alexametrics

Asyiknya Membuat Jaring-Jaring Kubus dan Balok dengan Metode Demonstrasi

Oleh: Khodhiroh ,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PADA pembelajaran matematika guru berusaha agar siswanya tertarik dan semangat untuk belajar, oleh karena itu seorang guru harus menggunakan metode pembelajaran yang tepat agar siswa tidak bosan dan merasa senang belajar matematika.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu sering menjumpai bangun-bangun yang berbentuk kubus misalnya dadu yang biasa digunakan untuk permainan anak-anak. Selain dadu, kardus juga banyak yang berbentuk kubus.

Dalam mengajarkan materi jaring-jaring kubus dan balok, penulis yang menggunakan metode praktik dan demonstrasi di depan kelas. Langkah pertama yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran ini adalah guru menjelaskan arti kubus, arti balok, jaring-jaring kubus dan juga jaring-jaring balok kepada siswa.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia,kubus adalah ruang yang berbatas enam bidang segi empat (seperti dadu) sedangkan jaring-jaring kubus adalah kubus yang dibuka dan direbahkan. Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi atau persegi Panjang,dengan paling tidak satu pasang diantaranya berukuran berbeda.Balok memiliki 6 sisi,12 rusuk,dan 8 titik sudut.balok adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh 6 persegi panjang,dimana setiap sisi persegipanjang berimpit dengan tepat satu sisipersegi Panjang yang lain dan persegipanjang yang sehadap adalah kongruen (http://genius.smpn.1mgl.sch.id/file.php/1/ANIMAS/matematika /balok/index.htm). Sedangkan jaring-jaring balok adalah sisi – sisi balok yang di rebahkan. Setelah guru menjelaskan arti jaring-jaring kubus dan balok guru membagi kelas menjadi 8 kelompok, tiap kelompok terdiri atas 4 orang siswa.

Baca juga:  Efektivitas Metode Explicit Instruction pada Materi HPP Ekonomi

Kelompok 1-4 bertugas membuat jaring-jaring kubus, sedangkan kelompok 5-8 bertugas membuat jaring-jaring balok. Kemudian guru menyuruh siswa dalam kelompok untuk menggambar jaring-jaring kubus maupun balok sesuai tugas yang diberikan.

Sebelumnya guru menugaskan siswa untuk memikirkan gambar jaring-jaring kubus maupun balok dalam benaknya, kemudian digambarkan dalam kertas karton untuk digunting kemudian dicoba apakah bisa dibentuk menjadi kubus atau tidak. Kalau setelah dicoba bisa terbentuk kubus berarti itulah jaring -jaring kubus.demikian pula untuk kelompok yang membuat jaring-jaring balok Kelompok yang ditugaskan untuk membuat jaring-jaring kubus membuat minimal 4 buah jaring-jaring kubus yang berlainan demikian pula untuk kelompok yang ditugaskan untuk membuat jaring-jaring balok.

Baca juga:  Antusias Tinggi Belajar PPKn dengan Numbered Head Together

Guru hanya mengamati kerja tiap kelompok, dalam kelompok tampak setiap siswa aktif belajar membuat jaring-jaring. Sehingga suasana kelas terlihat menyenangkan. Setelah semua kelompok selesai membuat jaring-jaring kubus dan balok guru menyuruh setiap kelompok untuk melakukan demonstrasi dalam pembuatan jaring-jaring kubus dan balok didepan kelas dan menggambarkannya di papan tulis secara bergiliran dengan kelompok lain.

Anggota kelompok yang lain diminta untuk mengamati dan menggambar juga di buku catatan. Setelah semua kelompok mengadakan atau memperagakan hasil kerjanya guru menyuruh siswa menghitung banyaknya jaring-jaring yang berbeda untuk kubus dan balok. Guru membuat kesimpulan tentang banyaknya jaring-jaring kubus dan balok yang bisa di buat.

Baca juga:  Belajar Pengukuran Makin Asyik dengan Quizizz

Nah, melalui metode pembelajaran secara demonstrasi yang diterapkan di SMPN 1 Tulis, Batang, ini dapat menarik siswa untuk berminat belajar matematika, khususnya membuat jaring-jaring kubus dan balok. Diharapkan dengan mempelajari materi ini, nantinya dapat berguna bagi siswa dalam kegiatan sehari-hari. (pb2/zal)

Guru SMPN 1 Tulis, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya