alexametrics

Lingkungan Alam sebagai Media Pembelajaran

Oleh : Eti Widiarti, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Lingkungan belajar banyak berperan dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Dengan kata lain, tingginya minat siswa terhadap suatu kegiatan pembelajaran, salah satunya ditentukan oleh faktor lingkungan belajar. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan kelas dan lingkungan di luar kelas.

Selama ini pembelajaran yang kita lakukan lebih banyak di dalam kelas atau ruangan sehingga anak merasa jenuh dan bosan. Siswa sekolah dasar (SD) masih digolongkan sebagai siswa yang membutuhkan berbagai aktivitas dalam proses menuju kemandiriannya.

Dunia mereka adalah dunia bermain. Melalui bermain anak memperoleh pelajaran yang mengandung aspek perkembangan kognitif, sosial, emosi dan perkembangan fisik.
Untuk mencapai tujuan tersebut guru perlu mencari, menemukan, memilih dan menentukan alat bermain dan dan permainan apa yang bisa merangsang aktivitas belajar, bermain dan berimajinasi serta membuat anak senang. Salah satunya dengan menggunakan lingkungan alam sebagai media pembelajaran.

Baca juga:  Belajar Aljabar Mudah dengan Media Pensil dan Krayon

Berdasarkan Undang-Undang No 32 Tahun 2009, lingkungan ialah kesatuan manusia, benda keadaan serta mahkluk hidup lainnya dalam suatu tempat, sedangkan menurut St. Munajat Danusaputra, lingkungan adalah semua benda dan kondisi yang ada di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia dapat mempengaruhi kelangsungan dan kesejahteraan manusia.

Ketika guru ingin memanfaatkan dan mengembangkan potensi lingkungan alam maka harus mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain lingkungan yang dimanfaatkan untuk belajar diusahakan lingkungkungan yang baru dan berbeda dengan lingkungan kelas. Sehingga siswa belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru itu. Lingkungan alam diharapkan bisa ikut mengembangkan keterampilan dasar membaca menulis dan berhitung dalam pengarahan guru.

Menurut H. Malik (1994), pengertian media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan. Beberapa sarana yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran antara lain : taman yang merupakan lingkungan yang paling baik untuk belajar dan mempelajari sesuatu. Taman yang biasanya dirancang sebagai tempat bermain bisa menumbuhkembangkan berbagai inovasi.

Baca juga:  Belajar IPA Menyenangkan dengan Pembelajaran STAD

Kemudian tanah liat bisa digunakan oleh sekolah untuk menuangkan ekspresi dan mengasah jiwa seni siswa. Air juga disebut sebagai sumber kehidupan. Air akan menjadi sumber belajar paling berharga dan paling mudah bagi guru untuk menjelaskan fenomena air ada, dimana pasir dan masih banyak contoh yang lainnya.

Terpenuhinya kebutuhan emosional mereka secara seimbang akan berkembang menjadi individu yang mampu mewujudkan potensi-potensi dirinya secara optimalkan. Potensi ini akan mejadi seimbang apabila potensi sosial mereka juga ikut berkembang yaitu kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Mengikuti norma-norma yang ada di masyarakat seperti bersikap sopan terhadap orang lain.

Lingkungan alam tidak hanya berfungsi untuk mengembangkan kemampuan fisik saja. Lingkungan alam juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan kognitif siswa. Berbagai tumbuhan, tingkat suhu udara, gejala alam, tata letak bangunan di sekitarnya.

Baca juga:  Penggunaan Flashcards untuk Pembelajaran Present Continuous Tense

Siswa bisa diajarkan tentang memecahkan berbagai masalah, diajak berpikir logis dengan memanfaatkan lingkungan alam yang dihadapi, mengasah imajinasi, kreativitas, dan rasa ingin tahu mereka. Dengan cara demikian guru bisa membantu mengembangkan sekaligus membina bakat dan potensi dalam diri setiap siswa.

Begitu hebat Yang Maha Kuasa menciptakan alam ini untuk manusia. Amatlah rugi apabila kita tidak memanfaatkannya bagi pendidikan generasi penerus. Kita bisa memanfaatkan alam untuk perkembangan anak dengan sebaik mungkin, sambil berupaya menghilangkan akibat terburuk yang mungkin terjadi. Kita harus mengoptimalkan lingkungan kita untuk kepentingan pembelajaran. (pb2/lis)

Guru SDN 1 Kabunderan, Kec. Karanganyar, Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya