakan metode konvensional. Metode yang digunakan kurang variatif, dan monoton misalnya hanya menggunakan metode ceramah. Akibatnya, komunikasi hanya terjadi satu arah. Penyebab lainnya adalah masih terbatasnya media pembelajaran untuk apresiasi sastra, keterbatasan video pementasan pembacaan karya sastra. Selain itu, siswa malas untuk membaca atau belajar tentang sastra.

Kegiatan belajar mengajar hendaknya berpusat pada siswa. Guru dituntut untuk kreatif dalam menggunakan metode, media, teknik dan strategi yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran apresiasi sastra. Dengan demikian, pembelajaran apresiasi sastra akan lebih menarik bagi siswa.

Strategi yang menarik untuk pembelajaran apresiasi sastra adalah strategi belajar PQ4R (Preview, Question, Read, Reflec, Recite, dan Review). Dengan menggunakan strategi ini diharapkan minat belajar siswa dan kemampuan mengapresiasi sastra dapat meningkat. Pada akhirnya meningkat pula hasil ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Strategi PQ4R merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi. Elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karenanya membuat pengkodean akan memberikan kemudahan dan lebih memberikan kepastian . Strategi PQ4R digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca, dan dapat membantu proses belajar mengajar di kelas yang dilaksanakan dengan kegiatan membaca buku .

Baca juga:  Peningkatan Komunikasi Matematika melalui TTW

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam strategi membaca PQ4R adalah sebagai berikut: Preview tahap awal siswa membaca selintas dengan cepat sebelum mulai membaca bahan bacaan agar memperoleh gambaran mengenai isi bacaan.

Question pada tahap ini siswa mengajukan pertanyan-pertanyaan kepada diri sendiri tentang isi bacaan.

Read, siswa membaca karangan secara aktif yakni dengan cara pikiran siswa harus memberikan reaksi terhadap apa yang dibacanya. Pada kegiatan ini siswa mencari jawaban terhadap semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebelumnya.

Reflect, pada tahap ini siswa memahami informasi yang dipresentasikan dengan cara menghubungkan informasi dengan hal-hal yang diketahui, mengaitkan subtopik-subtopik di dalam teks dengan konsep-konsep atau prinsip-prinsip utama, memecahkan kontrdiksi di dalam informasi yang disajikan, menggunakan materi untuk memecahkan masalah-masalah yang disimulasikan dan dianjurkan dari materi pelajaran tersebut.

Baca juga:  Penerapan Blended Learning Tipe Flipped Classrom pada PJJ Materi IP Address

Recite, siswa merenungkan atau mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Review, siswa membaca catatan singkat (intisari) yang telah dibuatnya, mengulang kembali seluruh isi bacaan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Kegiatan elaborasi meliputi langkah-langkah sebagai berikut. Siswa membaca secara aktif sambil memberikan tanggapan terhadap apa yang telah dibaca dan menjawab pertanyaan yang dibuatnya. Kemudian siswa menentukan unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen lalu siswa menanyakan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Kegiatan berikutnya siswa melihat catatan-catatan/intisari yang telah dibuat sebelumnya. Selanjutnya siswa membuat intisari dari seluruh pembahasan (unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen) dan siswa membaca intisari yang telah dibuatnya. Kegiatan terakhir siswa membaca kembali hasil analisis cerpen yang dipilihnya sebagai tugas pembelajaran apresiasi sastra.

Pembelajaran apresiasi sastra memang tidak mudah, siswa harus mempunyai daya analisis dan bisa memahami makna dari setiap kata atau rangkaian kalimat baik itu puisi maupun prosa. Tetapi tidak ada salahnya kita mencoba beberapa strategi atau metode pembelajaran yang lebih efektif dalam pembelajaran sastra. Seperti yang diterapkan di SMKN 3 Jepara. (tt2/zal)

Guru SMKN 3 Jepara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya