alexametrics

Metode Drill Meningkatkan Kompetensi Numerasi Matematika

Oleh : Triyono M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN matematika adalah mata pelajaran yang kurang disenangi oleh sebagian siswa, karena dianggap pelajaran yang sulit dan tidak mudah dipahami. Sehingga kemampuan numerasi siswa kurang memuaskan. Berdasarkan survei PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2019 menempatkan, kemampuan numerasi Indonesia di peringkat 73 dari 80 negara.

Kompetensi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk memakai berbagai macam angka dan simbol dalam Matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan untuk menginterpretasikan informasi yang bersifat kuantitatif yang ada di sekitar (Kemendikbud, 2017).

Secara sederhana kompetensi numerasi adalah keahlian mengaplikasikan teori Matematika dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kompetensi numerasi sangat penting untuk ditingkatkan.

Berdasarkan hasil Penilaian Akhir Tahun, siswa kelas V SD Negeri Segiri 02 pada tahun pelajaran 2020/2021 menunjukkan rata-rata nilai Matematika masih di bawah kriteria ketentuan minimal (KKM).

Ini menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan dalam menerapkan pengetahuan Matematika yang mereka pelajari untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Upaya yang dilakukan penulis untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa, dengan membiasakan metode drill atau latihan soal Matematika setiap hari.

Baca juga:  Model Picture and Picture Tingkatkan Motivasi Belajar IPS

Metode drill adalah cara mengajar dengan memberikan latihan secara berulang-ulang terhadap apa yang telah diajarkan guru sehingga memperoleh pengetahuan dan keterampilan tertentu (Kamsinah, 2008).

Kelebihan dari metode drill atau latihan Matematika adalah siswa dapat menguasai keterampilan yang diharapkan. Dengan begitu, siswa mempunyai pengetahuan yang siap guna dan akan tertanam kebiasaan belajar secara rutin dan disiplin. Sedangkan kelemahan metode drill di antaranya menghambat perkembangan daya inisiatif siswa, serta membentuk kebiasaan tidak fleksibel (Roestiyah, 2012).

Pelaksanaan metode drill dalam pembelajaran Matematika ini dilakukan di semester I kelas VI SD Negeri Segiri 02 tahun pelajaran 2021/2022. Kompetensi Dasar yang dijadikan sebagai latihan adalah Kemampuan menjelaskan dan melakukan opersai hitung campuran yang melibatkan bilangan cacah, pecahan dan atau desimal dalam berbagai bentuk sesuai urutan operasi (perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan).

Baca juga:  Menggunakan Loose Parts untuk Pembelajaran Anak PAUD

Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam menerapkan metode drill dalam pembelajaran Matematika adalah pertama, perencanaan, membuat soal, dan kunci jawaban. Dalam membuat soal disesuaikan dengan tingkat kesulitan materi. Ada soal yang mudah, sedang, dan sulit. Soal dan kunci jawaban yang dibuat minimal 15 soal dalam seminggu. Soal diberikan 2 hari sekali dengan mengerjakan 5 soal.

Guru harus mempersiapkan soal setiap minggu sehingga dibutuhkan komitmen, disiplin dan Tanggung jawab dalam membuat soal. Kedua, pelaksanaan. Siswa diberikan soal yang telah disiapkan. Soal diberikan pada waktu pagi hari sebelum pembelajaran jam pertama dimulai. Soal yang dikerjakan siswa dikerjakan dengan menggunakan langkah-langkah dalam menjawab soal. Hari berikutnya diadakan pembahasan soal dan memberikan penilaian. Langkah ini dilakukan secara rutin dalam satu semester.

Baca juga:  Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi

Langkah ketiga, evaluasi. Setiap satu bulan guru mengevaluasi dengan menganalisis sejauh mana perkembangan peserta didik. Apakah ada kemajuan atau tidak kemampuan numerasinya. Jika ada kemajuan maka program dilanjutkan. Jika tidak, maka guru harus bekerja ekstra untuk memberi penjelasan dan pemahaman materi kepada siswa agar bisa mengerjakan soal dengan benar.

Melalui penerapan metode drill, nilai hasil belajar, keaktifan, dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran matematika dapat meningkat karena pembelajaran dengan menerapkan metode drill siswa lebih aktif dan termotivasi dalam belajar. Adanya metode tersebut membuat siswa lebih terlatih menghadapi berbagai macam model soal matematika, sehingga siswa lebih bersemangat dalam mempelajari materi yang diajarkan oleh guru. (pr1/zal)

Guru SDN Segiri 02 Pabelan, Kab. Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya