alexametrics

Telling Story with Pictures Mudahkan Siswa Belajar Bercerita

Oleh: Larasati, S. Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, ada empat aspek yang harus dikuasai secara seimbang oleh siswa. Yaitu menyimak (mendengar), berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek kebahasaan ini secara berkala dan berjenjang harus dapat dikuasai oleh setiap siswa sesuai dengan jenjang kelas yang sedang mereka ikuti.

Pada siswa kelas 1 SD misalnya, dikenalkan bentuk-bentuk huruf, cara menuliskan, dan cara membacanya. Mereka mendengarkan apa yang diucapkan oleh guru, meniru atau menulis apa yang ditulis guru mereka.

Kemampuan berbahasa siswa di kelas 1 SDN 03 Jebed Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang bisa dikatakan masih cukup rendah terlebih karena adanya pandemi Covid-19 ini. Bisa dimaklumi karena kompetensi berbahasa ini baru dipelajari di jejang Sekolah Dasar dan pembelajaran tatap muka terbatas pada jenjang sebelumnya menjadi salah satu faktor yang menghambat kemampuan siswa pada kompetensi berbahasa ini. Perlu upaya yang cukup keras untuk menjadikan siswa menguasai kompetensi tersebut.
Tidak semua siswa dapat mengungkapkan ide dalam pikirannya ke dalam bentuk bahasa lisan (berbicara).

Baca juga:  Menelaah Unsur Puisi lebih Mudah dengan Metode Jigsaw

Dalam praktik pembelajaran tatap muka terbatas, guru harus bisa memilih teknik atau media yang dirasa cocok diterapkan di kelasnya. Teknik story telling with pictures dipilih oleh guru untuk mengeksplorasi kemampuan siswa dalam menguasai kompetensi bercerita. Story telling with pictures adalah teknik pembelajaran yang pada pelaksanaannya dilakukan dengan mengisahkan cerita melalui gambar dengan bahasa tulis (Inderawati (2004:64).

Langkah-langkah pembelajaran dengan teknik story telling with pictures, yaitu: pertama, guru mengelompokkan siswa dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari lima orang. Kedua, guru menugaskan masing-masing kelompok mengambil gambar yang sudah disiapkan guru.

Ketiga, guru menugaskan masing-masing untuk menyimak cerita guru yang disajikan melalui gambar. Keempat, guru menugaskan setiap kelompok untuk membuat cerita pendek dengan bahasanya sendiri sesuai gambar yang diambil siswa. Keenam, guru meminta memberikan penilaian kepada siswa berdasarkan format yang sudah dibuat sebelumnya. Ketujuh, guru menutup kegiatan pembelajaran dan memberitahukan hasil tulisan siswa.

Baca juga:  Korelasi Sukses Adiwiyata dengan Pembelajaran IPA

Teknik story telling with pictures menggunakan media visual berupa gambar yang menarik sehingga dapat memotivasi siswa untuk belajar. Melalui media gambar siswa diminta untuk menulis berdasarkan gambar tersebut. Jadi, keistimewaannya siswa dapat mengungkapkan gagasannya dengan mudah karena menggunakan gambar. Hal ini berbeda ketika bercerita tanpa menggunakan media gambar.

Story telling with pictures ini memiliki beberapa keunggulan. Yaitu memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih secara kontinyu mengungkapkan apa yang dilihatnya dalam bentuk lisan. Melatih siswa untuk melakukan pengamatan dengan cermat dan kemudian berdasarkan pengamatan itu siswa menyampaikan secara lisan dengan bahasa sendiri.

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan sesuatu secara verbal sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Melatih siswa bekerja sama dan bertanggung jawab dalam kelompok, semua siswa mendapat kesempatan untuk berlatih menyampaikan gagasannya secara lisan karena semua anak akan mendapat giliran yang sama.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Lebih Asyik dengan Quizizz

Akhirnya penulis menyarankan agar teknik ini digunakan pada kelas tinggi untuk melatih kemampuan kebahasaan siswa pada aspek menulis. Dengan teknik ini, siswa dilatih menyampaikan gagasan ke dalam bentuk tulisan ataupun bahasa lisan yang akhirnya mencakup keempat aspek kebahasaan tersebut. (pb2/lis)

Guru Kelas I SDN 03 Jebed, Kec. Taman Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya