alexametrics

Belajar Menari Via Video, Bikin Siswa Lebih Mudah

Oleh : Titin Pujiastuti S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SETIAP daerah di Indonesia dikenal memiliki ciri khasnya masing-masing yang dapat tergambar dari banyak aspek. Salah satunya dapat terlihat dari kesenian tari tradisionalnya. Sebagai negara majemuk yang memiliki budaya beragam, seni tari di Indonesia memiliki banyak ragam dengan karakteristik berbeda-beda.

Dikutip dari buku Seni dan Budaya, Harry Sulastianto (2007: 73), keberagaman karya seni tari dari berbagai daerah di Indonesia tersebut sebenarnya terbentuk akibat adanya pengaruh dari lingkungan atau daerah itu sendiri.

Pendidikan seni tari adalah salah satu materi dalam mata pelajaran Seni Budaya. Di dalam seni tari terdapat simbol-simbol kehidupan yang memiliki makna mendalam dan nilai tentang hakikat hidup.

Tari sebagai simbol adalah sesuatu yang diciptakan manusia dan secara konvensional digunakan bersama, teratur, benar-benar dipelajari, sehingga memberikan pengertian hakikat manusi, yaitu kerangka yang penuh arti untuk mengorientasikan dirinya kepada yang lain, kepada lingkungannya, dan pada dirinya sendiri, sekaligus sebagai produk dan ketergantungan dalam interaksi sosial.

Tari sebagai simbol. Seni tari sebagai sistem penandaan. Artinya, tari tidak terlepas dari beberapa aspek yang dapat dilihat secara terperinci, antara lain geraknya, iringannya, panggung, pola lantai, waktu, rias busana, dan properti.

Baca juga:  Strategi Gula Kopi Meningkatkan Kompetensi Gerak Tari Siswa

Sistem penandaan semiotik ini menurut Sumandiyo (2005:22-24), di dalamnya mengandung makna harfiah, bersifat primer, dan langsung ditunjukkan menurut kesepakatan atau konvensi yang dibentuk secara bersama oleh masyarakat atau budaya dimana simbol atau tanda itu berlaku.

Dan salah satu materi yang penulis ajarkan di kelas X BDP 2 SMKN 2 Semarang adalah karya seni tari nusantara (gerak dasar tari Jawa), di mana gerak dasar tari meliputi Srisig, Lumaksono, Lampah Tiga, Ulap-Ulap Tawing, dan lain-lain. Gerakan tari merupakan unsur utama dari tari.

Dalam menari tentunya penari membutuhkan gerakan-gerakan untuk mengekspresikan gerak dari tarian yang akan dipertontonkan melalui gerakan. Oleh karena itu, dalam menari siswa harus mengetahui dasar-dasar gerakannya terlebih dahulu.

Namun dalam praktiknya saat proses pembelajaran, siswa kesulitan menghapal dan mengikuti gerakan yang saya ajarkan. “Waahhh susah yo, piye to iki gerakanne?” begitu celetukan siswa kepada temannya saat mencoba praktik menari.

Baca juga:  Berlatih Bernyanyi Unisono yang Tepat dan Menyenangkan

Karena gerakan manual yang penulis contohkan kepada siswa, kurang bisa diikuti dengan baik oleh siswa, saya kemudian menggunakan metode pembelajaran tutorial dengan menggunakan video, dimana saya merekam gerakan-gerakan dasar tari Jawa.

Menurut Cheppy Riyana (2007) media video pembelajaran adalah media yang menyajikan audio dan visual yang berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang berisi konsep, prinsip, prosedur, teori aplikasi pengetahuan untuk membantu pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran. Hasil rekaman yang penulis buat itu, kemudian saya kirim ke seluruh siswa.

Penulis meminta seluruh siswa untuk melihat dan mempelajari tutorial melalui video itu di rumah. Dalam pertemuan berikutnya, penulis sebelum meminta siswa maju ke depan kelas untuk menunjukkan gerakan-gerakan tari Jawa, mengajak mereka untuk mengikuti pembelajaran manual penulis. “Ayoo anak-anak sekarang ikuti gerakan Bu Guru lebih dahulu, nanti saya minta satu persatu dari kalian maju di depan kelas,” pinta penulis.

Baca juga:  Discovery Learning Meningkatkan Pemahaman Interaksi Antarnegara Benua Asia

Ternyata saat mengikuti gerakan manual yang penulis ajarkan, siswa mulai terlihat luwes dalam mengikuti gerakan-gerakan dasar tari Jawa yang penulis contohkan di depan kelas dan diikuti seluruh siswa. Lantas, saya mencoba meminta satu persatu siswa maju ke depan kelas untuk melakukan gerakan dasar tari Jawa tersebut, dari pelajaran melalui video yang sudah mereka pelajari di rumah. Ternyata, sebagian siswa selain lebih luwes tidak ka ku, juga hapal dengan gerakan-gerakan dasar tari Jawa.

“Waahh belajar dari video yang bu guru buat jadi lebih mudah bu, bikin video gerakan tari lainnya buuu…” begitu kata siswa yang begitu hepi, setelah bisa mempraktikkan gerakan dasar tari Jawa. Yang lebih menggembirakan ternyata dengan menggunakan video tutorial gerakan dasar tari Jawa yang penulis buat dan dipelajari siswa di rumah, membuat, nilai hasil siswa belajar siswa mengalami peningkatan dari rata-rata 78 menjadi 85!. (*/ida)

Guru Seni Budaya SMKN 2 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya