alexametrics

Teknik Finger Painting Peningkat Kreativitas Siswa Belajar Seni Budaya

Oleh: Kholidah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Sekolah Dasar adalah tahap pendidikan paling dasar dalam pendidikan formal yang berlangsung selama 6 tahun, dan diharapkan terbentuknya karakter baik pada peserta didik. Adapun peserta didik pada pendidikan formal jenjang Sekolah Dasar ini memiliki rentan usia 7 -12 tahun. Terdapat berbagai mata pelajaran dasar yang harus dipelajari, dan salah satunya ada mata pelajaran Seni Budaya.

Pendidik Seni Budaya menjadi salah satu mata pelajaran yang harus disampaikan oleh kurikulum, bahkan dari tingkat TK sampai dengan perguruan tinggi. Menurut (Mia Andini, 2019) bahwa pendidikan Seni adalah salah satu usaha sadar guna menyiapkan peserta didik melalui pengajaraan dan bimbingan atau latihan dengan tujuan agar peserta didik dapat menguasai kemampuan kesenian. Serta diharapkan peserta didik dapat mengasah kemampuan imajinasi- intelektual dengan dituangkan melalui kegiatan kesenian.

Sedangkan terdapat berbagai macam seni yang dapat dipelajari dalam sekolah dasar, yaitu Seni Musik, Seni Rupa, Seni Tari, Seni Drama/Teater, Seni Sastra. Akan tetapi pada umumnya yang dipelajari pada jenjang sekolah dasar adalah seni rupa, dan seni rupa juga terbagi menjadi beberapa macam salah satunya seni melukis.

Baca juga:  Meningkatkan Kreativitas dan Imunitas Peserta Didik di Masa Pandemi

Pada kenyataannya yang terjadi tidak semua peserta didik mempunyai minat untuk melakukan kegiatan melukis, oleh sebab itu kebanyakan peserta didik membuat suatu gambar yang telah dibuat orang lain atau menjiplak karya orang lain dengan tidak membuat sendiri. Hal ini sama terjadinya di SDN Tanjungsari Kecamatan Kajen pada kelas 1.

Faktor terbesarnya yaitu karena kurangnya kreativitas dan tingkat kepercayaan diri terhadap karya yang akan mereka buat atau mereka tidak percaya diri untuk mengekspesikan kegiatan melukis. Jika hal tersebut dibiarkan saja maka potensi yang dimiliki oleh peserta didik akan tertimbun, oleh karena itu tenaga pendidik atau guru harus menggunakan berbagai teknik yang dapat memancing krativitas dan minat peserta didik untuk mengeksperesikan dirinya dalam kegiatan melukis.

Baca juga:  Belajar Daring PGS Lingkaran Bagi Adil Menggunakan Pentablet

Salah satunya dengan Teknik Finger Painting, teknik ini dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dengan seni melukis menggunakan jari tangan.

Selain itu teknik Finger Painting dapat mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak sebab kegiatan finger painting ini dapat melatih otot tangan atau jari, serta dengan koordinasi otot dan mata.

Adapun cara dan bahan yang harus disiapkan untuk pengimplementasian teknik Finger Painting ini yaitu lem cair (dapat menggunakan lem kertas gel), pewarna makanan yang tentunya aman untuk anak-anak, sedangkan caranya, campurkan lem dan pewarna kedalam satu wadah atau mangkuk cat dan jika sudah tercampur semua cat pun siap digunakan.

Finger Painting merupak suatu kegiatan yang memerlukan penuangan gagasan perasaan dari pelukis, jadi tidak hanya sekedar melukis saja. Dimana nantinya ada kualitas goresan tangan, tarikan garis yang akan melatih otot-otot motorik halus peserta didik serta ada permainan warna yang akan dilakukan oleh setiap peserta didik, maka disini tingkat kreativitas setiap peserta didik akan dilatih.

Baca juga:  Kertas dan Permen Lolipop Mudahkan Siswa Belajar Pronunciation

Pada kegiatan Finger Painting ini nantinya peserta didik akan merasakan pengalaman baru dalam belajar sebab mereka akan menggunakan jari tangannya untuk membuat suatu gambar.

Diharapkan dengan penggunaan teknik Finger Painting pada jenjang pendidikan sekolah dasar dapat meningkatkan kreativitas dan memunculkan bakat yang tependam dari beberapa peserta didik melalui kegiatan melukis pada mata pelajaran Seni Budaya, khususnya kelas dasar atau kelas 1, 2. Sebab teknik ini sangat cocok dengan karakteristik peserta didik kelas rendah yang unik dan masih suka bemain.

Peningkatan Kreativitas ini dapat dilihat dari hasil pretest sebelum diberikan treatment dan sesudah diberikan treatment dengan melihat hasil post test kelas eksperimen yang memiliki peningkatan yang signifikan. (cd2/zal)

Guru SDN Tanjungsari, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya