alexametrics

Tingkatkan Hasil Belajar Huruf Hijaiyah dan Harakatnya melalui Snowball Drilling

Oleh : Mukaromah, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sukses tidaknya belajar ditentukan sebagian besar oleh pribadi siswa sebagai peserta didik yang sedang belajar. Sekolah sebagai lembaga pendidikan hanya membantu mengembangkan potensi yang dimiliki siswa.

Demikian juga dengan fasilitas, sarana media, sumber dan tenaga kependidikan yang ada hanya merupakan fasilitator yang membantu, mendorong dan membimbing agar siswa yang belajar memperoleh kesuksesan dalam belajar.

Belajar adalah tindakan dan perilaku siswa yang komplek. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar.

Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seorang sebagai hasil dari pengalaman dan latihan. Perubahan sebagai hasil dari belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti perubahan pengetahuan, permahaman sikap dan tingkah laku kecakapan dan kemampuan.

Dengan demikian belajar pada dasarnya adalah proses perubahan tingkah laku, yang meliputi perubahan, keterampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman dan apresiasi. Yang dimaksud dengan pengalaman dalam belajar tidak lain adalah interaksi antara individu dengan lingkungan.

Baca juga:  Penggunaan Jaringan LAN untuk Penilaian Harian Berbasis Komputer

Pada dasarnya untuk mencapai keberhasilan atau prestasi belajar tidaklah mudah, karena proses pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti faktor tujuan, alat pendidikan, lingkungan serta faktor peserta didik itu sendiri. Dilihat dari pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka sejak dini tiap peserta didik harus ditanamkan rasa percaya diri dan tekun dalam belajar.

Dalam hal ini setiap peserta didik harus dapat dilibatkan atau seorang pendidik harus dapat merangsang peserta didik untuk berfikir dan bersikap positif terhadap konsep yang diberikan.

Dalam proses kegiatan pembelajaran di kelas II SD Negeri 03 Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang semester Ganjil pada pembelajaran Huruf Hijaiyah bersambung, permasalahan yang sering muncul adalah rendahnya minat dan motivasi siswa dalam mengkuti proses belajar mengajar.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Berbicara dengan Pendekatan Komunikatif

Akibatnya adalah hasil tes prestasi belajar huruf hijaiyah dan harakat siswa menjadi rendah. Oleh karena itu guru perlu mencari alternatif model pembelajaran yang membuat siswa aktif dan kreatif dalam kegiatan belajar mengajar agar tidak menjenuhkan serta suasana kelas menjadi hidup dan berujung membuahkan siswa aktif belajar dan hasil belajarnya meningkat melalui metode snowball drilling.

Metode pembelajaran snowball drilling merupakan metode pembelajaran dengan menekankan pada belajar dengan cara latihan secara berulang-ulang sampai apa yang dibaca atau yang dipelajari dapat mengerti atau dibaca dengan benar dan baik.
Metode ini dikembangkan untuk menguatkan pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari membaca bahan-bahan bacaan.

Dalam penerapan metode snowball drilling, peran guru adalah mempersiapkan paket soal-soal dan menggelindingkan bola salju berupa soal-soal latihan dengan cara menunjuk/mengundi untuk mendapatkan seseorang peserta didik yang akan menjawab, jika peserta didik yang akan menjawab, jika peserta didik yang mendapat giliran pertama langsung menjawab benar, maka peserta didik itu diberi kesempatan untuk soal nomor berikutnya.

Baca juga:  Pembelajaran Online Menarik dengan Kolaborasi Powerpoint dan Bandycam

Namun jika peserta didik yang pertama gagal menjawab, maka peserta didik itu diharuskan menjawab soal berikutnya dan seterusnya. Hingga peserta didik tersebut berhasil menjawab benar item soal pada suatu nomor soal tertentu.

Jika pada putaran pertama bola salju masih terdapat item-item soal yang belum terjawab, maka soal-soal itu dijawab oleh peserta didik yang mendapat giliran. Mekanisme giliran menjawab sama seperti yang telah diuraikan tersebut di atas. Di akhir pelajaran guru memberikan ulasan terhadap hal yang telah dipelajari peserta didik.

Dengan penggunaan metode ini tingkat keberhasilan pembelajaran meningkat terbukti siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang disajikan dan peserta didik memiliki rasa tanggung jawab akan tugas yang diberikan. (pb2/lis)

Guru PAIPB SDN 03 Asemdoyong, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya