alexametrics

Belajar Asik Role Playing Materi Penawaran dan Permintaan

Oleh: Mujirin, S.Pd., M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial mencakup ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi. Materi yang banyak membuat peserta didik sering mengeluh, jenuh dan tidak menyukai pelajaran IPS. Untuk menyiasatinya, bisa menggunakan model pembelajaran bermain peran atau role playing. Ini bisa dicoba sebagai alternatif dalam mengatasi kejenuhan belajar. Belajar jadi asyik dan menyenangkan.

Role playing merupakan model pembelajaran yang bisa dimanfaatkan untuk variasi dalam kegiatan belajar mengajar dengan tujuan agar peserta didik bisa meningkatkan kreativitas dan imajinasinya. Role playing menurut Wicaksono (2010) aktivitas yang berkarakter sosiologis sebuah alur pada setiap perilaku, bisa ditampilkan seseorang yang berkaitan dengan norma sosial dan belajar.

Menurut Sandra de Young (2015), Role Playing adalah suatu pembelajaran berupa sandiwara atau drama, peserta didik melakukan drama atau sandiwara baik secara spontan maupun terencana untuk mempertunjukan sebuah peran.

Baca juga:  Blended Learning Mudahkan Siswa Belajar Sistem Pencernaan Manusia

Materi pembelajaran permintaan dan penawaran di pasar sangat cocok menggunakan model role playing. Kegiatan transaksi jual beli dapat disimulasikan peserta didik di dalam kelas.

Transaksi jual beli bisa dengan penyerahan barang dan transaksi pembayaran secara langsung, maupun secara tempo atau kredit. Guru harus membuat alur skenario dengan baik dan menyenangkan. Model bermain peran / role playing bertujuan mengembangkan kemampuan atau kapabilitas peserta didik.

Model ini mempunyai tujuan khusus yaitu meningkatkan rasa empati dan rasa solidaritas pada peserta didik. Mereka akan mempelajari tentang kondisi pasar yang berbeda-beda.

Setiap peserta didik mempelajari dan mempraktekkan sesuai dengan perannya masing-masing. Sehingga menjadi paham, apakah menjadi seorang pedagang, seorang pembeli dan pelaku ekonomi lainnya baik di pasar tradisional maupun pasar modern.

Baca juga:  Belajar IPS Asyik dengan Media Gambar

Langkah-langkah model pembelajaran role playing, guru meminta peserta didik membuat kelompok untuk bermain peran. Guru memberikan penjelasan materi jual beli, Guru menunjuk peserta didik memperagakan sebagai pedagang, pembeli dan pelaku ekonomi lainnya baik di pasar.

Peserta didik yang lain memperhatikan peserta didik yang sedang bermain peran. Setiap kelompok membuat dan mempresentasikan transaksi jual beli sesuai skenario. Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dari pembelajaran jual beli.

Manfaat model pembelajaran bermain peran antara lain: pertama karakter yang diperankan peserta didik dapat dipraktekkan dalam transaksi jual beli yang sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, peserta didik bisa memainkan karakter peran yang sudah ditunjuk menjadi seorang pelaku ekonomi. Ketiga, peserta didik bisa membedakan transaksi jual beli di pasar tradisional dan modern.

Baca juga:  Metode Discovery Learning Tingkatkan Minat Belajar Anak

Keempat, peserta didik bisa memainkan peran kegiatan ekonomi di pasar. Kelima, model ini bisa dikolaborasikan dengan mata pelajaran lain sebagai nilai keterampilan.

Model bermain peran juga memiliki kelemahan/kekurangan, apabila guru kurang memahami langkah-langkah dalam skenario bermain peran tentunya akan mengalami kesulitan. Model ini memerlukan waktu yang lama.

Penerapan model role playing yang tepat akan berdampak besar. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar nyata seperti mengalami, mempraktekkan sendiri kegiatan ekonomi penawaran dan permintaan di pasar.

Manfaat secara psikologis, peserta didik merasa senang dan tidak jenuh, bahkan akan mudah memahami materi penawaran dan permintaan di pasar. Sehingga bisa meningkatkan semangat dan hasil belajar. (rn1/fth)

Guru IPS SMP Negeri 1 Kejobong Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya