alexametrics

Membuat Jurnal Penyesuaian Lebih Mudah dengan Model Jigsaw

Oleh : Abduka Gusnari, SE

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ada tiga tahapan dalam siklus akuntansi perusahaaan yakni tahap pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan. Pertama tahap pencatatan meliputi transaksi, penjurnalan, pemostingan ke buku besar.

Kedua tahap pengikhtisaran meliputi penyusunan neraca saldo, pembuatan jurnal penyesuaian, pembuatan jurnal penutup, penyusunan neraca saldo setelah penutupan, dan penyusunan jurnal pembalik.

Sedangkan tahap ketiga pelaporan yang meliputi penyusunan laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan posisi keuangan/neraca dan laporan arus kas.

Dalam pembelajaran siswa kelas X kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga semua tahapan dalam siklus akuntansi perusahaan tersebut di atas, dipelajari dan dipraktikkan. Ketika pembahasan materi pembuatan jurnal penyesuaian, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pembuatan jurnal penyesuaian.

Pembuatan jurnal penyesuaian ini termasuk tidak mudah dikuasai siswa. Hal tersebut dikarenakan siswa tidak boleh melupakan materi sebelumnya saat kegiatan penjurnalan yaitu di pembuatan jurnal umum atau jurnal khusus, hingga penyusunan neraca saldo.

Menurut Sari Dwi Astuti dalam buku Akuntansi Dasar (2018:218) bahwa definisi jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menyesuaiakan saldo-saldo perkiraan (akun) agar menunjukkan keadaan yang sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan.

Hal-hal yang menyebabkan diperlukannya pembuatan jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi sebagai berikut : perlengkapan/bahan habis pakai, beban yang masih harus dibayar/utang beban, pendapatan yang masih harus diterima/piutang pendapatan, penyusutan aktiva tetap, beban dibayar dimuka, pendapatan diterima dimuka, piutang tak tertagih, pembetulan kesalahan, dan persediaan barang dagangan awal dan akhir untuk perusahaan dagang.

Baca juga:  Memahami Persamaaan Dasar Akuntansi dengan Media Gambar

Pada saat membuat jurnal umum, siswa harus paham pendekatan pencatatan jurnal apa yang diterapkan oleh perusahaan tersebut. Ada dua macam pendekatan pencatatan jurnal yaitu pendekatan neraca dan laba rugi. Pendekatan neraca meliputi dua jenis yaitu dicatat sebagai harta dan dicatat sebagai utang. Adapun dalam pendekatan laba rugi meliputi dua jenis dicatat sebagai pendapatan dan dicatat sebagai beban.

Siswa agar bisa mudah memahami dan mampu dalam membuat jurnal penyesuaian dengan tepat dan benar. Ada salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Menurut Fathurrohman (2015:63) pembelajaran jigsaw adalah suatu teknik pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang betanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.

Langkah-langkah model pembelajaran jigsaw adalah: pertama, siswa dibagi atas beberapa kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 4-6 orang yang disebut dengan kelompok asal. Kedua, dalam satu kelompok tersebut masing-masing siswa memperoleh materi yang berbeda.

Ketiga, dari beberapa kelompok, para siswa dengan keahlian yang sama atau materi yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok-kelompok ahli. Keempat, setelah selesai berdiskusi para ahli kembali ke dalam kelompok asal. Kelima, para ahli menerangkan hasil diskusi kepada kelompok asal.

Baca juga:  Teknik Drills dalam mengajarkan Degree of Comparation

Keenam masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dengan menunjuk salah satu anggota sebagai perwakilan kelompok. ketujuh para siswa mengerjakan kuis-kuis individual yang mencakup semua materi.

Berdasarkan data di atas, penulis menerapkan model jigsaw pada pembelajaran kelas X Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Negeri 1 Batang. Selama penerapan langkah-langkah model jigsaw, siswa terlihat sangat aktif, antusias, berani, dan tanggung jawab.

Para siswa saling berdiskusi di kelompok ahli membahas materi yang sama, mereka kelihatan tidak ada beban dalam berdiskusi dengan teman-teman ahli yang lain.

Pemahaman materi secara utuh tersebut misalnya, transaksi pada awal periode akuntansi, tanggal 5 Januari 2022 Perusahaan jasa “ABC” membeli perlengkapan kantor (kertas folio F4 sebanyak 20 rim @ Rp.50.000,00) secara tunai seharga Rp.1.000.000,00 di Toko ATK. Jika pada saat membuat jurnal umum dengan mencatat sisi Debet Akun Perlengkapan Kantor Rp.1.000.000,00 dan sisi Kredit Akun Kas Rp.1.000.000,00 maka Perusahaan Jasa “ABC” tersebut menerapkan pendekatan neraca dicatat sebagai harta.

Apabila di akhir periode diketahui setelah dihitung secara fisik persediaan perlengkapan kantor yang masih ada di Perusahaan Jasa “ABC” sebanyak 5 rim maka pencatatan akhir periode dalam jurnal penyesuaian adalah di sisi Debet Akun Beban Perlengkapan Kantor Rp.750.000,00 dan sisi Kredit Akun Perlengkapan Kantor Rp.750.000,00 (dicatat perlengkapan kantor yang sudah terpakai).

Baca juga:  Belajar Bahasa Inggris Justru Pupuk Rasa Nasionalisme

Seandainya kejadian atau transaksi yang sama yakni tanggal 5 Januari 2022 Perusahaan Jasa “XYZ” membeli perlengkapan kantor (kertas folio F4 sebanyak 20 rim @ Rp.50.000,00) secara tunai seharga Rp 1.000.000,00 di Toko ATK.

Jika di Perusahaan Jasa “XYZ” pada saat membuat jurnal umum dengan mencatat sisi Debet Akun Beban Perlengkapan Kantor Rp 1.000.000,00 dan sisi Kredit Akun Kas Rp 1.000.000,00 maka Perusahaan Jasa “XYZ” tersebut menerapkan pendekatan laba rugi dicatat sebagai beban.

Apabila di akhir periode diketahui setelah dihitung secara fisik persediaan perlengkapan kantor yang masih ada di Perusahaan Jasa “XYZ” sebanyak 5 rim maka pencatatan akhir periode dalam jurnal penyesuaian di sisi debet akun Perlengkapan Kantor Rp 250.000,00 dan di sisi kredit akun Beban Perlengkapan Kantor Rp 250.000,00 (dicatat perlengkapan kantor yang belum terpakai).

Pemahaman materi secara utuh di atas merupakan bekal bagi siswa ahli untuk menularkan ke teman-temannya di kelompok asal. Dengan demikian semua siswa memperoleh pemahaman materi jurnal penyesuaian yang utuh dan lengkap.

Dalam penerapan model jigsaw materi jurnal penyesuaian ini, semua siswa menunjukkan adanya peningkatan nilai secara signifikan dibandingkan dengan sebelumnya. (bk2/lis)

Guru Produktif Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Negeri 1 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya