alexametrics

Sukses Membina Atletik dengan Pilar Kosim

Oleh: Drs. Narwan Trihana

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembinaan siswa untuk berprestasi merupakan sebuah keniscayaan. Siswa bermodal prestasi lebih terbuka merenda masa depannya. Tujuan pembinaan prestasi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mendapatkan peserta didik yang berhasil mencapai prestasi puncak di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, dan/atau olahraga, pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan internasional (Permendiknas 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa).

Salah satu bentuk pembinaan prestasi di SMP Negeri 1 Kota Mungkid adalah membina atlet olahraga atletik, khususnya lari. Pembinaan yang dimaksudkan di sini adalah usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

Para ahli olahraga seluruh dunia sependapat perlunya tahap-tahap pembinaan untuk menghasilkan prestasi olahraga yang tinggi. Yaitu melalui tahap pemasalan, pembibitan, dan pencapaian prestasi (Djoko Pekik Irianto, 2002:27 dalam Mulyati Riyaningsih (skripsi UNNES), 2019: 12).

Baca juga:  Pemanfaatan Video Visual untuk Pembelajaran di Masa Pandemi

Menurut Tangkudung & Wahyuningntyas Puspitarini (2012:34) pertimbangan dalam memilih atlet bibit unggul antara lain didasarkan pada keadaan bibit atlet yang unggul adalah bibit atlet yang memiliki kemampuan atas bakat yang dibawa sejak lahir.

Kemudian diperolehnya bibit atlet unggul maka dapat menghindari terjadinya pemborosan tenaga atau biaya. Dan pencarian bibit unggul perlu semakin diintesifkan agar diperoleh bibit unggul sejak usia muda.

Tahap pembinaan atlet lari dilakukan melalui empat tahap: pemilihan, pelatihan rutin, kompetisi, dan simulasi (disingkat pilar kosim). Tahap pertama adalah pemilihan calon atlet atletik, pencarian bibit. Hal ini dilakukan utamanya untuk siswa kelas VII baru.

Kegiatan dimulai dari mengidentifikasi piagam penghargaan yang terlampir dalam seleksi PPDB. Pemilihan juga dilakukan saat pembelajaran. Atletik akan menjadi materi yang pertama kali diajarkan. Kelas VIII dan IX sudah pasti sudah teridentifikasi.

Baca juga:  Menggambar Lebih Pede dengan Penerapan COD

Ketika calon atlet terpilih dilakukanlah pelatihan rutin secara periodik dan berkesinambungan dengan materi ABC Running, latihan kekuatan, dan latihan daya tahan: umum dan kecepatan. Latihan kecepatan terdiri atas kecepatan maksimal yang disesuaikan dengan nomor lomba.

Bentuk latihan lainnya adalah kelincahan, kelenturan, dan daya ledak. Latihan teknik terdiri atas latihan start dan akselerasi sesuai nomor lomba. Latihan bersama pembimbing dilakukan dua kali seminggu, tetapi di luar itu para atlet diminta latihan mandiri setiap hari sesuai petunjuk pelatih.

Kepada sesama atlet diciptakan kompetisi. Hal ini untuk mengevaluasi hasil pelatihan dan memotivasi mereka menjadi yang terbaik atau minimal memenuhi kualifikasi. Pelaksanaan kompetisi setiap dua minggu, pada sesi akhir latihan. Pelatih membuat portofolio sebagai evaluasi dan dasar menentukan jenis pelatihan berikutnya yang perlu diintensifkan.

Baca juga:  Pemanfaatan Media Gambar dalam Menulis Teks Fabel

Simulasi digunakan untuk menentukan strategi lomba. Pelatihan ini sifatnya individual. Seorang sprinter lari 100 meter misalnya, dia mampu berlari dengan kecepatan penuh 100 persen hanya untuk 50 meter pertama, 30 meter berikutnya hanya 80 persen, dan 20 meter sisanya 70 persen, sehingga rata-rata hanya 88 persen.

Namun, jika dilakukan dengan cara berbeda, kemungkinan rata-ratanya bisa lebih. Misalnya start lari dia gunakan 80 persen untuk 30 meter pertama, lalu ditambah 100 persen pada 40 meter berikutnya, sisanya 90 persen. Rata-ratanya lebih tinggi. Demikian berulang untuk mencari performa terbaik.

Pilar kosim pada tahun 2019 dalam ajang Popda dan Kejurda telah sukses mendulang 22 medali emas dari 11 atlet yang berlomba. Pada 2020 diraih 11 emas pada Popda Kabupaten Magelang, dan gagal ke provinsi karena pandemi. (mk1/lis)

Guru SMPN 1 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya